CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Pertemanan Arsha dan Alex


__ADS_3

"Dion. ada apa? " tanya Alex


"Dinda bos. tadi saya melihat Dinda di sini." jawab Dion dengan nafas terengah engah karena habis mengejar Dinda.


"Teruss. di mana sekarang dia? " Alex


"Itu dia bos. saya mengejarnya, namun Dinda sudah tidak ada. " jawabnya.


"Kalo begitu.. kita harus liat CCTV di sini Dion." ucap Alex


"Maksud bos? " tanya Alex tak paham maksudnya


"Kita lihat Dinda tadi kemana? dan naik apa " ucap Alex menjelaskan


Mereka segera pergi ke depan, di mana Alex dan Dion mendatangi pos security. untuk Melihat yang Dion ceritakan.


Namun sayangnya di sini begitu sangat ketat. orang lain tak bisa melihat di ruang oprator CCTV. selain karyawan dan petugas petugas di sini. hanya pada saat ada yang benar benar di butuhkan.


Dengan perasaan kecewa lagi. Alex segera meninggalkan pos satpam bersama Dion. Alex beserta Dion kembali masuk untuk menjenguk papanya.


Dion dan Alex segera masuk ke ruang rawat papanya setelah sampai di depan ruangan papanya


"Bang.. " panggil Alex di sana juga ada ibu tiri mereka.


"Bagaimana papa bang? " tanya Alex


"Tadi dokter bilang papa tidak kenapa napa. itu hanya reaksi efek dari oprasi tadi malam. " jawab Boby


Dion menatap tulisan yang ada di papan brangkar. Dan melihat siap dokter yang menangani Bos besarnya


'Dokter Ayu. ' gumamnya.


...***...


Dinda sudah sampai di tempat tujuanya.


Hari ini Dinda akan membuat laporan evaluasi hasil pembelajaran di luar kampuus. Dinda dan bersamaa beberapa temanya. memilih magang di rumah sakit yang berada di pelosok. ini adalah kegiatan dari kampus karena pengajuan nilai dan target waktu masa belajar Dinda hanya mengambil 1,tahun 6 bulan.


Agar dirinya cepat selesei dan kembali ke negaranya. untuk mencari ayah putrinya.


Disana Dinda dengan beberapa temannya yang terdiri dari 5 orang. orang yang sudah teruji kwalitas nilai IPnya.


mereka melewati beberapa jalan yang basah dan banyak lubang.


Hingga sore hari Dinda dkk sudah berada di tempat yang di tuju.

__ADS_1


"Untung cuma 3 hari. " celetuk jenifer


"Iyaa.. mana di sini nggak ada signal dan lihat kita akan berjalan selama 30 menit ke arah lokasi setiap hari." tambah Sasmita


Dinda hanya mendengar kan obrolan mereka. tak ingin banyak bicara. Dinda hanya ingin cepat selesaikan semua nya syukur syukur sebelum 3 hari Dinda sudah berhasil mewawancarai kepala rumah sakit.


mereka istirahat sebentar. sambil melihat lihat indah nya daerah yang sedang mereka kunjungi.


...**...


Pagi telah tiba.


Arsha sudah bangun dan mencari Neni. Namun Arsha tak melihat wanita itu


Arsha mengelilingi setiap ruangan yang biasa Neni tempati. namun Arsha tidak berhasil menemukannya.


Arsha pun segera keluar dan berjalan ke taman. wajahnya yang alami saat bangun tidur pun terlihat menggemaskan. Arsha duduk di bangku taman sambil melihat orang yang masuk ke area apartemennya


Dengan bibir manyun dan muka yang begitu memelas. sangat menarik perhatian pria yang sedang duduk di taman. yang tengah melakukan panggilan pada Klienya


Setelah selesei obrolannya. pria itu berjalan melangkah ke arah Arsha yang sedang melamun.


"Kata mama.. kita tidak boleh sedih." ucap Alex yang membuat Arsha terjangkit. dan langsung fokus pada pria yang ada di sampingnya.


"dari wajahmu. kamu itu terlihat sedang sedih. kenapa tidak jujur saja sama om? " tanya Alex


"Om.. " panggil Arsha


"Hemm?" jawabnya


"Om punya papa nggak? " tanya Arsha


"Punya." jawabnya


"Kenapa nanya gitu? " tanya Alex


"Alsa tidak punya papa. " ucap Arsha. yang menampakkan wajah sedihnya


"Kok begitu? emang papa kamu kemana? " tanya Alex


"kata mama. papa sedang kelja sama Tuhan" jawabnya.


"Ohh.. " jawabnya.


"Om.. om mau nggak jadi papa Alsa? " tanya Arsha lagi

__ADS_1


"Kita jadi teman saja ok?" jawab Alex


"Alsa maunya punya papa. Teman Alsa udah banyak." jawabnya


"emmm.. kalo begitu kita kenalan dulu. " ucap Alex


Arsha mengangguk dan segera mengulurkan tanganya


"Alsa om. ", ucap Arsha mengenalkan dirinya.


" Alsa " jawabnya


"Bukan. tapi ALSA" ucap Arsha lagi


"Iyaa.. Alsa kan? " jawab Alex yang hanya tau namanya Alsa


"Bukan om. tapi ALSA. " ucap Arsha


"Ya udah. nama Om Alexander. panggilnya Alex" jawabnya


"Alesandel?" tanya Arsha


Alex tersenyum "ternyata gadis ini belum bisa mengucap huruf L" batinnya


"Iya.. kau pasti namanya ARSHA kan? " tanya Alex.


"Iya.. kita teman sekalang kan om? " tanya Arsha


"Iyaa kita berteman sekarang. " jawabnya.


Arsha tertawa bahagia. begitu sangat lucu dan menggemaskan, Alex pun tak tahan melihat kelucuannya Alex segera mencubit hidung Arsha dengan gemas.


"Om sakit. ", ucap Arsha yang segera menghalau tangan Alex.


"Jadi Arsha ini kenapa sendiri di sini di mana mama dan papa?" tanya Alex


"Papa kelja. mama juga kelja. Alsa sama ante " jawabnya


"Ohh.." jawab Alex.


"Arsha mau makan? " tanya Alex


ARSHAAA...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2