CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Kesabaran Neni


__ADS_3

"hikzzz... ini.. benar mas.. hikszz.. " ucap Neni


Dion memejamkan matanya. mencoba untuk menerima kenyataan pahit ini.


"Tinggalkan ruangan mas sekarang juga. mas ingin sendiri." ucap Dion


"Nak.. jangan begitu nak.. mama Minta maaf." ucap Riana


"Tinggalkan ruangan ku sekarang juga. Aku ingin sendiri.." sarkas Dion.


Mereka segera melangkah keluar.


Neni berhenti melangkah saat mendengar isak tangis mas Dion.


"Mas.. jangan sedih.. Neni tidak akan ninggalin mas. Neni janji mas. Neni akan ada untuk mas." ucap Neni yang sedang memeluk mas Dion.


Dion hanya menangis. tak tau harus bilang apa saat ini dirinya benar benar sedang kecewa. kecewa pada keadaannya.


"Mas. mas jangan sedih.." ucap Neni sembari menghapus air mata suami.


...***...


Sudah satu minggu Dion di rawat di rumah sakit.


tidak ada senyum di wajah tampannya. Di hatinya hanya ada kesedihan.


"Mas.. hari ini kita akan pulang. kita pulang kerumah yaa.. Neni akan merawat mas di rumah." ucap Neni


Dion hanya diam. tak menjawab ucapan istrinya. Papa Dion memberi sopir pribadi yang siap siaga. dan yang selalu siap membantu Dion saat Neni tak bisa.


Tentu untuk mengangkat Dion ke kursi roda Neni tak sanggup. karena tubuh Neni yang kecil. sedangkan Dion memiliki tubuh yang sangat kekar dan berotot.


"Mbak Neni.. apa kita pulang sekarang? " tanya Fahri orang yang akan membantu Neni untuk mengurus Dion


"iya Pak.. semuanya sudah beres." jawab Neni. Semenjak Dion tau dirinya lumpuh. Dion tak ingin melihat wajah mamanya. Dion sangat kecewa pada Mamanya karena sikap sang mama. yang selalu memaksa kehendaknya.


Dion Didorong Pak Fahri ke parkiran.


"Biar saya yang angkat mbak Neni. " ucap Fahri

__ADS_1


"Tidak perlu.. saya bisa sendiri." cegah Dion.


"Mas.. biarkan Pak Fahri membantu. " ucap Neni


"Tidak perlu.. aku bukan manusia yang cacat. aku masih bisa berdiri sendiri." jawabnya.


Neni berusaha memegang tubuh mas Dion saat Dion mau berdiri.


"Lepaskan tanganmu dari tubuhku. aku bisa sendiri Neni." bentak Dion.


Neni segera melepas pegangannya.


Dan Dion berusaha berdiri sendiri. Brukkk.. Dion jatuh di tanah.


"Mas.. apa aku bilang. biarkan Pak Fahri membantu mas Dion." ucap Neni


"Aku bukan pria lemah Neni. aku bisa berdiri sendiri. kauu dengarrr..!!! bentak Dion.


Neni terdiam, hatinya menangis, Baru kali ini Mas Dion membentak nya. buliran air hangat itu turun begitu saja ke pipi mulusnya.


Dion menyesal telah berkata kasar. tapi Dion tak ingin di perlakukan seperti pria cacat yang tak bisa apa apa. yang hanya mengandalkan bantuan orang lain.


Pak Fahri segera melajukan mobilnya kejalan raya.


30 Menit kemudian


Mereka sudah sampai di kediamannya. Pak Fahri dengan cepat membuka pintu dan segera mengangkat Bosnya.


" Mas.. langsung istirahat saja yaa.. biar Neni siapin makan siang dulu." ucap Neni. Dion tetap Diam tak mengangguk ataupun menggeleng.


"Pak.. bawa mas Dion ke kamar yaa. dan tolong di jaga jika mas Dion butuh sesuatu." ucap Neni


"Baik mbak.. "


Dion segera di bawa ke kamarnya. sedangkan Neni segera pergi kedapur untuk menyiapkan makan siang.


"Sudah.. tinggalkan saya sendiri Pak. saya masih sanggup untuk pindah ke tempat tidur sendiri. saya tidak selemah yang kalian pikirkan. " ucap Dion yang mengusir halus Pak Fahri.


Tak ada pilihan jika bosnya sudah mengusir untuk keluar. Pak Fahri tau jika Dion tak bisa apa apa. namun apa boleh buat. mungkin bosnya butuh waktu untuk sendiri saat ini.

__ADS_1


"Nanti jika butuh sesuatu. langsung telpon saya saja mas Dion.' ucap Fahri. Dion mengangguk.


Setelah Pak Fahri keluar, Dion segera mendorong kursi roda nya ke tepi jendela. Dion menatap Kaca besar yang ada di ruangannya. Bibirnya tersenyum membayangkan saat dirinya bermesraan dengan Istri tercintanya. Namun senyum itu tiba-tiba menghilang. 'maafkan aku sayang.. aku tak bisa seperti dulu lagi, memperlakukan kamu dengan penuh cinta. maafkan aku jika aku terlalu merepotkan kamu. aku rela jika kau ingin meminta pisah denganku, jika sudah tak sanggup dengan sikapku. Aku bukan pria egois yang hanya ingin di perhatikan dan dicintai. aku pria yang rela melepaskan apa yang pernah menjadi milikku.' batim Dion.


Dion berusaha untuk berdiri lagi. Dion ingin sembuh agar bisa membahagiakan Neni seperti janjinya.


" Pak.. kok di sini sihh? " tanya Neni saat melihat pak Fahri hanya duduk di kursi depan kamar bosnya.


"Mas Dion meminta saya untuk keluar mbak. mungkin mas Dion butuh waktu sendiri untuk menerima keadaan ini. " jawabnya


Neni mengangguk lalu kembali kedapur. Makanan sudah siap. Neni segera menyiapkan nampan untuk membawa makan siang suaminya.


"Pak Fahri.. makan siang sudah saya siapkan. silahkan bapak makan dulu." ucap Neni


"Iya mbak terimakasih..saya nunggu bos selesei makan saja." jawabnya


Neni segera melangkah ke kamarnya dan membawa makanan untuk suaminya.


"Mas.. makan dulu yuk... " ucap Neni


praangg... "Mas Dion.." teriak Neni yang langsung melempar makanan ke sembarang tempat dan segera berlari ke arah suaminya sudah tergeletak.


"Mas.. apa yang mas lakukan.. kenapa sihh mas lakuin ini.. hikzzz.." tangis Neni. dan langsung membantu suaminya. Neni memeluk suaminya


"jangan seperi ini mas.. jangan buat Neni semakin sedih dengan keadaan mas. Neni tau mas juga sedih.. tapi Neni jauh lebih sedih saat melihat mas tidak bisa menerima keadaan ini.." ucap Neni dengan memeluk mas Dion.


"Maafin mas.. mas yakin mas akan selalu menyusahkanmu. mas rela melepasmu jika kamu tak sanggup hidup dengan pria cacat seperti mas..' ucap Dion


" Mas.. Neni tidak seperti itu. Neni akan selalu berusaha untuk bersabar. kita hadapi dan kita lalui bersama sama. Neni bahagia bisa hidup dengan mas Dion. Mas Dion pria yang setia. Neni bangga sama mas" ucapnya sembari mendekap suaminya


"Mas makan dulu yaa.. biar Neni suapin." ucap Neni. Nani ingin membantu suaminya bediri. "kita duduk di sini saja yaa.. mas ingin duduk di lantai." ucap Dion.


"Dingin mas.." jawabnya


"Tidak apa apa. mas lagi pingin ngadem disini." jawabnya


"Ya sudah Neni ambilkan makanan lagi. yang ini sudah tak bisa di makan." ucap Neni


Dion mengangguk. Neni segera pergi kedapur untuk mengambl makanan lagi. Sebelum nya Neni membersihkan lebih dahulu piring dan makanan yang sudah tak bisa di makan.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2