
...***...
Pagi yang cerah.
Neni tengah membereskan tempat tidurnya. Dion tengah mengecek berkas berkas kantor yang akan di bawa meeting pagi ini.
"Mas.. nanti siang Neni nggak kirim makan siang yaa." ucap Neni
"Kenapa?? " tanyanya
"Tapi Neni mau ajak mas Dion makan siang diluar saja." jawabnya
"nggak ahh.. mas malu jika harus makan diluar dengan keadaan mas seperti ini." jawabnya.
"Mas.. " panggil Neni yang spontan membalikkan tubuhnya. namun karena tidak ada keseimbangan Neni pun terjatuh dari tempat tidur
"Sayang... ", panggil Dion dan langsung menangkap sang istri yang hampir jatuh ke bawah. mereka pun jatuh bersamaan dengan posisi Neni berada di atas Dion.
" Mas.. mas tidak apa apa? " tanya Neni
"seharusnya mas yang tanya. apa istri mas tidak apa apa. ada yang sakit nggak? " tanya Dion.
"Neni nggak papa mas. Neni hawatir mas akan kembali terluka." jawab Neni
"Mas yang lebih hawatir dengan anak dan istri mas.. ingat di sini sudah ada anak mas. tolong dijaga yaa.." ucap Dion.
"Mas.. Mas Dion sadar nggak sihh..? " tanya Neni
"Sadar kenapaa? " Tanya Dion balik.
"Lihat mas.. mas bisa menangkap Neni. " ucap Neni. begitu bahagia.
Dion menatap Neni, lalu menatap Dirinya, Dion menggerak gerakkan kakinya. "iyaa kaki mas sudah bisa di gerakkan." ucap Dion.
"Mas.. itu artinya sudah ada perubahan mas.." ucap Neni. lalu memeluk sangat suaminya
"terimakasih Tuhan. terimakasih sayang.. semua ini juga berkat kesabaranmu. " ucap Dion lalu menghujani ciuman untuk istrinya.
Karena merasakan tidak ada yang sakit. Dion berusaha berdiri. "pelan pelan mas.." ucap Neni.
"Ya Tuhan.. Mas sudah sembuh." ucap Dion bahagia.
Begitu juga dengan Neni. Neni juga ikut bahagia. Sangking bahagianya Dion segera menggendong istrinya ketempat tidur yang baru di beresin Neni.
"tidak ada yang bisa membuat mas sebahagia ini. kecuali Mas masih bisa melihat dan merasakan kasih sayang dari istri mas." ucapnya.
"mas.. mas mau ngapa? " tanya Neni
"Mas ingin memanjakan istri mas. mas hari ini mau cuty, mau menghabiskan waktu bersama satu hari ini." jawab Dion.
Derttt.. derttt.. ponsel Neni berdering.
"Mas.. mama." bisik Neni
"biarkan saja. Mas nggak ingin di ganggu." sahutnya
"Tapi Neni ada janji mas sama mama." ucap Neni.
__ADS_1
"Sini biar mas yang jawab." pinta Dion
Neni segera menyerah kan ponsel pada suaminya. Dion segera mengangkat "Hallo ma.." ucap Dion.
"Sayang.. istri kamu mana? mama sudah menunggu loh." jawab Riana
"Mah.. Neni tak bisa hadir. karena harus urus suaminya." jawab Dion.
"Kamu kenapa nak? kamu sakit?" tanya Riana panik
"Nggak ma.. Dion tidak ap apa. Dion hanya ingin bersama istri Dion. bawaan bayi mungkin." jawab Dion.
"Ya sudah kalo begitu. mama akan berangkat sendiri saja." ucap Riana kemudian.
"Mas.. kasian mama." ucap Neni
"Ngak papa. lagian mereka itu teman teman mama. kamu tidak mengenal mereka. lebih baik dirumah bersama suaminya. " ucap Dion
Dion kembali mencu*bu sang istri.
...***...
"Ohh ini menantu Jeng Riana? " tanya Seorang temen Riana. yang bernama Betty
Saat ini Neni berada ditengah tengah teman sang mertua. karena tadi Dion mendapat kabar dari Kania. jika investor dari luar negeri akan datang.
Dion berangkat masih dengan kursi rodanya Sebenarnya Neni nggak izinin suaminya masih memakai alat itu. namun karena Dion menjelaskan sesuatu ahirnya Neni menyetujui.
Sebelum berangkat ke kantor. Dion mengantar sangat istri dulu menemani mertuany atau mama Dion.
"iyaa... Cantik kan? " puji Riana.
Ponsel Riana berdering. "sebentar yaa.. angkat telpon dulu." pamitnya.
"Jeng. bagaimana hubungan Kania sama Dion? " tanya Ratna. sahabat Riana juga
"Saya sihhh mendukung Kania untuk selalu mepet terus ke Dion. walau Dion sudah cacat. tapi tetap ganteng kok. dulu kan mereka pernah saling jatuh cinta mungkin sampai sekarang benih cinta itu masih ada." jawab Betty mama Kania dengan semangat.
Terasa sangat panas kelopak mata Neni. dan dadanya terasa di himpit oleh batu besar. Rasanya ingin marah pada dua wanita yang ada di depannya.
"Iyaa sepertinya mereka sangat cocok. emang jeng Betty mau punya menantu cacat? " tanya Sindi
"Ngak masalah. asalkan putriku bahagia." ucap Betty lagi
Riana segera kembali bergabung dengan teman temanya
"ma.. Neni pulang dulu ya.. nggak tau kenapa Neni merasa pusing." ucap Neni
"Ohh iya sayang.. hati hati yaa.. biar pak Sopir yang mengantar pulang yaa. " tawar Riana
"nggak usah mam. Neni naik taxi aja." jawabnya
"ya udah. hati hati ya sayang." pesan Riana
Neni segera naik taxi. menuju kantor suaminya.
"Selamat siang bu Neni" sapa seorang pegawai. setelah Neni sampai di kantor suaminya.
__ADS_1
Neni mengangguk lalu segera masuk lift ke lantai di mana suaminya berada.
Setelah sampai di lantai 3. Neni segera menuju ruangan suaminya. Tanpa ketok pintu terlebih dahulu. Neni segera membuka pintunya.
"pak.. ini yang harus saya revewsi lagi. " ucap Kania.
"Iyaa. sekalian ini juga harus kamu review." tambah Dion.
"Mas.. " panggil Neni.
"Sayang.. kau datang jga kesini." ucap Dion. dengan senyum merekahnya.
Kania segera menegakkan tubuhnya setelah membungkuk di belakang Dion. lalu segera merapikan pakaiannya.
"Mas.. kita jadi kan makan siang di luar? " tanya Neni. sembari melirik kearah Kania
"iyaa.. kebetulan pekerjaan mas sudah selesei." jawabnya
"Kania.. tolong ini di cek semua. stelah itu berikan pada Pak Rahmat. biar di antar ke hotel di mana Mr Helshon menginap." ucap Dion. dan langsung menyuruh Kania untuk keluar.
"Mas. aku nggak suka Dia masih kerja disini.' ucap Neni. setelah Kania keluar dari ruangan Suaminya
" Pasti masalah hati kan? percaya pada mas. mas tidak akan pernah tertarik padanya." jawab Dion
"Mas.. Neni nggak ingin. mas bekerja satu kantor sama mantan mas." ucap Neni masih belum Terima jika Neni kerja disini
"Mantan?? mantan apaan? " tanya Dion heran
"Tadi katanya mas pernah menjalin cinta sama itu Kania. Neni nggak ingin Kania masih ada disini. Neni takut akan tumbuh lagi cinta diantara kalian" jawab Neni
Dion tertawa mendengar ucapan sang istri. Merasa lucu saja. Karena Dion tidak pernah pacaran. teman dekat memang ada. tapi buka pacaran dan bukan Kania orangnya.
"kau ini.. bicara apa? semakin ngaco ah.." ucap Dion sembari memeluk istrinya.
Neni pun mulai menceritakan obrolan teman teman mamanya tadi. jika Kania dan Dion pernah menjalin hubungan yang serius.
Dan mama Kania masih ingin menjodohkan Dion dengan Kania.
"Mas. malah nggak tau jika Kania itu sekelas dengan mas. karena mas itu tidak pernah memiliki teman dekat wanita. mungkin saja Kania memang mengenal mas. tapi mas nggak kenal dengan dia." jawabnya.
"Sudah yaa.. jangan di bahas. lebih baik kita segera cari makan siang." ajak Dion.
"Mas.. mas masih ingin dengan kursi rodanya?" tanya Neni
" hemmm.. masih saja." ucapnya. "Mas masih ingin di manja oleh istri mas." jawabnya
"Ok.. " sahut Neni. Neni segera mendorong kursi roda suaminya. Dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat tidak suka
...**...
"Mas. sudah memindahkan Kania di bagian gudang. biar dia yang mengawasi gidang." ucap Dion.
Malam ini mereka tengah berbaring berdua. setelah ritual percintaan mereka
"Mas.. nggak bohong? " tanya Neni
"Untuk apa bohong pada istrinya sendiri. nggak ada untungnya" jawab Dion.
__ADS_1
...Bersambung...