CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Extra part


__ADS_3

...***...


"Neni.. sayang.." teriak Dion setelah pulang dari luar kota. beberapa hari ini Dion ada kerjaan di luar kota.


Neni yang sedang menggantikan pakaiannya Rama putra keduanya tak begitu mendengarnya. karena Vino yang baru belajar bicara tak berhenti mengoceh.


Dion segera melangkah ke kamar Rama.


"Sibuk banget.. sampai suaminya pulang pun tidak mendengar." Dion berujar lirih tepat di telinga Neni.


"Mas.. sudah pulang.. maaf yaa nggak denger." jawabnya


"Nggak di maafin." jawabnya


"kok Gitu.. cuma nggak dapat sambutan aja nggak di maafin." gerutu Neni


"Mas kan sangat merindukan kamu sayang.. masak iya nggak di sambut sihh." protesnya


"Lihat nihh Bocil bocilmu dari tadi susah banget di suruh mandi." jawabnya


"kamu sihh di suruh mencari teman untuk urus anak kita kamu nggak mau." ujar Dion beralasan.


Neni masih ingat saat anak tetangga nya itu di rawat oleh baby suster. Anaknya malah hilang dan nggak tau kemana. sampai kini orang tua bayi itu masih di rumah sakit jiwa karena kehilangan anak yang sangat di nanti malah hilang. sedangkan baby susternya sekarang berada di tahanan karena kelalaiannya.


"Aku masih trauma mas." jawabnya.


Kini Dion yang sedang memakaikan pakaian Vino. Sedangkan Rama masih Ne*ek sama Neni.


"Itu anak nggak peka banget yaa.." gumam Dion


"Siapa sih mas yang ngga peka?" tanya Neni


"Itu Rama.. masak iya nggak nawarin papanya minum susu juga." ujar Dion dengan wajah yang di buat kesal.


Neni terdiam. hatinya sebenarnya tertawa. menertawakan suaminya yang selalu cemburu saat Anaknya ne*ek begitu lama. seolah ingin memberi hukuman pada Dion sang papa


"Mas.. kau ini ada ada saja. masak iya iri pada anaknya sendiri." ujar Neni


"Ya kan.. Papanya juga pingin sayang. 3 hari loh papanya ngga dapat jatah." ujar Dion sedih.


"Diammm.. Rama udah mau tidur." jawab Neni.


Sedangkan Vino sudah terlelap di gendongan papanya.

__ADS_1


Dion segera membaringkan tubuh Vino ketempat tidurnya. "Yess.." gumamnya.


Dion segera menghampiri sang istri yang sedang memberi susu putranya


"Ram.. jangan di habisin dong nak. papa kan juga ingin." bisik Dion.


"mas.. jangan banyak bicara. kalo tidak ingin jatahmu di habisin.'" ucap Neni. sebenarnya Neni sudah capek seharian ngurusin dua bocil nya. Dia ingin segera istirahat. tapi Dion sudah pulang lebih dulu. pasti Neni tidak bisa tidur lebih cepat kalo Dion di rumah.


Neni segera bangun setelah memastikan Rama tidur dengan lelap.


"capek yaa?" tanya Dion.


Neni mengangguk lalu tersenyum padanya. Dion segera menggendong Neni ke kamar mereka berdua.


"Mas.. mas Dion mau apa?" tanya Neni


"Ssttt... Diam saja. kamu cukup menikmatinya." ucap Dion. Setelah sampai di kamar Dion segera menutup pintunya dan tidak lupa mengunci. Karena Jika Vino bangun pasti langsung masuk kamarnya dan selalu menganggu.


Dion melihat wajah Neni yang memerah karena perlakuannya.


"kok Pipimu merah. panas yaa sayang.?" tanya Dion.


Neni hanya diam. tak menanggapi pertanyaan dari suami tercintanya.


Dion mengecup bibir Neni dengan lembut. lalu malu*at pelan. Neni pun membalas ciuman suaminya. ciuman lembut pun berubah jadi ciuman yang saling menutut lebih dalam.


Dion tersenyum jahil saat mendengar desa*an yang keluar dari isterinya.


Dion memegang tengkuk leher Neni dan kembali mencium. ci*man melepas kerinduan selama 3 hari.


Dion membaringkan tubuh Neni di ranjang Size kingnya. melepas pelan pakaian Neni dengan tangannya tak lepas dari gundukan dadanya. Dion segera beralih ke dada Neni. meng*sap dengan kuat bergantian.


mmpphhh.. Mas. pelanh pelanh..


...***...


Neni tengah duduk sembari mengoleskan cream malam di wajahnya. Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat sang suami keluar hanya memakai handuk yang melilit di tubuh bawahnya.


"mas pakai dong pakaiannya" ujar Neni. karena sang suami itu bukanya ganti baju malah menghampirinya


"Sayang.. tutup dong matanya" titah Dion.


"mas sudah deh.. neni capek besok lagi yaa" rengek Neni

__ADS_1


"Kau ini selalu membangkang perintah suami." kesal Dion


"Ok.. ok Aku akn tutup mataku. tapi janji jangan aneh aneh yaa." jawabnya


Hemmm.


Dion segera mengalungkan berlian di leher istrinya . "sekarang buka matanya cantik." ucap Dion.


"mas ini... " ucap Neni saat melihat Kalung berlian menggantung di lehernya


"itu hadiah karena kamu sudah merawat anak anak mas dengan sabar. mas sangat bahagia memiliki istri seperti kamu." ucap Dion.


Neni segera berdiri dan memeluk suaminya yang masih memakai handuk saja.


"Terimakasi mas.. aku sangat mencintaimu." ucap Neni sambil memeluk suaminya dengan penuh cinta.


"Sudah sayang.. jangan mancing yaa. ini juniornya udah lemas jangan di bangunin lagi." jawab Dion.


Neni segera, melepas pelukannya dan segera mencarikan pakaian untuk suami tercinta.


BRAKKK....


"Mas.. itu suara apa?" tanya Neni


"Sebentar ya. mas lihat dulu." jawabnya. setelah memakai pakaiannya.


Dion segera keluar untuk mengecek suara yang sudah menganggu kemesraan mereka.


"Siapa kalian? " Dion beseru setelah melihat 3 pria tengah mengacak acak ruangannya.


"Jangan bergerak..' ucap seorang pria sembari menodongkan Sejam pada Dion.


" Apa apaan ini.. lepas kan saya." teriak Dion.


Neni segera keluar setelah mendengar keributan di luar kamarnya


"Ya Tuhan.. " pekiknya. Neni segera mengambil sesuatu yang bisa, menyelamatkan suaminya dari ancaman ketiga pria.


Bughh...


Bughhh..


Sontak pria itu segera melepas Dion. Dion tak mau membuang kesempatan ini. Dion segera menyerang balik pria yang sudah mencoba melukainya.

__ADS_1


satu pria berhasil lolos dan yang dua sudah Dion Tangkap.


"Beruntung mas memiliki istri bar bar seperti kamu." ucap Dion.


__ADS_2