
...**...
"Sari..putri ku.. kau tak mau menjenguk mama di penjara nak.? " tanya Sarah.
"Tidak mam.. Aku jijik dengan bau bau di sana. bikin aku pusing. ihh mama bau sekali..berapa hari mama tidak mandi?" tanya Sari
"Sayang.. kenapa kau begini nak. ini mama kamu. yang melahirkan kamu. yang selalu membela kamu." ucap Sarah tidak percaya pada sikap Sari
" iyaa Sari tau. Mama adalah mamaku, tapi Sari tidak suka dengan bau badan mama." jawabnya. mendengar pernyataan putrinya hati Sarah begitu sakit.
"Ayoo.. jam kamu untuk berkunjung ke makam sudah selesei. kau harus cepat kembali sebelum komandan datang." ucap seorang Sipir.
Dengan langkah lelah. hati begitu kecewa pada putrinya. Sarah meninggalkan pemakaman putri bungsunya. Air mata terus berderai. "baru kemarin kau ngerjain mama nak. baru kemarin Kau marah pada mama. sekarang kau malah meninggalkan mama. beginikah rasanya di tinggal orang yang di sayang? " tanya Sarah dalam hati. Sarah harus menjalani hidupnya di jeruji besi. ntah akan berapa lama. karena kasus Sarah belum naik di pengadilan
"Beginikah yang di rasakan Mutiara waktu itu." batin Sarah
kehilangan keluarga dan juga dua anak sekaligus. Sari yang tidak punya rasa simpati pada orang tuanya. Ratu yang sudah di ambil Tuhan untuk selama lamanya.
penyesalan tinggal penyesalan. dan tak bisa kembali seperti dulu. kini di hati Sarah tinggal ada kegalauan.
...***...
"Sekarang kau sudah tau kan. orang yang sudah memfitnah kamu Din. jadi tidak ada alasan lagi untukmu tidak memaafkan kakak. kakak sudah penuhi janji kakak", ucap Alex, saat ini mereka tengah berada di taman halaman rumah Dinda.
"Tapi Dinda mohon hapus fotonya kak. nanti kalo ada orang yang lihat dan jadi masalah lagi. Dinda tidak mau kejadian seperti kemarin terulang kembali." ucap Dinda. yang memberi persyaratan sekaligus mengingatkan Alex.
"Iyaa.. kakak akan hapus. kalo kau sudah jadi istri kakak." jawabnya.
Alex segera berdiri lalu meraih tangan Dinda. "Maukah kau hidup bersama kakak. melahirkan anak anak kakak. dan kita akan hidup bahagia sampai kita menua di atas atap yang sama? " tanya Alex
"Kakak.. Dinda.. Dinda..." ucapan Dinda terpotong saat Arsha keluar dan berteriak memanggil papanya
"Putri ku itu selalu mengganggu papa nya saja sihh.." gumam Alex.
Hihihi... Dinda tertawa.
"Ada apa nak, kenapa teriak teriak? " tanya Alex.
"Papa.. Arsa pingin tidur sama papa." rengek Arsha
"Ohh iyaa. boleh.. nanti papa temeni Arsha bobok yaa.." ucap Alex. " tapi biarkan papa bicara dulu sama mama. " tambah Alex.
Namun belum juga Arsha mengangguk Mutiara keluar.
"Dinda.. " panggil Tiara
"Iya ma.. ada apa? " tanya Dinda
"Tadi ada telpon dari rumah sakit, jika hasil test DNA sudah bisa di ambil nak. " ucap Mutiara.
"Ohh iya.. besok Biar Dinda yang ambil ma." usul Dinda.
__ADS_1
"Tidak perlu nak. biar mama bersama Neni. mama sudah tidak sabar ingin tau hasilnya." ucap Tiara.
"Maaa.. Dinda mohon jika hasilnya negatif mama tetep memperlakukan kak Neni seperti putri mama sendiri. Tapi jika hasilnya positif kita harus bisa memberi kasih sayang kita. sebagaimana papa juga sangat menyayangi kita mam." ucap Dinda.
Alex serta Arsha sudah masuk ke kamar Arsha. karena Arsha pingin cepet cepet tidur di peluk papa.
"Iyaa nak.. mama tetap tidak akan berubah." jawab Tiara.
"Terimakasih mam.. Dinda sangat sayang pada mama." sahut Dinda
Derrtttt.... Derttt..
ponsel Dinda berdering.
"Lisa.. " gumamnya
Dinda segera menggeser tombol hijaunya.
"Halo lis.. ada apa malam malam gini telpon.? " tanya Dinda.
^^^"Ratu Din.. Ratu sudah meninggal" jawab Lisa^^^
"A.. apaa... tidak mungkin lisa.. tidak mungkin." ucap Dinda tidak percaya. Ponsel Dinda terjatuh. Dinda langsung lemas Dinda syok.
"Ada apa nak.? " tanya Tiara
"Mama... hikzzz..." tangis Dinda dan langsung memeluk Mamanya.
Tiara segera mendekap sang putri. "ada apa sayang. kenapa kau begini, ada apa? " tanya Tiara
"Tidak benar apa nya nak? mama tidak tau apa yang kau tanyakan." jawab sang mama
"Maa.. Ratu meninggal ma... hikzzz.. " ucap Dinda sesenggukan.
"Ya Tuhan.. benarkah itu nak? mama tidak percaya." sahut Tiara
"Sabar nak.. sabar.. Ratu adalah anak baik. mama yakin Itu nak.' hibur Mamanya.
Dinda teringat tadi malam. saat dirinya meluapkan kesedihannya pada Ratu. " jika kau sebagai penebusnya. aku lebih baik memaafkan nya Ratu. jadi aku tak akan kehilangan kamu.hilkzx.. " Tangis Dinda
"sabar nak.." ucap Tiara
Tiara segera membawa Dinda msuk kekamarnya. "Istirahatlah nak. besok kau bisa mengunjungi makam Ratu. " ucap Tiara
Ratu.. tega kau ninggali aku. gumam Dinda yang sudah ada di kamarnya. berbaring miring sembari menatap foto Ratu dan dirinya. beberapa hari yang lalu mereka sempet ketemuan.
"Tante.. Dinda kemana? " tanya Alex.
"Nak.. apa benar Ratu sudah meninggal? " tanya Tiara pada Alex.
"Ratu... setau saya Ratu koma tante. dan di bawa ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan yang tepat" Jawa Alex
__ADS_1
"Tadi Lisa telpon. katanya Ratu sudah meninggal. dan sekarang Dinda tengah bersedih ada di kamarnya. " ucap Tiara.
"Yaa Tuhan.." gumam Alex.
Alex segera menelpon Dion tentang kebenaran berita itu.
Alex akan merasa bersalah jika tidak mengucapkan belasungkawa pada pak Ardi.
Setelah tersambung Dion pun membenarkan berita itu. Dion tidak memberi tau Alex. karena Dion merasa kabar kematian Ratu tidak penting buat bosnya
Dion lupa jika Ratu adalah sahabat Dinda
"Benar tante.. Ratu benar sudah tiada" ucap Alex membenarkan
"Kalo begitu. temuin Dinda nak, tolong hibur dia. tante nggak tega melihat dia kembali bersedih." pinta Tiara.
"Baik tante. saya akan hibur Dinda. " jawabnya lalu segera masuk ke kamar Dinda.
"Tante.. siapa yang meninggal? " tanya Neni
"Sahabat Dinda sayang. yang kemari kesini malam malam itu." jawab Tiara
"Ya Tuhan.. sesingkat itu umur dia ya tante " ucap Neni
"Iyaa.. Besok jangan lupa yaa.. pergi sama tante kerumah sakit." ucap Tiara pada Neni.
"iya tante.." jawabnya
"Din.." panggil Alex.
Hikzzz....
"Kamu yang sabar Dinda. Besok kita kunjungi Makam Ratu." ucap Alex.
"Hikzzz.. kenapa orang orang yang menyayangiku pergi meninggalkanku kak. Ratu itu baik kak. kenapa dia harus meninggal dulu." ucap Dinda sesenggukan.
"Tuhan punya rencana lain Din. orang baik pasti akan di ambil lebih dulu jika dia berada di lingkungan yang buruk. karena Tuhan sangat menyayanginya" jawab Alex.
...***...
pagi telah tiba.
Neni dan Tiara sudah siap. mereka akan pergi kerumah sakit.
Sedangkan Dinda beserta Arsha akan pergi ke makam Ratu dengan di antar Alex.
"Ratu.. Aku datang untukmu. maafkan atas ucapanku kemarin yaa.." ucap Dinda yang berada di samping gundukan tanah makam Ratu.
Dinda menangis menumpahkan segala kesedihan di sana.
"Dinda... " panggil Ardi.
__ADS_1
"Om.. Ardi.. " sahutnya.
...Bersambung...