CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Bertemu Lagi


__ADS_3

Alex menatap keindahan malam di kota Boon lay. "Sudah lama sekali aku tidak kesini." gumamnya lalu tersenyum. bahagia membayangkan akan bertemu dengan Wanita yang sangat ingin Alex temui.


Dion datang dengan menenteng Koper nya dan koper si bos


Mereka segera menuju Hotel yang sudah di pesan oleh Dion beberapa hari lalu.


Setelah mobil nya datang mereka segera masuk. dan mobil itu melaju dengan pelan. setelah berada di jalan besar mobil itu segera melaju dengan kecepatan tinggi.


"Dion.. kau masuk aja dulu. aku masih ingin di sini." ucapnya


"Bos.. ini sudah malam. sebaiknya bos istirahat dulu. " ucap Dion yang menghawatirkan bos nya


"Tidak apa apa." jawabnya. Alex tau jika sahabatnya ini sangat peduli padanya. bahkan Dion ini selalu mengingatkan bosnya untuk tidak terlalu capek bekerja.


Dion segera masuk ke kamarnya sedangkan si bos berada di kamar sebelahnya. Dion menatap luar dari jendela. terlihat dari sana dua orang dengan rambut panjang nya tengah bermesraan.


Dion bergidik ngeri melihat adegan itu. lalu segera menutup tirainya dan menyusul si bos ke bawah.


Alex tengah menikmati kopi sambil menatap foto Dinda.


"Bos" panggil Dion.


"Duduk sini. aku mau cerita sesuatu padamu. " ucap Alex.


Alex pun mulai menceritakan tentang gadis yang saat ini di cari. Sedari awal mereka bertemu hingga melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukakan. Dion mendengar dengan sangat hidmat.


"Jadi ini alasanku kenapa aku begitu sangat ingin mencari dia. Karena dia sudah membawa anakku." ucapnya


"Kenapa anda tidak minta tolong pada saya? kalo masalah mencari gadis itu mungkin saja saya bisa." ucap Dion


"Aku tau kau mampu. tapi aku tidak ingin selalu bergantung padamu Di. kalo sekarang aku mau kau yang mencarikan gadis itu. karena tentu aku akan angat sibuk disini. itu karena waktuku di sini hanya satu minggu." ucap Alex


"Baik Bos saya akan berusaha menemukannya." jawab Dion


...***...


Di apartemen Dinda


"Bagus nggak kak? " tanya Dinda yang tengah memakaikan kalung pada Neni.

__ADS_1


"Seharusnya kau tak melakukan ini Ayu. Aku bisa bersama mu sudah sangat bahagia. " ucapnya


Saat ini Dinda dan Ayu tengah berada di balkon apartemennya. menikmati pemandangan malam yang tak pernah di lewatinya.


Dinda membeli kalung liontin untuk Neni. di sana ada foto Dinda bersama putrinya dan juga ada Neni bersama Arsha


"Aku suka kalung itu jika kakak yang memakainya. Kau adalah keluargaku yang aku punya saat ini. suatu saat aku akan membawa kakak bersama bertemu dengan kedua orang tuaku. Aku ingin mereka juga bisa menyayangi kakak sebagaimana aku menyayangi putriku." ucapnya


Neni menangis terharu. Dari kejauhan ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya dari kamar lantai dua di hotel yang tidak jauh dari tempat Dinda dan Neni berada.


"Ayu.. kita di amati oleh seseorang. mungkin dia akan mengira jika kita adalah pasangan yang tidak normal." ucap Neni


Dinda menoleh dan mereka pun tertawa bersama. "Biarkan saja kak. yang penting kita hanya berhubungan selayaknya kakak dan adek." ucap Dinda


"Dinda.. jika kau bertemu dengan Ayah Arsha. apa kau akan ninggalin aku? " tanya Neni


"Kakak.. kau adalah saudaraku. tidak mungkin aku akan ninggalin kamu kak. kau akan selalu ada bersamaku. Lagian aku tidak yakin jika Pria itu tetap masih sendiri. " jawab Dinda.


"Tujuanku saat ini adalah kebahagiaan Arsha. aku ingin mempertemukan Arsha dengan kedua orang tuaku. tapi aku takut kak. mereka belum bisa menerima Arsha. terutama papaku. " ucap Dinda dengan kesedihannya.


"Aku yakin mereka sudah melupakan itu. mereka pasti sangat merindukan kalian. " hibur Neni


"Sudah malam ayo kita istirahat" ajak Neni


Mereka pun segera masuk ke kamarnya. dan Neni segera menutuo tirai jendela dan juga pintunya


Dinda melihat Arsha sudah terlelap. Dinda melihat wajah Arsha yang lebih banyak mirip Papanya


"Sayang.. jika mama tidak berhasil mempertemukan kamu dengan papamu. apa kau akan membenci mama nak? " tanya Dinda lirih


Arsha pun langsung menarik tangan sang mama "Alsa sayang sama mama. tidak apa apa kalo Alsa hanya punya mama. " jawabnya dengan mata terpejam.


"Haii.. kau belum tidur? " tanya Dinda geli.


"Alsa.. udah tidul. tapi mama malah bangunin Alsa. " jawabnya


"Oohh.. maafin mama nak " ucap Dinda lalu segera memeluk putrinya


...***...

__ADS_1


pagi telah tiba.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang


hari ini Dinda sedang cuty kuliahnya. sampai minggu depan. karena Dinda sudah mengajukan izin akan ada praktek di rumah sakit yang jauh dari tempatnya tinggal..


"Kak.. Ayu titip Arsha yaa. lusa Ayu pulang. " ucap Dinda yang sedang mengemasi pakaiannya


"Tenang Ayu.. kakak akan menjaganya. kau tetap fokus di pekerjaanmu. ini adalah kesempatan yang bagus untukmu." ucap Ayu yang sedang membantu Dinda beres beres


"Alsa ndak nakal mam. Alsa mau jadi anak yang baik. " jawab Arsha


Setelah selesei Dinda segera beranjak dari tempat duduknya dan segera mendekati Arsha.


"Anak mama. ingat yaa.. tidak boleh ngeyel kalo main di taman jangan terlalu jauh. " ucap Dinda memberi nasihat pada putrinya.


Dinda segera mengambil koper dan tas slempang nya.


"Kak..Ayu berangkat dulu. titip Arsha lagi yaa. " pamit Dinda.


"Iyaa.. " jawabnya.


Arsha dan Neni mengantar Dinda sampai halaman apartemennya. Setelah taxi yang di pesan datang Dinda segera masuk. Dan Arsha bersama Neni melihat kepergiannya


"Tante... Alsa mau main dulu. " pamit Arsha


"Nanti saja. Tante belum bisa ngawasin kamu." jawabnya.


"Sebentar tante. " ucapnya.


Terpaksa Neni pun mengizinkan nya


Neni segera masuk untuk menyelesaikan urusanya.


Arsha duduk di kursi taman. Arsha melihat seorang pria duduk di bangku yang tidak jauh darinya.


"Om.. om kenapa sendili." Tanya Arsha pada pria yang tengah duduk sambil menatap ponselnya


Alex menoleh. dan terkejut melihat gadis kecil itu kembali

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2