CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Musibah


__ADS_3

Setelah Dion tau Neni tengah mengandung. Dion jadi lebih perhatian. sekarang Dion pulangnya lebih awal. tidak terlalu malam. karena ada yang tengah menanti setiap harinya


Kehamilan Neni sudah memasuki usia 4 bulan. Seharusnya Janin itu sudah berkembang dan sudah mulai ada pergerakan. namun Neni tidak merasakan ada nya pergerakan janinya. Memang kehamilan itu tumbuh seperti kehamilan pada umumnya.


"Mas Dion.. besok antar aku ke dokter Sasmita yaa.." ucap Neni


"emang kenapa. kan baru saja dari sana." ucap Dion.


"mas.. menurut Ahli kandungan. usia 4 bulan itu sang ibu akan merasakan ada gerakan gerakan kecil anak kita. tapi aku belum merasakannya." ucap Neni


Dion segera mendekat dan menaruh wajahnya ke perut Neni. "Biar mas cek dulu. " ucapnya


Neni membiarkan Dion untuk menempelkan pipi kanannya di perut yang mulai membuncit.


"Sayang.. bangun dong. mama hawatir nihh sama kamu. kenapa kamu tidak menyapa mama? " tanya Dion.


Neni mengelus lembut kepala suaminya. "Bagaimana mas. apa kau bisa merasakannya? " tanya Neni


Dion menggeleng. "Baik besok kita ke dokter Sasmita. mas akan izin sebentar." ujar Dion.


Neni menatap hampa Sang suami. Neni hanya berharap keadaan bayinya baik baik saja.


"Sudah.. jangan terlalu bersedih. kita akan segera tau keadaan bayi kita." hibur Dion.


Neni mengangguk lalu segera memeluk suaminya. "Aku takut.. aku takut mas." lirihnya


"Apa yang kau takutkan.? " tanya Dion.


"Semuanya.. Semuanya dari bayi kita ini." jawabnya.


"Sudah istirahatlah.. jangan terlalu berfikir yang nggak nggak." ucap Dion dan segera membawa Neni ke tempat tidur.


Dion mengelus perut Neni dengan lembut. "Anak papa yang sehat yaa.." gumamnya.


...**...


Dinda dan Alex tengah mengunjungi rumah Tiara. Semenjak Neni menikah. Tiara hanya di rumah seorang diri di temani beberapa pekerja


"Ma.. mama tinggal sama Dinda aja ya ma. biar nggak kesepian." ucap Dinda.


"Tidak sayang.. mama di rumah saja. rumah ini banyak kenangan anatara mama dan papa. jadi mama tidak akan pergi dari sini." jawabnya


"Tapi ma.. "


"Tidak apa apa. kau sering seringlah datang kesini. agar mama tidak kesepian." ucapnya


"Ma.. besok Alex ada pekerjaan keluar kota. Mama nggak ingin menemani cucunya? " tanya Alex


"Kalian saja yang tingal di sini. " jawab Tiara


"kalo Dinda tinggal di sini. Kejauhan dong ma sekolah Arsha dan Dinda kejauhan juga mam dengan rumahbsakit." ucap Dinda


"emang berapa hari Alex keluar kota nya? " tanya Tiara


"Yaa paling satu minggu mam.", jawab Alex.

__ADS_1


" Ya.. kalo begitu mama akan menjaga kalian. mama akan siap siap dulu." ucapnya. Dinda sangat bahagia mamanya mau tinggal bersama.


Tiara segera masuk ke kamarnya. mengambil beberapa pakaian ganti. tidak ada salahnya ikut menjaga putri dan cucunya


Beberapa jam kemudian.


Tiara sudah siap. Alex segera menyeret koper milik mertuanya dan Dinda segera berjalan dengan menggandeng tangan Mamanya.


"Sayang.. Kehamilan Neni sudah sekitar 4 bulan yaa.. selisih satu bulan sama adek nya Arsha " ucap Tiara memberi tau Dinda.


"iya ma.. semoga mereka di beri kesehatan ya mam." ucap Dinda yang mendoakan kebaikan kakak dan bayinya.


"Iiyaa.. tapi tadi pas mama telpon . hari ini Neni akan kerumah sakit untuk periksa kembali." ucapnya.


"Kok sering sering sihh.. Semoga saja semuany normal." ucap Dinda.


Dion dan Neni sudah tidak tinggal dengan mertuanya. mereka lebih memilih tinggal di rumah baru milik mereka. jadi tidak ada yang bisa di ajak ngobrol saat Dion bekerja.


Riana sang mama mertua sibuk dengan butiknya bersama Savana.


Mereka telah sampai di rumah Dinda. namun sebelumnya mereka menjemput Arsha terlebih dahulu.


"Oma. Arsha seneng deh ada oma. jadi Arsha punya teman main di rumah." celetuk Arsha.


"Oma sebenarnya juga suka. tapi Oma kan tidak bisa ninggalin rumah. " ucap Tiara pada Arsha


"Ma.. istirahat dulu. sini tempat tidur mama bersebelahan sama Arsha." ucap Dinda.


Tiara masuk ke kamarnya dan melihat melihat ruangan.


"Dinda tau.. makanya Dinda ingin mama disini saja." ujar Dinda


"Terimakasih sayang.." sambutnya.


Derttt... Derttt... Derttt...


ponsel Dinda berdering. "Sebentar mam.. kak Neni telpon . " ucapnya


"Di kerasin yaa sayang. mama ingin tau kabarnya." ucap Tiara


Dinda segera menggeser tombol hijau.. dan segera mengklik pengeras suara.


"Hallo kak Neni.. " sapa Dinda.


(......)


"Apaa..? " tanya Dinda tak prcaya


(.....)


"Sayang.. kenapa baru sekarang bisa di ketahui sihh..? " tanya Tiara


(....)


"Iya kak.. mama sementara tinggal sama Dinda." jawab Dinda.

__ADS_1


"Ya sudah kak.. nanti Dinda akan mengunjungi kakak bersama mama dan juga Kak Al." jawab Dinda.


...***...


"Apa Dokter?? " tanya Dion yang begitu terkejut. Dokter baru saja memberi tau jika kehamilan Neni.


"Hamil anggur (mola hydatidosa) disebabkan oleh proses awal pembuahan yang tidak normal. Memang secara fisik Kehamilan itu semakin membesar. namun tidak pada janinya. melainkan Ari ari." terang Dokter


"apa yang harus di lakukan dokter.? ' tanya Dion.


" Kami akan kembali cek lagi setelah itu kami akan memberi tindakan yang tepat. setelah itu ibu Neni harus istirahat dulu selama 1 tahun. jangan ada pembuahan dulu. di usahakan agar tidak terjadi lagi kasus seperi ini." terang Dokter Sasmita


Setelah itu Dion segera memberi tau orang tua Dion jika Neni harus melewati oprasi / kuret


Setelah itu Neni segera mengabari juga keluarganya. Neni langsung menekan tombol kontak Dinda. Neni nggak ingin Menelpon Tiara takut sangat mama akan kawatir


Malam hari Neni berhasil melewati proses operasinya.


Dion dengan sigap Siaga menunggu Neni.


"Mas.." Panggil Neni


"Ada Apa sayang? " tanya Dion


"Maafin aku. belum bisa memberi keturunan untukmu." ucap Neni


"Mas ngak apa apa. Mungkin Tuhan emang belum percayakan buah hati untuk kita." jawabnya sembari mengelus punggung tangan Neni. lalu mengecup penuh cinta


"Dion.. Neni.. " panggil Riana


"Mama." sambut Dion dan juga Neni


"Maafin Neni maa.. belum bisa memberi mama cucu." ucap Neni dengan rasa sedih


"Tidak apa apa sayang.. tuhanemang belum mempercayakan pada kalian. mungkin kalian harus lebih bersabar yaa. " jawab Riana


Derttt.. Derttt.. ponsel Dion berdering.


"mas Dio permisi dulu untuk angkat telpon. " pamit Dion.


"Ya hallo.. ada apa? " tanya Dion


"Bos.. ada yang membakar gudang bos." ucap Salah satu karyawannya Dion.


"Apaa.. kok bisa? " tanya Dion panik.


"Kami baru saja datang bos. untuk cek gudang. ternyata gudang sudah terbakar sebagian. dan kami segera menyelamatkan yang masih bisa di selamatkan."


"Baik. aku segera kesitu." jawabnya


Dion segera masuk dan berpamitan pada Mama dan juga Neni sang istri.


Setelah Dion pergi, Riana menatap Neni. entah tatapan apa itu bukan tatapan sedih juga bukan tatapan prihatin. Neni jadi salah tingkah saat mendapat tatapan yang tidak biasanya dari mertua.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2