
Aaaaa.... Teriak Condet. saat Condet merasakan begitu perih di bagian wajahnya .
Wajah Condet memucat saat merasakan ada cairan hangat yang mengalir di pipinya.
"Ok.. ok.. saya akan mengatakannya. jangan ambil mataku tuan. saya akan beri tau siapa orang itu. " ucap Condet
"Tidak perlu.. Karena aku ingin kedua mata mu ini." ucap Alex mulai menakuti Condet. geram rasanya saat Condet bersikukuh tidak akan mengatakan.
"Jangan tuan.. saya akan ceritakan semuanya tentang majikan saya. tapi saya mohon jangan ambil mata sya " mohon Condet
Alex segera menurunkan belati nya. Lalu menatap Condet. "Sekarang katakan padaku. sebelum aku berubah fikiran. dan aku benar benar mengambil matamu." ucap Alex sembari mencengkram rahang Condet.
"Dion.. cepat rekam semua pengakuan Condet. " titah Alex
"Sa.. saya di bayar oleh Nyonya Sarah. Dan saya di ancam. jika saya membocorkan ini. maka istri dan anak saya yang akan di lukai." jawabnya.
"Ceritakan.. apa saja yang sudah kau lakukan untuk wanita itu? " tanya Alex. Dengan ucapan mulai tidak bisa di kontrol.
"27 tahun yang lalu saya di perintahkan untuk menculik seorang bayi. dan bayi itu adalah anak Pak Darmawan. Bayi itu saya taruh di pemukiman warga yang jauh dari kota ini." ucap Condet
Condet mengakui semua kejahatan atas perintah Sarah.
Alex menggeram. "Dan ternyata Sarah punya dendam pribadi dengan orang tuang Dinda. Apa yang Membuat Sarah begitu dendam pada keluarga Dinda? " batin Alex
...***...
"Selamat malam Bu Tia.. " ucap Pak Ardi.
"Ehh selamat malam Pak. duhh ada jenk Sarah juga. silahkan masuk pak." ucap Mutiara mempersilahkan tamunya.
"baru saja keluarga Lisa dari sini. ini sudah kedatangan tamu lagi." sambut Tiara pada keluarga Ardi
"Turut berdukacita jenk Tia. Kami baru mendengar sore ini." ucap Sarah sembari memeluk Tiara.
"Terimakasih jenk. saya juga tidak menyangka mas Darmawan akan secepat ini meninggalkan kami. apa lagi baru beberapa minggu ini kami baru berkumoul dengan putri dan cucu kami." jawab Tia
__ADS_1
"Ohh.. iya Dinda juga sudah pulang kan yaa.. Saya ikut senang Dinda sudah memaafkan papanya.", ucap Sarah berbasa basi
" Iya terimakasih.. sudah menyempatkan untuk datang kesini jenk.", balas Tia.
Ratu bersama Dinda tengah duduk di ruang tengah.
"Aku juga tidak percaya. papa sudah tiada Rat. rasanya kebahagiaan itu baru saja tercipta di keluarga ini. tapi ternyata kebahagiaan kami adalah awal dari kesedihan kami yang berkepanjangan" ucap Dinda dan tetap masih merasakan kesedihannya.
Disini juga ada Vita dan keluarga Vita. saat ada kabar jika papa Dinda meninggal Vita dan keluarganya segera berbondong bondong mengunjunginya.
"Yang sabar Dinda.. Suatu saat kebahagiaan itu akan kembali tercipta di keluarga ini. aku yakin Tuhan sudah merencanakan kebahagiaan yang lebih besar setelah ini." hibur Ratu
"Terimakasih Ratu.." ucap Dinda. lalu segera memeluk Ratu dan kembali tergugu
Ingin sekali Ratu menceritakan jika semua ini adalah ulah mamanya. namun Ratu tidak tega juga tidak mau jika Dinda akan membenci keluarganya. Selama ini hubungan keluarganya dengan keluarga Dinda sangat baik. jadi Ratu hanya berharap semoga mamanya bisa berubah. dan mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada keluarga Dinda.
Walau mereka tidak mau memaafkan setidaknya sang mama mau mengakui kejahatannya.
Alisia kembali datang bersama Boby. dan juga Suaminya. sudah sejak tadi namun mereka asyik bermain dengan Arsha di ruang keluarga.
Memang dari dulu Alisia dan Mutiara ada sahabat. jadi tidak ada yang salah jika Alisia begitu akrab di tambah lagi Alisia juga mempunyai ikatan batin di keluarga ini. yaitu Putri Alex yang secara tidak langsung juga telah mengalirkan darah di bocah kecil itu.
"Saya pulang dulu Tia. Ini Papa nya Alex sudah ngantuk katanya" pamit Alisia yang sudah berdiri mau segera pulang.
"Terimakasih Alis. sering seringlah kesini. tengok juga cucu kita" ucap Tia. dan mereka pun segera berpelukan dan cipi cipi.
"Mah.. Bang Boby. sudah mau pulang. " tanya Alex yang juga kembali datang malam ini.
"Iyaa nak. papamu sudah mengantuk katanya." jawab Alisia
"hati hati ma.. pa.." pesannya
"Kau sendiri malam malam kesini. jangan terlalu larut bertamu di rumah gadis. tidak baik. " ucap Papanya
"Alex ada keperluan yang sangat penting pa.." jawabnya.
__ADS_1
"Ya sudah mama dan papa pulang dulu." ucap Alisia dan langsung segera meninggalkan rumah Darmawan
Alex masuk dan melihat jika sedang ada Sarah dan Ardi disini.
"Selamat malam bu Sarah.." sapa Alex. Sengaja Alex menyapa lebih dulu Sarah. Alex ingin tau reaksi Sarah
"ohh.. iya selamat malam juga pak Alex." jawabnya.
Alex segera dudu dan membuka obrolan dengan Mama Dinda. sengaja biar Sarah ketakutan.
"Tante.. say sudah menemukan orang yang membuat berita palsu itu. dan telah menghilangkan nyawa Pak Darmawan." ucap Alex
"Syukurlah..." ucap Pak Ardi dan juga Tiara.
Sarah terdiam wajahnya mulai terlihat tanpa ada expresi apapun.
"Masukkan dia di penjara Nak Alex. Saya tidak akan memaafkannya. " ucap Mutiara
"Betul sekali Buu Tia. buat dia kapok. saya juga geram pada orang semacam itu. apa mungkin orang itu punya dendam pada keluarga ini" tambah pak Ardi.
"Saya merasa tidak memiliki musuh Pak. yaa namanya juga bisnis. terlihat di depan baik. namun di belakang sangat menginginkan kehancuran suami saya. yaa saya juga tidak tau." jawab Mutiara
"Saya akan membuat dia malu terlebih dahulu. sebelum saya membunuhnya." ucap Alex sembari melirik ke wajah Sarah.
Sarah mulai di rundung rasa gelisah. wajahnya memucat. "Condet.. di mana kamu? apa benar Alex sudah berhasil menemukanmu?" batin Sarah.
"Dan saya.. saya akan pastikan usaha suaminya itu akan saya buat bangkrut terlebih dahulu. sebelum saya memenjarakan nya." ucap Alex yang semakin marah. kali ini Alex bicara dari hati Alex sendiri.
"pa.. ini sudah malam. kita pamit pulang yuk. mama sudah ngantuk." ucap Sarah.
"ya sudah.. panggil Ratu mam. papa juga besok pagi ada pekerjaan keluar kota." ucap Ardi
"Bu Tia.. kami pamit pulang dulu.. " pamit Pak Ardi.
...Bersambung...
__ADS_1