
...**...
Usai acara resepsi pernikahannya. Dinda segera masuk ke kamar. Dinda segera membersihkan tubuhnya dari keringat dan segera berganti pakaian dengan gaun tidurnya.
Alex masuk dan melihat Dinda sudah melepas segala pernik pernik pernikahannya. "Kau meninggalkanku sayang." bisik Alex. tepat di telinga Dinda
"Ihh kak geli.." jawab Dinda
"Tidak.. aku hanya masuk ke kamar karena sudah sangat nggak nyaman dengan pakaian itu." jawabnya.
"kau meninggalkan aku. Aku ingin mandi bersama denganmu." ucapnya.
"Ishh kak.. mandi sendiri lah kak." jawab Dinda. dengan rasa malu malu. "beginikah rasanya jadi pengantin. segalanya harus berdua. mempunyai seorang yang akan menemaninya tidur." batin Dinda.
"ya sudah.. kakak mandi dulu." lanjutnya.
'kenapa yaa jantungku begitu berdebar debar kayak gini. biasanya juga biasa sajaa saat melihat kak Al. tapi ini.. kini perasaan itu sangat berbeda.' batin Dinda.
15 menit kemudian.
Alex sudah keluar dari kamar mandi. tubuhnya sudah sangat segar. dengan rambut basah dan hanya memakai handuk yang melilit di tubuh bawahnya.
Aaa... teriak Dinda. lalu segera menutup matanya.
Alex segera menghampirinya. "Ada apa sayang.. ada yang membuatmu takut kah? " tanya Alex.
"Kak Al.. cepat pakai bajunya. Aku malu." jawabnya.
Mendengar penuturan Dinda Alex jadi ingin ngerjain sang istri.
"malu.. malu pada siapa?" tanyanya
"kaka ituu.. cepat pakai bajunya. itu sudah Dinda siapin." jawabnya.
"Apa kau lupa.. dengan kejadian malam itu. di mana kita sama sama tidak memakai sehelai benang pun. dan Tubuh kita menyatu tanpa kita minta.? " tanya Alex
"Itu beda kak. itu kecelakaan." jawabnya
"Jadi apa kau lebih menyukai saat kecelakaan itu.?" tanya Alex yang mulai kesal.
Dinda segera membuka wajahnya. lalu manatap Alex bersamaan dengan Alex yang juga menatapnya.
Dinda menggeleng.. "Aku benci kecelakaan malam itu." jawabnya
Alex segera merengkuh kepala Dinda lalu menenggelamkan di dada bidangnya. "Aku juga benci malam itu. aku lebih suka suasana malam ini. di dalam satu kamar dengan perasaan cinta. aku ingin selalu ada dalam suka dan dukamu Dinda. jadi mulai saat ini. terbukalah padaku tentang yang membuat kamu suka dan tidak dariku." ucap Alex.
"Kak.. " panggilnya
"Hemm.. ada apa? " tanya Alex yang masih mendekap Dinda.
"Aku tidak suka kakak hanya memakai handuk di kamar ini." jawabnya
"Kenapaa? " tanya Alex. "kita sudah sah jadi suami istri. kita bebas melakukan apapun berdua. termasuk mengulangi malam indah kita yang dulu." jawabnya
"Dinda masih malu. " jawabnya
__ADS_1
Alex segera mendongakkan wajah Dinda. lalu mengecup bibirnya pelan. Alex ulangi lagi kecupan itu. hingga Dinda mulai menerimanya dan membalas kecupan bibir Alex. Tidak di sadari kecupan demi kecupan itu menjadi ciu*an yang saling menuntut.
...***...
"Mentari pagi begitu menyilaukan mata kedua insan yang baru saja terlelap dari tidurnya.
Dinda segera bangun. dan mendengar dengkuran halus milik suaminya. " Pagi ini.. begitu sangat indah. saat bangun di temani oleh pria yang ku cintai." ucap Dinda lirih.
Dinda menelusuri wajah Alex dengan punggung jarinya. Dinda mengecup pipi Alex. lalu segera beranjak dari tempat tidurnya.
"Mau kemana.. hemm.. kau sudah membangunkan macan tidur. harus bertanggung jawab." ucap Alex yang sudah mengunci tubuh Dinda.
"Kak.. ini sudah pagi. bukannya kita akan pindah hari ini? " tanya Dinda.
"Iyaa.. tapi masih terlalu pagi ini jika kita bangun." jawabnya
"Kak.. Arsha harus sekolah. dan kita harus mengantarnya." ucap Dinda lagi.
"Tadi mama sudah bilang, jika hari ini mama yang akan antar Arsha sekolah. jadi kita masih bisa menuntaskan yang tadi malam." jawab Alex.
"Kak.. 'Cupp' " ucapan Dinda terpotong saat Alex segera mendaratkan bibirnya di bibir Dinda
"Sekali lagi yaa.." pinta Alex.
Dinda tak bisa menolak saat melihat wajah Suaminya sudah sangat menginginkan. Dinda mengangguk malu malu.
...**...
Neni tengah berada di ruangannya.
"nggak sopan. masuk ruangan orang hanya ngucap Hai.. " balas Neni
Dion segera menghampiri Neni. "jangan mudah marah. cepet tua loh." ucap Dion.
"Ada apa kesini? " tanya Neni
"Sesuai janjiku kemarin. kalo bos sudah menikah aku akan ngajak kamu jalan jalan." jawabnya
Lalu meraih tangan Neni untuk berdiri.
"Aku sibuk Dion.. aku masih banyak pekerjaan." jawabnya
"Kalo begitu nanti malam yaa.. aku ajak makan malam." tawar Dion.
"Yaa lihat nanti yaa.." jawabnya
"Harus bisa.. kita terlalu di sibukkan oleh pekerjaan kita. hingga kita tidak sadar dengan usia kita yang semakin menua." balas Dion
"Iyaa ntar jemput aku." sahut Neni
"Ngomong ngomong aku dan keluargaku akan bertamu kerumahmu dalam waktu dekat ini." ucap Dion.
"Mau ngapainn.? " tanya Neni
"Mau melamar calon istriku." jawabnya. Neni langsung menunduk
__ADS_1
Dion tersenyum lalu segera mengecup kening Neni.
"Aku pergi dulu. masih banyak pekerjaan." pamit Dion karena juga masih banyak pekerjaan.
...**...
Sudah 4hari ini Dion tidak menampakkan batang hidungnya. yang katanya akan jemput jalan jalan hanya omong kosong .
Biasanya Dion yang mengantar pesan pesan dari Alex. tapi kini yang mengantarnya adalah Wahyu.
hati Neni dibuat gelisah. perasaanya menjadi takut. takut akan kehilangan Dion.
Pesan yang Neni kirim lewat aplikasi hijau. hanya centang satu sejak 3 hari yang lalu.
"Di.. kemana kamu? apakah kau serius mencintaiku. jika ia.. kenapa kau tak pernah datang lagi padaku." gumam Neni. yang mulai di landa Rasa rindu akan sosok Dion.
"Dion.. cepatlah datang. aku merindukanmu " ucap Neni begitu lirih. sembari menatap kontak Dion. yang terlihat aktif 10 Maret dan sekarang sudah tgl 13 maret.
"Alex.. Alex pasti tau Dion di mana? " gumam Neni. lalu segera mengambil tasnya dan beranjak dari kursi kerjanya
"Bu Neni.. masih ada rapat hari ini. bersama pak Ardi. " ucap Pak Very
"Di undur dulu ya pak. saya ada urusan sebentar." jawab Neni
Neni segera mencari pak Supri. untuk mengantar ke kantor Alex.
...**...
Alex tengah duduk di sofa bersama Dinda
"Kak.. makan dulu. Dinda udah buatin makanan kesukaan kakak." ucap Dinda.
"Pa.. Arsha boleh main di meja papa? " tanya Arsha
"Mau main apa Sha? di laptop papa tidak ada permainan. " jawabnya
"Al... " panggil Neni saat sudah berada di pintu ruang kantor Alex.
Dinda dan Alex segera mendongak. "Kak Neni.. ada apa?" tanya Dinda.
"Al.. ehmm. anu.. ehmm.." Neni jadi gugup. yang mau di tanyakan ke Alex tiba tiba hilang semua
"Ohh ini.. kemarin Dion minta Kakak untuk buat proposal baru. emang proposal apa? aku belum sempat bikin karena belum jelas." ucap neni sebagai alasan.
padahal Dion kemrin sudah menjelaskan bahkan sudah jadi di meja pak Wahyu.
Alex mengernyitkan keningnya. "Proposal apa sih kak. kemarin pak Very sudah mengantar kesini kayaknya dan sekarang ada di meja pak Wahyu." jawab Alex
"Ohh sudah yaa.. " tanyanya lirih. seolah Neni tengah bersedih karena kehilangan sesuatu yang amat di cinta
"Kak.. kak Neni kayaknya butuh Refreshing nih.. ayok kak kita jalan jalan ke mall dulu. sama Arsha juga." ucap Dinda
Neni hanya mengangguk. rasanya sangat hampa 4 hari tidak bertemu dengan Dion
...Bersambung...
__ADS_1