CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Pernikahan Dinda dan Alex


__ADS_3

...**...


Saat Alex baru datang. melihat beberapa pekerja tengah panik di depan pintu lift.


"Ada apa pak? " tanya Alex


"Di dalam ada dua orang yang sedang terjebak tuan." ucap Salah satu pekerja


"Kok bisa.. emang tidak diberi peringatan apa? " tanya Alex kesal


"sudah tuan. mungkin mereka terburu buru jadi tidak melihat peringatan ini." jawabnya


"Ya sudah.. cepat kalian atasi. jangan sampai kerusakan ini memakan korban." titah Alex


"baik Tuan. kami dari tadi sudah berusaha untuk membuka paksa." jawab Seorang pekerja


Tadi Alex meminta Dion untuk menggantikan sebentar meeting hari ini. karena Alex tengah berada di luar.


20 Menit.


Alex semakin kawatir karena pintu lift belum juga terbuka..


Ahirnya pintu lift pun terbuka. dan Alex langsung melihat pemandangan yang tidak boleh di lakukan di kantor ini. Dua orang tengah bercumbu.


Sebelum banyak yang melihat Alex segera menghentikan aktifitas mereka sebelum perbuatan mereka terlalu jauh..


Sesaat setelah di sadari Itu adalah Dion dan Neni. Alex segera memanggilnya. "Dion.. Bu Neni.. " panggilnya


Neni langsung mendongak wajahnya memucat melihat Alex beserta para pekerja tengah menyaksikan. Neni segera menoleh ke bawah di mana Dion tertidur di pangkuannya dalam keadaan lemah.


Neni dengan cepat melempar kepala Dion.


...***...


"I.. ini.. bukan seperti yang pak Al.. pikirkan. Saya.. saya hanya menolongnya" ucap Neni yang sudah berusaha berdiri untuk menjelaskan.


Alex tau Dion punya riwayat trauma pada kegelapan.


"Ya sudah. tinggalkan Kami bu Neni." ucap Alex.


Neni segera berlari menuju ruang meeting di kantor Alex. tubuhnya mendadak mengeluarkan keringat dingin.


Neni belok dulu ketoilet untuk mencuci dan menenangkan hatinya


"Bodoh sekali.. kenapa aku bisa terjebak diruangan bersama Dion. pria itu menyebalkan sekali." gumam Neni. Neni segera melihat bibirnya. " hikzz bibir ini.. bibir ini telah ku nodai hikzzz.." tangis Neni.


Neni mengusap ngusap bibirnya berusaha menggosok. "kenapa masih nempel juga sihhh..." gumamnya.

__ADS_1


Neni kembali menggosok dengan tissu bibirnya. hingga terlihat sangat merah. terasa panas iyaa jelas karena Neni menggosok dengan keras. agar tidak merasakan bibir Dion masih nempel di bibirnya.


...*...


Alex segera memberi pertolongan pada Dion. "kok bisa sihh kau ini terjebak di dalam satu lift bersama Neni. Apa nggak di baca jika lift ini sedang dalam perbaikan? " tanya Alex


"Aku juga tidak tau. kenapa dia juga tiba tiba masuk dan langsung menutup Pintu lift." jawabnya


"Kalo begini.. Nama mu dan namanya akan segara viral Di.." ucap Alex.


"Siaall.. kenapa juga Neni tadi masuk dan langsung menutup pintu liftnya" gumam Dion lirih. namun Alex masih bisa mendengar.


"Jangan janan kalian berjodoh." celetuk Alex.


"Sialan kau.. Aku berjodoh sama wanita dengan suara petir itu. bisa bisa telingaku cepat budeg jika setiap hari mendengar ocehanya." gerutu Dion. Alex hanya tertawa.


"Ya sudah.. jika sudah membaik kita harus mulai rapatnya." ucap Alex.


Alex dan Dion segera berjalan beriringan menuju ruang meet.


Sampai di ruangan Alex melihat Neni menundukkan kepalanya. tak berani menatap orang orang yang ada di sini.


Dion segera mulai membuka meetingnya. Jantung Neni semakin berdegup tak karuan. 'bisa bisa nya Dia begitu tenang. setelah kejadian itu.' batin Neni


Sampai Meet selesei Neni tetap menunduk.


Alex hanya menatap Neni geli. 'pasti dia tidak tau hasil meet hari ini.' batin Alex.


Semua peseta sudah membubarkan diri tinggal Neni yang masih duduk.


"Mbak Neni.. " panggil Alex.


Neni mendongak. "Al.. tadi itu tidak terjadi apa apa pada kami. aku hanya menolong dia saja✌. " ucap Neni berusaha menjelaskan pada Alex. tak ingin nama baik keluarganya tercemar karena ulahnya.


"yaa Saya tidak tau. yang jelas kalian itu sudah berciuman di kantor saya." ucap Alex yang memancing kemarahan Neni dan Dion.


"Al.. sweer✌ kami tidak melakukan apapun." ucap Neni lagi.


Sedangkan Dion menatap bosnya jengkel. 'bukannya dia tau jika Aku punya riwayat trauma. kenapa juga Alex bicara seperti itu' kesal Dion


"Saya akan segera memberi tau keluarga kak Neni jika kalian memiliki hubungan serius." ancam Alex


"TIDAK... KAMI.. TIDAK." sangkal kedua manusia itu bersamaan.


Hahahhhh... "Kalian itu kenapa sihh..sudah sudah.. saya sudah tau. kejadian tadi." ucapnya.


Neni merasa lega saat Alex mau paham. Neni segera meninggalkan ruangan meet dan segera ke luar.

__ADS_1


Saat ini Neni tengah menunggu mobil jemputan kantor. karena Neni belum bisa mengendarai mobil sendiri. sedangkan pak Supri hari ini di minta mananta untuk mengantar ke makam suami.


"Ayo naik.." panggil Dion dari dalam mobil.


"nggak mau.. aku lebih baik naik taxi daripada semobil lagi denganmu." ucap Neni


"Ini bukan mauku untuk mengantarmu. tapi calon adik iparmu itu yang memintaku untuk mengantarmu. cepatlah naik.'" Sarkas Dion.


Neni melihat keatas gedung dan melihat Alex melambaikan tangannya


tidak ada pilihan lain selain mengikuti perintah adik iparnya itu.


Semenjak kejadian itu Alex selalu memerintahkan Dion untuk selalu ke kantor Neni. segala sesuatu yang berurusan dengan kantor Neni Alex sudah percayakan pada Dion. Tidak lain, Alex ingin agar mreka semakin dekat.


...***...


"Anak mama cantik sekali.." ucap Tiara. hari ini adalah hari pernikahan Alex dan Dinda.


"Mama.. seandainya papa masih ada disini.." ucap Dinda dengan mata mulai berkaca kaca.


"Sayang.. ikhlaskan nak. papa di sana juga bahagia jika kalian ikhlas." ucapnya


"Dinda.. ikhlas mam.. hanya saja di pernikahan ini Dinda sangat ingin papa menyaksikannya." ucapnya


"Jangan Nangis dong adekku. liat tuu bedak nya luntur loh." goda Neni


"Ishh.. apaan sih kakak." jawabnya.


Neni segera memeluk adiknya. "setelah ini kalian akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kalian." ucap Neni


"Terimakasih kak." jawabnya.


Diluar Keluarga Alex sudah menunggu pengantin wanitanya. Alex begitu sangat gugup. namun juga terlihat tenang.


Alex melihat Dinda sudah keluar dengan gaun pengantin nya. "Cantik sekali istriku." batin Alex. Dengan di gandeng Neni dan juga Calon istrinya Boby.


"Kak Neni kak Vanesa aku sangat gugup." bisik Dinda


"lihatlah Alex.. begitu sangat tenang. kau juga harus tenang." ucap Vanesa


Dinda segera di antar duduk berdekatan dengan Alex. "Din.. kau cantik sekali." bisik Alex


"Diam kak.. Dinda gugup nihh." jawabnya. Akex malah semakin menggoda Dinda. "Gugup kenapa.. tidak sabar yaa ingin cepat cepat dah ya..? " tanya Alex.


Dinda segera memberi cubitan kecil di pinggang Alex


"Apa semuanya sudah siap.? " tanya pak penghulu.

__ADS_1


"Sudah.." jawab Yang lain.


...Bersambung...


__ADS_2