CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Extra Part


__ADS_3

Ardi memandang wajah putranya.


Ada perasaan bahagia yang tak bisa di terjemahkan. Seperti menemukan sesuatu yang sangat berharga. mungkin karena sejak bayi Alfa berada dalam pelukan kasih sayangnya. sehingga Naluri itu begitu sangat dekat.


"Mas.. coba jika kita di beri Tuhan kepercayaan seorang anak lagi. pasti kehidupan kita akan sangat bahagia." ucap Istrinya.


Ardi tersenyum lalu segera menarik tubuh istrinya dalam pelukannya.


"usia kita yang tak bisa membesarkan anak. jika Tuhan memberikan kita kepercayaan." umar Ardi


Ardi yang saat ini sudah berusia 63 th sedangkan istrinya masih berusia 49 tahun.


"Papa.. kenapa telinga Alfa hilang satu? " tanya Alfa.


Ardi menatap istrinya.


"sayang... tau nggak kalo Alfa itu spesial buat papa dan mama, Tuhan juga menyayangi Alfa dengan memberi Alfa satu telinga. agar Alfa selalu ingat Tuhan untuk selalu meminta telinga yang satunya." ucap Istri Ardi


Alfa hanya menjawab dengan "oh"


...***...


Hari ini Ratih akan wisuda. Ratih dapat biaya pendidikan kuliahnya dari Dinda. Setelah Pak Mardi tidak bisa bekerja karena insiden kecelakaan itu. Ratih dan keluarganya di jamin oleh Dinda segala kebutuhan keluarga dan juga, pendidikan Ratih


"Pak.. " Dinda berucap saat melihat Pak Mardi masih dengan tongkatnya. Dinda segera menyalami orang tua yang sudah menampung hidupnya dulu.


"Terimakasih nak Dinda nak Alex. berkat kalian saya bisa berjalan lagi. walau harus memakai tongkat." jawabnya.


"Sama sama Pak." ucap Dinda dan Alex bersamaan.


Mereka segera memasuki gedung di mana Acara wisuda di adakan.


Ardian menatap Dinda tanpa kedip. "Sangat cantik ternyata." gumamnya.


"Kak.. ayo ikut Dinda." ajak Dinda dan menarik tangan Alex.


"Ada apa sihh sayang." tanyanya


"Kenalin ini Ardian. dulu yang pernah menolongku." ucap Dinda

__ADS_1


Ardian segera berdiri dan menjabat tangan Alex. tubuh mereka sama sama tinggi. tapi lebih sedikit berisi Alex.


"Alex." ucap Nya


"Ardian." balasnya


"Kalian.. kalian berdua saling mengenal?" tanya Alex


"Ardian ini, dulu orang yang pernah membantuku kak." jawab Dinda.


Ardian mengangguk dengan menampakkan senyum yang memperlihatkan kerapian giginya.


Mereka duduk di barisan kursi yang sama. Sesekali Alex melirik Ardian. lalu menatap istrinya yang ada di samping dirinya.


"Mungkinkah mereka pernah ada rasa?" fikir Alex. namun Alex segera mengusir pemikiran yang unfaedah.


...**...


Acara wisuda telah selesei.


Saat ini mereka tengah duduk di restoran untuk makan siang bersama. sambil melepas kerinduan.


"Hemm.. benarkah.." jawab Dinda bahagia


"Iya.. saya akan segera melamar Ratih." tambah Ardian


"Ohh Selamat ya.. semoga selalu di lancarkan." ucap Dinda.


Kebahagian yang tak pernah di kira. Dinda bisa bertemu lagi dengan keluarga pak Mardi.


...**...


"Sayang.. aku cemburu saat pria lain menatapmu dengan tatapan kagum." ujar Alex. saat ini mereka sudah berada dirumah setelah acara wisuda Ratih.


"emm.. siapa sihh yang suamiku cemburuin itu." tanya Dinda menggoda.


"Tadi pria yang yang kamu kenalkan padaku" ucapnya sembari memasang wajah tidak suka.


"Dengan ya Sayangku.. Aku tidak pernah menaruh rasa pada siapapun. kecuali pada pria yang sudah membuatku hancur." jawabnya.

__ADS_1


"Siapa?? apakah itu aku?" tanyanya


"Bukan.. kau memang telah membuatku hancur. tapi bukan dirimu yang ku maksud." jawabnya


"Terus.. siapa pria itu. jadi sebelum besamamu kau pernah jatuh cinta? " tanya Alex


Dinda, menatap suaminya.


"tidak.", jawabnya


" Itu tadi?" tanyanya


"Sekarang Dinda, mau tanya. kenapa dulu kakak membawa Dinda pergi?" tanya Dinda.


Alex memandang istrinya yang usianya masih jauh lebih muda dari dirinya.


"Entahh.. dulu pertama kali kakak melihatmu. kakak langsung jatuh cinta padamu. Dan kakak selalu mencuri pandang ke kamu. Namun setelah kakak mendengar obrolan para teman teman priamu itu. kaka marah. marah sekali sehingga kakak punya keinginan untuk melindungimu." ujar Alex yang menceritakan semua yang Alex lakukan.


"dan salah satu pria itu ada yang sedang Dinda cintai. namun semenjak Dinda tau kebusukannya. Dinda jadi membecinya." sahut Dinda


"Apa selama ini kau tidak pernah bertemu dengan pria itu? " tanya Alex


hemmm.. "pernah.. dia mendatangi rumah sakit. untuk pengobatan papanya." jawab Dinda.


"kok kamu ngak cerita sih sama suamimu" protes Alex


"Karena tidak penting sayang." jawabnya


Alex segera meraih pinggang Dinda. "Sepertinya kalo kita tambah lagi anak. pasti ramai ya rumah kita. " bisik Alex tepat di telinga Dinda.


"Kita sudah punya dia anak. udah komplit kak." ujar Dinda


"Kalo begitu.. kakak mau menghabiskan satu hari ini bercinta sama kamu." ucapnya.


Dinda, hanya tersenyum menanggapi suaminya. Alex segera mengangkat Dinda kekamar.


"I love you babyy.." ujar Alex.


"lope yu too.." jawabnya

__ADS_1


Alex segera mencium bibir Dinda. tangannya menjelajahai dada Dinda..


__ADS_2