CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Merindukan Putri dan ibunya


__ADS_3

...**...


Pagi hari..


Dinda sudah bangun. Dinda tengah berada di dapur untuk membuatkan susu buat Arsha. Arsha masih belum mau keluar. masih sedikit trauma dengan kejadian tadi malam.


"Mama.. " panggil Arsha yang tengah berdiri di depan jendela. sembari menatap jalanan dari kamar Dinda


"Ada apa Sha?" tanya Dinda


"Papa Al.. di mana? " tanya Arsha lagi. Sudah berkali kali Arsha menanyakan keberadaan papanya.


"Papa Al. sedang kerja" jawabnya


"Al.. mau ikut papa." sahutnya.


"Iyaa.. nanti kita temuin papa di kantor ya." sahut Dinda


pintu kamar di buka nampak lah Mutiara masuk dengan di dorong papa Dinda


"Arsha sudah bangun yaa? " tanya sang mama. Dinda tersenyum melihat kedua orang tuanya kembali akur


Namun Arsha langsung menyembunyikan wajahnya di belakang Dinda.


"Anak mama kenapa? " tanya Dinda


"Al.. tidak mau ketemu kakek. Al takut." jawabnya.


"Kakek tidak akan nyakitin Arsha, kakek sayang sama Arsha." ucap Darmawan membujuk Arsha


"Tidak mau.. Al tidak mau sama kakek. kakek jahat." ucap Arsha histeris


"Pa.. sebaiknya papa jauhi Arsha dulu deh pa." ucap Mutiara. Darmawan langsung mengerutkan wajahnya. rasanya tidak percaya jika cucu yang baru di temui malah takut padanya. terpaksa Darmawan pun ngikuti usuulan sang istri.


"Arsha.. sini sama nenek. nenek kan sayang sama Arsha." ucap Mutiara sembari mengulurkan tangan.


Arsha mengintip memastikan tidak ada lagi kakeknya di ruangan ini. lalu segera mendekat kearah neneknya.

__ADS_1


"Sayang.. kakek itu tidak jahat. katanya Arsha mau main sama kakek dan nenek Arsha. kok malah Arsha takut sama kakek? " tanya Dinda


"Al.. pingin main sama papa.. " ucap nya


"Ok.. nanti kita temuin papa Arsha ya. sekarang Arsha baikan dulu deh sama kakek." ucap Dinda menasehati putrinya


"Benal.. nanti main sama papa ma? " tanya Arsha


"Iyaa.. kalo Arsha sudah baikan sama kakek." jawabnya


Arsha segera berlari keluar kamar. dan mencari Darmawan. Arsha tersenyum melihat Kakeknya yang tengah memberi makan ikan.


"kakek.. " panggil Arsha.


Darmawan langsung menoleh saat mendengar suara kecil itu memanggilnya


"Cucu kakek." sambut Darmawan langsung memeluk Arsha dan menciumi nya.


"Arsha tidak marah lagi kan sama kakek? " tanya nya


"kalo kakek tidak Nakal. Alsa tidak malah malah" jawabnya.


Dinda dan mamanya bahagia melihat Arsha dan kakeknya cepat akrab.


"Semoga ini adalah awal yang baik buat kami bertiga ya ma." ucap Dinda pada mananya.


"Sayang.. apa kau mencintai Alex? " tanya sang mama


"Dinda nggak tau ma. Dinda hanya takut kehilangan Papa Arsha. selama ini Dinda berharap bisa bertemu denganya dan membahagiakan Arsha bersama. tapi melihat papa yang begitu emosi. membuat Dinda takut papa Arsha akan menjauh." ucap Dinda dengan rasa hawatir.


...**...


Di tempat yang beda.


Alex tengah mengobati luka yang ada di wajahnya. walaupun tadi malam sudah di obati. namun dokter menyarankan untuk mengobati kembali di pagi hari.


Alex akan mengunjungi putrinya setelah sarapan pagi.

__ADS_1


"Al.. makan dulu mama sudah memasak sup iga untukmu." ucap Sang mama. semenjak Dinda ngidam Alex tidak pernah menyentuh makanan yang dulu menjadi favoritnya. melainkan makan makanan yang menjadi kesukaan Dinda.


"Kenapa siihh kamu tidak tuntut saja Darmawan. dia sudah membuatmu terluka seperti ini." ucap Alisia.


Alisia belum tau jika Darmawan adalah ayah dari wanita yang sudah di buat hancur masa depanya oleh alex.


"Tidak bisa ma." jawabnya singkat.


"Tantee.. selamat pagi." sapa Sari. Sari baru saja dapat kabar dari Alisia jika Alex tengah sakit.


Alex segera berdiri meninggalkan mama dan Sari yang sedang asyik bercipika cipiki.


"Al.. mau kemana? " tanya Sari


"bukan urusanmu." jawabnya.


Alex segera mengambil jacket kulitnya dan mengambil kunci motor gedenya. Alex akan segera mengunjungi putri nya di rumah Darmawan. tidak peduli jika Darmawan akan menghajarnya. yang penting Alex bisa melihat Arsha dan ibunya baik baik saja.


"Tante.. sebaiknya kita harus segera bertindak deh tan." ucap Sari. Sari kesal setiap kesini Alex selalu mengabaikannya


"iya... tunggu 2 hari lagi yaa.. tante memberi waktu satu minggu untuk Alex. jika benar dia sudah memiliki anak. kalo dalam waktu satu minggu Alex tak bisa membawanya kesini. tante akan segera mengatur hari pertunangan kalian." jawab Alisia


"Tante. terimakasih tan.. tante emang calon mertua yang baik." Sahut Sari dan langsung memeluk Alisia.


"Ayo kita masuk. kita makan dulu. tante sudah masak. karena hari ini papa Alex akan pulang. kesini." ucapnya. Semenjak papa Alex kecelakaan, Alisia tidak menjenguk suaminya. karena males bertemu dengan adik madunya. Alisia hanya meminta Alex dan Robi yang menjaganya.


...**...


Alex sudah sampai di depan rumah Darmawan. Alex melihat Arsha tengah bermain dan berceloteh sama kakeknya. Alex tersenyum melihat kebahagiaan putri saat ini.


Alex melepas helmnya dan segera turun dari motornya melangkah menuju gerbang.


Diatas ada Dinda yang tengah mengawasi kedatangan Alex. hawatir papanya tidak bisa mengendalikan lagi emosinya. Dinda segera membuka pintu balkon dan berdiri di sana.


Alex menatap ke atas dan melihat Dinda tengah melambaikan tangannya. agar tak mendekat dulu. Namun Alex tak mengerti bahasa isarat dari Dinda .


Dinda, melihat lagi kearah papanya. ingin mencoba mengalihkan pandangan papanya dari pintu gerbang

__ADS_1


PAPA...


...bersambung...


__ADS_2