
"PAPAAA... " teriak Dinda dan langsung berlari ketempat di mana papanya jatuh tak sadarkan diri.
"Nak Neni.. tolong Panggil pak Asep sama supri." Titah Mutiara
Dinda begitu sangat panik. "Papa.. bangun paaa.. Bangunnn.. " teriak Dinda.
"Mas.. bangun mas.. jangan tinggalin kami mas. " ucap Mutiara.
pak Asep dan pak Supri segera masuk.
"pak ayoo angkat suami saya, bawa ke rumah sakit sekarang." ucap Mutiara.
"Kak Neni titip Arsha dulu yaa" ucap Dinda yang segera di angguki oleh Neni.
Mereka segera berangkat ke rumah sakit. "Lebih cepat pak." ucap Mutiara begitu panik.
"Ma.. " panggil Darmawan.
"Paa kita akan kerumah sakit pa. papa jangan banyak bicara." ucapnya
"A.. ada ya.. yang ii.. ingin pa.. pa ka.. ta. kan.. pa.. da. ma..ma." ucap papa Dinda terbata bata
"Papa.. nanti saja yaa pa. papa tenang saja. papa akan segera sembuh. " tambah Dinda
Sekitar 20 menit mereka sudah berada di rumah sakit.
Papa Dinda segera di bawa ke ruang UGD dan segera di tangani oleh dokter.
Dinda beserta Mutiara sangat panik. tak bisa duduk dengan tenang.
Dokter keluar setelah sekitar 15 menit.
"Bagaimana dengan suami saya dokter? " tanya Mutiara
"Pak Darmawan mengalami serangan jantung mendadak. Semoga kami bisa menyelamatkan beliau" ucap Dokter.
"Serangan jantung mendadak??" cicit Dinda.
"Iyaa.. jadi kami minta bantuannya kepada keluarga. bantu kami dengan doa ya bu." ucap Dokter
"Iya dokter. terimakasihh" ucap Dinda
"Dokter.. pasien kembali alfal." ucap perawat yang masih memasang beberapa alat bantu.
"Papa.. " panggil Dinda begitu panik.
"Ibu.. bapak mencari anda." ucap Seorang perawat.
__ADS_1
Mutiara segera masuk dan menghampiri suaminya
"Ada apa dokter? " tanya Mutiara setelah brada di ruang rawat suaminya
"Sepertinya suami ibu ingin mengatakan sesuatu pada ibu." ucap Dokternya
"ma.. ma.. af.. kan.. pa.. pa." ucap Darmawan. Darmawan mulai bercerita tentang putri sulung nya.
Dengan ucapan yang terbata bata mebuat semuanya tidak begitu jelas.
Mutiara menangis tergugu.. "Jadi putriku masih hidup? " tanyanya
"Ma... af. kan.. pa.. pa." Ucapnya lagi
"Papa cepat sembuh kita cari sama sama putri kita pa.hikzzz"
"pa.. pa.. ing.. at.. pu.. Tri. ki.. ta.. pu.. nya tan da la hir di le her. pa.. pa.. ya kin.. Ne.. ni.. a..da lah pu Tri kita." Darmawan memberi petunjuk pada Mutiara. jika Neni kemungkinan besar adalah putrinya.
dan Darmawan meminta Mutiara untuk membawa Neni kesini. guna mengambil darah untuk test DNA.
Tuutttt... tuttt... Tuuuutttt...
"Maaf ibu.. sebaiknya ibu keluar dulu. jantung pak Darmawan sangatlah lemah. kami harus segera memberi alat bantu lagi." ucap Dokter
Mutiara keluar.
"Dinda... hikzzz.." tangis Mutiara dan langsung memeluk putri bungsunya.
"papamu .. papamuu.. sudah menceritakan. jika kakamu masih hidup. " hikzzz..
"apa.. aku punya kakak? dan aku baru tau sekarang. apa ini ma. lelucon apa ini.." ucap Dinda tidak Terima. selama ini Dinda tidak pernah tau jika dirinya mempunyai seorang kakak. karena Kedua orang tua nya sepakat untuk tidak menambah luka di keluarga ini.
Namun semuanya salah. Rahasia itu tidak selamanya akan tersembunyi. suatu kebenaran saat akan terungkap juga.
Mutiara mulai menceritakan semua kejadian di masa lalu. "Panggil Neni kesini nak. papa ingin melakukan test DNA pada Neni. papa yakin jika Neni ada kakakmu yang hilang." titah Mutiara.
Dengan Cepat Dinda segera melakukan panggilan suara pada Neni.
"Kakak.. kakak bisa nyusul kerumah sakit sekarang ? bawa juga Arsha kak." ucap Dinda yang di jawab iya oleh Neni.
...***...
Mobil Alex sudah sampai di saat rumah Dinda di penuhi banyak warga.
"Ada apa ini pak ? " tanya Alex
"Kami mau menenui keluarga ini. menanyakan tentang berita yang keluar tadi pagi pak. " ujar seorang ibu. dengan tubuh gempal yang berambut keriting.
__ADS_1
"itu semua hanya salah paham Buu.. ada orang yang akan menghancurkan keluarga ini. " ucap Alex.
"Bapak ini siapa..apa anda orang yang bersama dengan Dinda? " tanya seorang bapak dengan perut buncit.
"Saya. saya calon suaminya dan ayah dari putrinya Di... " PLETAK.. Alex tidak lagi melanjutkan ucapanya. saat ada batu sekepal yang mendarat di keningnya
Alex segera menatap orang yang sudah melempar batu padanya
Alex segera menghampiri pria itu. dan ingin menghajarnya. Namun ponsel Neni berdering
Neni segera masuk dan mengangkat panggilan yang dari Dinda
Neni segera berlari keluar bersama Arsha.
"Pak Alex.. antar kami kerumah sakit. " ucap Neni
"Ada apa dengan Arsha? " tanya Alex. yang begitu panik melihat Arsha di gendong Neni.
"Arsha tidak kenapa napa. tapi pak Darmawan saat ini sedang di rumah sakit. nanti saja saya ceritakan ini tidak ad waktu lagi." jawab Neni.
Mereka segera menuju mobil Alex.
Dan kumpulan warga itu pun segera melempar kan batu kearah rumah Dinda. di sini sudah tidak ada siapa siapa lagi. bik Ning dan Pak Asep ikut kerumah sakit. karena Alex yang meminta mereka untuk ikut. hawatir jika para warga itu mengamuk dan malah sangat membahayakan mereka berdua.
Alex segera menelpon Johan untuk mengerahkan anak buahnya. supaya menjaga rumah Dinda.
20 Menit kemudian
mereka sudah sampai di rumah sakit. Dinda sudah menunggu di teras depan.
"Dinda. apa yang terjadi dengan papa? " tanya Alex.
"Papa kena serangan jantung kak. dan dokter bilang papa akan sangat sulit untuk sembuh. " jawabnya
"Ya Tuhan.... pasti ini semua karena berita pagi tadi kan? " tanya Alex
"Kakak tau? " tanya Dinda
Alex mengangguk. "ada orang yang ingin menghancurkan keluarga Darmawan." jawab Alex
"Ya Tuhan.. siapa dia kak." tanya Dinda
"Kakak sedang berusaha mencarinya. kamu tenang saja" jawab Alex
"Nak Neni.. ayo masuk. om kamu mau bicara sesuatu.. " ajak Mutiara setelah Neni sampai di ruang tunggu.
...Bersambung...
__ADS_1
(Mon Maaf yaa Akak. bukan niat untk menggantung cerita. hanya saja Si pengarang Cerita juga harus urus keluarga 😁
terimakasihh buat yang sudah bosen menunggu up🤭)