
"Al.. siapa ini?" tanya Alisia.
"Ehh mama.. " ujar Alex.
"Sayang ini nenek Arsha." ucap Alex pada Arsha.
"Hah..!! nenek..??" Ujar Alisia
"Bukannya Mama ingin segera memiliki cucu?" tanya Alex
"Al.. yang benar saja.. jangan becanda." sangkal mama nya yang masih belum percaya.
"Maaa..ini tidak becanda. kenalin ini Dinda. Calon menantu mama." tambah Alex.
Dinda segera menjabat tangan Mama Alex. lalu mengecup punggung tangannya.
"Ayo Mama, kita segera masuk. bukannya kehadiran Alex sudah di tunggu?" tanya Alex . dan langsung menggandeng tangan Dinda.
Alisia menatap langkah Alex dan juga Dinda dari belakang. "Apa iyaa.. dia itu putri Alex? rasanya kok tidak yakin. " gumam sang mama
"Selamat malam semuanya." sapa Alex.
Sontak mereka pun segera menjawab ucapan selamat malam dari Alex. Namun mereka begitu kaget saat Alex membawa seorang wanita dan menggendong seorang anak yang sangat cantik.
"A l e x a n d e r." gumam Sari dengan bibir terbukanya
"Alex.. Dia.. dia dokter Ayunda. ada hubungan apa kau dengan beliau? " tanya Boby
"Dan ini.. siapa gadis mungil ini?" tambah Boby.
"Dokter? bagaimana Abang bisa tau Dinda seorang dokter? " tanya Alex Juga bingung. Yaa Alex tau jika Dinda seorang dokter. namun Alex tidak tau jika abangnya juga tau Dinda.
"Dia yang merawat papa waktu di Negara S." jawab Boby.
"Sudah.. sudah. kita ke sini kan untuk makan malam kan? " ucap Alisia menengahi juga mengalihkan pembicaraan.
"ohh iyaa.. Ayoo masuk. bibik sudah menyiapkan makan malamnya." ucap Alisia lagi.
"Dinda.. " panggil Ratu. Dari tadi Ratu masih di buat kebingungan. juga tak percaya jika yang ada di depanya adalah Dinda sahabat semasa sekolahnya.
__ADS_1
Dinda menoleh dan menatap wanita yang sudah memanggilnya. Dinda mengerutkan keningnya masih pangling dengan wanita itu.
Sedangkan yang lain sudah berada di ruang makan.
"Kau Dinda sahabatku kan? " tanya Ratu.
"Siapa kamu?" tanya Dinda. karena penampilan Ratu sangat berbeda malam ini. lebih anggun dan sangat cantik.
"Aku Ratu.. kau lupa padaku? " tanya Ratu.
"R a t u.. " gumamnya. Ratu segera mengangguk. mereka pun saling memeluk.
" jadi benar gosip itu Din? " tanya Ratu.
"Gosip apa Ratu? " tanya Dinda.
'Gosip tentang kehamilanmu? " tanya nya
"Mama.. " panggil Arsha. yang dari tadi celingak celinguk mencari keberadaan mamanya.
Alex ikut menyusul Arsha yang sedang menghampiri mama nya
mereka pun segera berjalan ber4 menyusul yang lainnya.
Sari tidak lepas dari menatap wajah Dinda. rasanya ingin Menenggelamkan Dinda dari dunia ini.
Sedangkan Alex selalu menampakkan kehangatannya pada Arsha dan Dinda. Bukan apa apa. hanya ingin menampakkan Jika dirinya sudah memiliki calon keluarga yang hangat. dan Tidak ada lagi yang mempertanyakan tentang hubungan mereka berdua.
"Ma.. mama tau nggak. Dinda itu sahabat aku ma." ucap Ratu yang langsung nyeletuk di depan dua keluarga.
"hem... Sahabat kamu yang mana? " tanya sang mama lagi masih belum tau.
"Dinda ma.. anaknya tante Tia." jawab Ratu sembari menjelaskan.
Alisia jadi ingat. Dulu Dirinya dan Tia sempet ingin njodohin Alex dan Dinda. namun Alisia membatalkan nya karena Alisia rasa Dinda masih sangat kecil. dan pasti Alisia tidak ingin putranya itu terlalu repot dengan sikap manjanya Dinda.
Namun Tuhan ternyata punya rencana yang sama buat memuluskan rencana mereka. hanya saja mereka belum menyadarinya.
"Oohh.. yang kata kamu menghilang dari sekolahan karena kasus hamil itu? " tanya Sarah lebih memperjelas agar Semua yang ada di sini tau, jika Dinda bukan wanita yang baik untuk Alex.
__ADS_1
"Ma... " panggil Ratu. Ratu merasa bersalah sudah mengingatkan sang mama tentang Dinda.
"Emang begitu kan.. Dia keluar dan di usir oleh Darmawan karena tidak tau siapa ayah bayinya? " tambah Sarah. .
"Maaf bu Sarah.. anda salah, Dinda hamil anak saya. dan itu murni anak saya." ucap Alex mengklarifikasi.
"Nak Alex.. belum tentu.. orang Dinda nya aja tidak tau siapa ayahnya. pasti dia itu sudah melakukan bersama pria lain juga." sahut Sarah.
Dinda menunduk wajahnya mulai merona. kelopak matanya kembali menghangat. 'Tidak cukupkah penderitaan selama ini yang Tuhan berikan? ' batin Dinda.
Alex segera meraih tanganya Dinda meremas dengan sangat lembut.
"Dinda, tidak tau siapa ayahnya. itu karena saya tidak mengenalkan diri saya padanya. dan jadi tolong jangan ungkit masa lalu Kami." tegas Alex.
"Nak Alex seharusnya tau.. bisa menilai wanita yang baik. kalian belum saling mengenal saja dia sudah mau tidur sama nak Alex. " ucap Sarah tak mau kalah dan tidak berhenti untuk mempermalukan Dinda
"CUKUP BU SARAH.. JIKA ANDA MASIH MENJELEK JELEKKAN IBU DARI PUTRI SAYA SEBAIKNYA ANDA SEGERA KELUAR DARI RUMAH INI." bentak Alex.
"Nak.. tenang yaa.." ucap Alisia menenangkan putranya
"Tenang kak.. ada Arsha.. Dinda hawatir Arsha akan ketakutan." ucap Dinda mengingatkan Alex.
"Maafkan kakak yang sudah emosi." balasnya.
" jadi gimana ini Jeng Alis.. Bagaimana dengan rencana kita? " tanya Sarah pada Alisia.
Alisia terdiam lalu menatap Alex dan Gadis kecil yang duduk di samping Alex.
"Saya... saya sih terserah Alex saja jenk. saya tidak bisa memaksa nya." ucap Alisia
"Apa maksud mama terserah saya? " tanya Alex kebingungan
"Nak.. malam ini sebenarnya adalah mama ingin merencanakan pertunangan kalian. tapi Kamu benar jika sudah memiliki seorang anak. mama tak bisa memberi keputusan. mama serahkan saja padamu." ucap Alisia
" ohh.. Kalo begitu saya minta maaf. saya tidak bisa mengikuti rencana mama. karena saya sudah menemukan keluarga saya.. " Jawan Alex.
...Bersambung...
( Selamat menunaikan ibadah puasa 1443.H. semoga amal ibadah kita selama bulan romadhon di Terima oleh Alloh dan di lipat gandakan pahala sekecil apapun ibadah yang kita amalkan. TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM. TAQOBBAL YA KARIIM🤲😍 )
__ADS_1