CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Emosi Pak Ardi


__ADS_3

Pak Ardi segera mengangkat ponselnya.. tertera dari sekretarisnya.


"Hallo Pak Salim. ada apa? " tanya Ardi


"Pak.. Ini tadi baru dapat email dari kartika Mas. mereka membatalkan kontrak kerja deng kita. " ucap Salim


"Apa.. tidak bisa begitu pak. ini sudah mengeluarkan banyak bahan baku. dia tidak boleh seenaknya membatalkan begitu saja." jawab Pak Ardi


"Saya sudah bicara seperti itu pak. namun mereka tetap akan membatalkan. alasannya.... " ucapan Wahyu menggantung.


"Alasannya apa pak Salim.? " tanya Ardi semakin panik.


"bapak telpon sendiri saja sama manager kartika mas pak. saya tidak begitu paham soalnya." jawab Pak Salim. pak Salim tak tega mengatakan alasanya.


"Ya sudah.. saya telpon langsung dengan manager Kartika Mas." ucap Ardi


Panggilan segera tertupus.


Baru saja mau menelpon Manager Kartika Mas. ponsel Ardi berdering dari perusahaan lain. pak Ardi segera menggeser tombol hijaunya.


Ardi langsung memucat wajahnya. Sudah dua perusahaan besar yang membatalkan kontrak. Ardi terduduk lemas di kursinya


"paa... papa kenapa? " tanya Ratu


"Kita kita akan jatuh miskin." ucap Ardi.


"Apa maksud papa.. jatuh miskin gi mana pa?" tanya Sarah yang juga panik.


"hanya tinggal Pak Alex yang masih bisa menolong papa. semoga Pak Alex tidak membatalkan kerja samanya." jawab Ardi


"Bagaimana bisa mereka membatalkan. ini tidak mungkin paaa.. " ucap Sari yang histeris tak bisa bayangkan jika dia hidup miskin.


"Sari tenang sayang.. ini tidak akan terjadi di keluarga kita." hibur Sarah.


Ratu hanya diam. sejujurnya Ratu pun belum bisa hidup miskin. Hidup tanpa ada fasilitas itu tidak mungkin..


"Pa.. coba papa telpon Alex. siapa tau Alex mau membantu kita." usul Sarah


"Tidak ma.. Pak Alex tidak membatalkan kerja sama saja papa sudah senang. dan papa tidak akan menelponnya." jawab Ardi


...****...


Alex sudah berada di rumah Dinda.


Sejak tadi malam Alex tidak tenang. Memikirkan Dinda yang berubah. Alex akan membuktikan jika dirinya mampu membawa orang yang sudah memfitnah itu di bawa kesini. di hadapan Dinda.

__ADS_1


"papa.. " panggil Arsh saat melihat bayangan papanya datang.


Arsh langsung berlari keluar dan meneriaki sangat papa.


"Haii anak papa sudah cantik sekali." ucap Alex


"Ihh.. kenapa sih kak pagi pagi dah sampai sini? " tanya Dinda


"Karena kedua hatiku ada di sini. yaa kakak kesini untuk melihatnya. " Jawa Alex.


"Emang kak Alex nggak kerja? " tanya Dinda


"Kaka sedang ingin menikmati hasil kerja yang kemarin." jawab Alex lagi


"Hasil kerja yang kemarin.? ahhh bilang aja kakak kesini karena ingin... " Dinda tak jadi melanjutkan pembicaraannya .


Alex tertawa. "Benar sekali.. kakak kesini karena ingin mengambil hati kakak yang tertinggal di sini. " ucap Alex.


Hihiii.. ketawa Arsha saat melihat wajah mamanya yang jutek. Baru kali ini Arsha melihat mamanya dengan wajah yang tak enak di lihat.


"Arsha.. ngetawain mama? " tanya Dinda


"Mema jelek kalo marah marah." ucap Arsha yang masih dalam gendongan Alex.


"Dinda... ajak nak Alex masuk. " teriak Mutiara


"Tidak usah ma.. sebentar lagi kak Alex akan pergi." jawab Dinda


"Sha.. mama Arsha ngusir papa." adu Alex pada putrinya


"Mama itu orang baik papa. mama tidak usir papa." jawab Arsha


"Iyaa.. papa tau mama orang nya baik." tambah Alex.


...***...


Ditengah kepanikan Keluarga Ardi.


"Tuan.. ada Polisi mencari Nyonya." ucap Bik Sri pelayan di rumah ini.


"Polisi.. ada perlu apa polisi mencari mama? " tanya Ardi


"ma.. mama juga tidak tau pa.." jawab Sarah


Ardi mengintimidasi raut wajah istrinya. terlihat ada kepanikan di sana.

__ADS_1


"Suruh nunggu sebentar ya bik." pinta Ardi


Bik Sri segera kembali ke ruang tamu.


"mama.. jelaskan pada papa. apa yang sudah mama sembunyikan dari papa." tanya Ardi


"Tidak ada pa.. " jawabnya gugup


"Yasudah.. kalo tidak ada apa apa.. ayo kita temuin mereka." ajak Ardi lalu menggandeng Sarah.


Ardi berjalan sembari menggandeng Sarah keluar.


Sari dan Ratu mengikuti dari belakang.


"Selamat pagi pak Ardi." sapa seorang polisi


"Selamat pagi pak.. ada apa yaa mencari istri saya." tanya Ardi


"Kami mendapat laporan jika istri bapak telah menyebar fitnah pada Bu Dinda. putri dari bapak Darmawan." ucap Polisi.


Ardi mencengkram pegangan tangan pada Sarah. lalu menoleh "katakan maa.. apa itu benar? " tanya Ardi


"Tidak.. pak.. itu pasti fitnah." ucap Sarah


polisi itu segera memperlihatkan rekaman videonya sebagai bukti jika itu benar adanya. sebelumnya polisi itu menujukan foto pria yang bernama Condet


"Apa anda mengenal pria ini bu? " tanya polisi. saat di perlihatkan foto Condet.


"Sa... saya tidak mengenalnya pak" jawab Sarah.


Ardi mendengar dan melihat siapa yang ada di situ. "pak Alex.. jadi yang melaporkan istriku adalah pak Alex." gumamnya


Ardi segera melepas pegangan tangan sang istri. lalu berbalik menatapnya. "Itu video tidak mungkin berbohong ma.. katakan sebelum papa sangat marah pada mama." ucap Ardi penuh penekanan.


"Mama tidak bohong paaa.." jawab Sarah


"Masih mengelak kamu mam.. "


PAPA.. JANG... PLAKKKKK... Ardi menatap putrinya yang baru saja tidak sengaja di tampar.


"Ra... Ra.. Ratuuu... " teriak pak Ardi


...Bersambung...


Bukan niat akan menggantung cerita ya akak. hanya saja Othor juga perlu ide untuk menumpahkan emosi jiwa Othor 🤭. jadi bersabarlah. karena setiap bab akan selalu menyambung.

__ADS_1


__ADS_2