
Alex memenuhi janjinya.
pagi ini Alex menyempatkan dirinya untuk mengantar mertuanya. Walau harus izin untuk sehari tak masalah.
"Kakak pergi dulu. paling nanti sore sudah kembali lagi" pamit Alex pada Dinda.
"Iya kak.. hati hati yaa." ucap Dinda
Tiara segera pamit pada putri bungsunya . "Sayang bagaimanapun juga Neni itu putri mama. kamu jangan cemburu yaa jika mama jauh jauh mau mengunjunginya." ucap Tiara
"Mama.. mama ngomong apaan sihh.. Dinda malah seneng mama masih memperhatikan kak Neni. mama jangan mengira jika Dinda iri pada kak Neni. Dinda memiliki kalian itu suatu anugerah yang sangat besar buat Dinda mah." Sahut Dinda
"Terimakasih sayang.. kau memang dari dulu anak yang baik. mama bangga punya anak seperti kamu." ucapnya
"Dinda juga bangga sama mama." balasnya
Tiara segera meninggalkan Dinda sendiri. Tiara juga sangat merindukan putri sulung nya.
Sejak kecil belum pernah memberi kasih sayang pada Neni. begitu ingin memberi cintanya pada Neni. Neni sudah di ambil jodohnya
"Sudah maa? " tanya Alex
"Sudah nak. ayo berangkat." ucapnya
Mereka segera menuju bandara. Hari ini Tiara tidak memberi tau jika dirinya akan mengunjungi putri sulung nya
Tiara hanya ingin memberi kejutan pada Dion dan Neni.
...**...
"Sayang.. kau di rumah mama yaa... biar ada yang bisa di ajak ngobrol. " ucap Dion
Saat ini Neni dan Dion tengah menikmati sarapannya.
"iya mas... tapi Neni nggak mau berlama lama di sana. " ucapnya
"Nanti mas pulang lebih cepat. karena Mas nggak ingin jauh jauh dari kamu." ucapnya
"Ihh mas Dion gombal." sahutnya
"beneran ini sayang." tambahnya
"Ya udah.. Neni tunggu mas jemput Neni." ucap Neni
Mereka segra menghabiskan sarapannya.
...*...
"Maa.. Dion titip istri Dion di sini. jangan di suruh kerja berat. istri Dion lagi masa pemulihan." ucap Dion.
"Iyaa" jawabnya
Dion segera berangkat ke kantor. Neni masuk ke kamarnya Dion beristirahat di sana.
__ADS_1
"Kak.. " panggil Sava
"Iya Sav.. ada apa? "
"Mau ikut ke butik nggak." tanya nya
"Boleh.. Kakak boleh ikut." tanya nya
"Boleh dong.." jawabnya
"Nggak usah ikut. Neni lagi masa pemulihan. biar dirumah istirahat. ntar mama di marahin Abangmu.'" sahut Riana
"Ohh.. iyaa kakak di rumah aja. Biar cepet pulih dan cepet bisa kasih mama cucu." ucap Savana.
"Ya sudah kak.. Sava brangkat dulu." pamitnya.
Sava pergi tinggal ada Neni dan Riana.
"Nanti kalo ada waktu. bersihin pekarangan jangan malas bergerak. biar otot otot kembali nirmal." ucap Riana
Neni hanya mengangguk.
"Ma.." panggil Neni
Riana behenti dan menatap sang menantu.
"Terimakasih untuk makanan yang tadi malam. Neni menyukainya. " ucap Neni.
Riana mengernyitkan keningnya. lalu tersenyum "oohh.. itu.. itu mah makanan murahan. mama tidak suka jadi yaa mama kasih ke kamu." jawab nya
*makanan murahan. tapi tidak dech.. makanan itu sangat mahal. aku pernah di ajak mas Dion ke tempat makanan itu. harganya sangat mahal sekali.* batin Neni
Riana sudah berangkat ke butik. Lalu Neni segera mengerjakan pekerjaan yang mertuanya tadi minta.
Neni segera membersihkan rumput rumput liar.
"Non.. sudah Non. ini biar mang Ali yang ngerjain." ucap Bik Ranti
"Nggak papa bik.. Neni nggak papa ngerjain ini." ucapnya.
"Jangan Non .. mending Non istirahat saja." ucapnya
"Sayang.. " panggil Tiara.
Neni menoleh dan menatap suara wanita yang memanggilnya
"Mama.. " sambut Neni. Neni langsung berlari kearah sang mama.
"kau sudah baikan? " tanya Tiara
"Sudah mam.. ini Sudah ikut membantu bibik bersihin taman." jawabnya.
"Al.. ayo masuk." ucap Neni
__ADS_1
Mereka segera masuk. bik Ranti masuk untuk membuatkan minuman.
"Mama hawatir banget dengan keadaan mu nak. mama bersyukur kau baik baik saja " ucapnya
"Al.. kok nggak bilang mau kesini? " tanyanya
"Mama ingin bikin kejutan." jawab Alex
"Mama akan nginap di sini satu minggu." ujarnya
Neni seneng mendengar mamanya yang ingin menginap.
"Nanti nginap di rumah Neni ma.. Disini karena mas Dion kerja dan Neni nggak ada temannya. jadi mas Dion meminta Neni untuk tinggal di rumah mama." Jawab Neni
"Sekarang aja yuk kak kerumah kamu." ucap Tiara
"Sebentar Neni bilang dulu sama mas Dion. dan pamit sama Mama Riana." ucap Neni
"Bagaimana mertuanu nak? apa mereka memperlakukan kamu dengan baik? " tanya Tiara
"Iya ma.. Mama Riana memperlakukan Neni dengan baik. adek mas Dion dan papa juga." jawabnya
...***...
Sedangkan Alex sudah pamit untuk pulang karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk.
Di bandara Alex melihat mobil Dion terparkir rapi di parkiran. Alex mengernyitkan keningnya
"Dion.. sedang apa di sini? " batinnya. Alex berusaha berpikir positif. mungkin saja sedang menjemput klien nya. Secara Dion kan penerus perusahaan jadi sudah tentu banyak kolega kolega dari luar kota maupun negeri.
Alex melanjutkan langkahnya. Menuju pintu masuk bandara. Karena Alex juga harus sampai di kotanya sebelum malam. Tidak ingin meninggalkan sang istri yang tengah hamil besar sendiri di rumah. hanya bersama beberapa pekerja yang di rumah.
biasanya Alisia sering datang berkunjung. Kamu setelah papa Alex lebih suka tinggal dengan Alisia Alisia jadi mengurangi jadwal ke luar.
...***...
4 bukan kemudian.
Dinda tengah memberi Asi pada Abyan putra keduanya.
"Anak papa ganteng yaa.." puji Alex. sembari menoel pipi Abyan
"Jangan lupa.. jemput Arsha kak." ucap Dinda
Derttt Derttt.. ponsel Alex berdering.
Alex segera menggeser tombol hijaunya
"Iyaa Halo kak. ada apa? " tanya Alex.
Yang menelpon sepagi ini adalah Neni.
"Apaa???
__ADS_1
...Bersambung...