Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
1. Prolog


__ADS_3

Dila adalah seorang gadis desa biasa namun, memiliki paras yang cantik dan hati yang baik. Dila menjadi yatim piatu setelah ibunya meninggal satu bulan yang lalu. Dila tidak memiliki Ayah karena ayahnya sudah meninggal 4 tahun lalu karena sakit jantung dan sejak saat itulah ibunya Dila lah yang mencari nafkah untuk mereka berdua. Dila begitu terpukul setelah kepergian ibunya. Akan tetapi, Dila masih memiliki seorang sahabat yang begitu baik kepadanya namanya Sita. Sita adalah anak seorang kepala sekolah di sebuah Sekolah Menengah Pertama di desa tempat mereka tinggal. Bisa dikatakan kehidupan Sita dan Dila jauh berbeda tetapi, Sita tidak sungkan untuk membantu Dila ketika dila membutuhkan bantuan.


"Sita aku ingin merantau ke kota'',kata Dila sambil menenggelamkan kakinya di sungai. "Kamu yakin Dil??",tanya sita kaget sambil menoleh ke arah Dila yang lagi asyik menggoyang goyangkan kakinya di dalam air. "Aku sudah memikirkannya sejak kepergian ibuku",katanya sambil menunduk dan air matanya pun menetes membasahi pipinya. Sita langsung memeluk sahabatnya itu dan menenangkannya. "Kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu Dil, aku selalu mendukungnya dan berdoa untuk kebaikan kamu",katanya sambil memeluk sahabatnya itu. " Terima kasih sudah selalu ada untuk ku ", kata Dila. Tak terasa hari mulai gelap dan merekapun segera pulang.


Sesampainya di rumah Dila duduk merenung dan meratapi nasibnya. "Ya Tuhan sungguh malang nasibku, apakah keputusanku untuk pergi ke kota sudah tepat??, karena sejujurnya aku sendiri bingung dan takut karena aku tidak punya siapa siapa disana", katanya. "Ibu tolong jaga aku Bu,aku harus berani mengahadapi tantangan hidup kedepannya karena aku tidak punya siapa siapa di dunia ini",katanya sambil menangis. Malam itu pun dila ketiduran karena kelelahan menangis 😭.

__ADS_1


Keesokan paginya Dila bangun dengan mata yang sembab akan tetapi dia lebih bersemangat karena besok dia sudah harus pergi ke kota. "Selamat pagi ibu, selamat pagi dunia",katanya sambil menguatkan diri. Dila pun bergegas untuk mandi karena dia harus ke pasar untuk menjual sayurannya untuk ongkos pergi ke kota. "Dila, Dila ,Dil'',panggil Sita tetapi tidak ada yang menyahut dan langsung saja sita masuk kedalam rumahnya Dila karena kebetulan rumahnya tidak dikunci, kemudian sita mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi. "Ohhhh Dila nya lagi mandi, aku tunggu aja deh'', katanya sambil membuka sebungkus roti. Selang berapa menit akhirnya Dila pun selesai mandi. "Eh ada kamu sit, udah lama nunggu??'',katanya sambil menutup pintu kamar mandi. "Nggak ko Dil baru 10 menit ko aku disini,hehehe'', katanya sambil mengunyah roti. "Oh ya kamu ngapain pagi-pagi kesini, tumben???",kata Dila. "Emangnya nggak boleh aku kerumahnya sahabat aku sendiri, yah udah deh aku pulang aja'',canda sita😁.


"Hahaha bukan gitu maksudnya, maksud aku itu tumben tumbennya jam segini kamu udah keluar biasanya masih tidur, hehehe'',kata Dila mengejek sahabatnya. "Aghhhhh Dila", rengek sita. Dila pun tertawa. "Nggak nggak kok aku cuman bercanda",kata dila untuk menenangkan sahabatnya itu. "Nih buat kamu",kata sita sambil memberikan sekotak nasi goreng ayam. "Wahhhhh pasti enak nih,,hehehehe",kata Dila sambil membuka kotak nasi tersebut. "Kamu yang bikin sit??",tanya Dila. "Bukan, itu mamaku yang bikin, hehehehe", jawab sita. "Makasih banyak yah sit, bilangin juga makasih ku ke Mama kamu", kata Dila sambil memeluk sahabatnya itu. "Siap bos", jawab sita sambil memberikan hormat kepada Dila dan mereka pun tertawa. "Oh yah sit, nasi goreng ini aku simpan buat makan siang aku aja yah soalnya aku belum lapar, hehehe", kata Dila. "Oh yah nggak pa pa kok intinya jangan di buang aja",kata sita bercanda. "Yah nggak lah masa sih aku buang-buang rejeki", kata Dila. Merekapun tertawa bersama. "Oh yah sit, aku sebenarnya mau ke pasar mau jualan sayur untuk ongkos aku besok ke kota",kata Dila. "Aku ikut yah Dil, nggak pa pa kan??", tanya sita. "Emangnya kamu nggak ada kerjaan di rumah, hehehehe",kata Dila sambil cengengesan. "Nggak ada kok Dil, semuanya udah beres tenang aja, hehehehe",kata sita meyakinkan. "Emangnya mama kamu nggak marah kamu ikut sama aku ke pasar untuk jualan???",tanya Dila. "Yah nggak lah Dil, bahkan nih yahh mama aku itu senang kalau aku itu bisa membantu sesama",kata sita lagi-lagi untuk meyakinkan Dila. "Yah udah deh kalau gitu, kamu ikut aku ke pasar untuk jualan sayur",kata Dila. "Yeay", sita bersorak seperti anak kecil. Dilapun hanya senyum-senyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya yang kayak bocah.


Sudah pukul 12 siang sayuran Dila belum laku-laku juga dan sita pun kelihatannya sudah sangat lapar. "Sita kamu lapar yah??", tanya Dila. "Iya Dil", jawab sita malu-malu karena perutnya sedari tadi mengeluarkan suara. "Ayo kita makan", ajak Dila. "Tapi itukan nasinya buat kamu Dila, aku nggak pa pa ko

__ADS_1


aku masih bisa nahan, hehehe",kata sita sambil cengengesan. "Nggak pa pa ko sit, yah kali aku makan sendiri ada-ada aja kamu, yuk makan, kalau kamu nggak makan aku juga makan nih",ancam Dila. "Yah udah ayokk", jawab sita. Setelah selesai makan sita kelihatannya kenyang dan udah semangat 45 lagi kayak tadi pagi. "Sayur, sayur,sayur,sayur siapa yang membeli sayur ini akan mendapatkan ciuman dariku", kata sita sambil berteriak. "Kamu gila yah sit",kata Dila sambil menarik sahabatnya itu untuk memberhentikan aksinya. "Nggak pa pa Dil....", belum sempat sita melanjutkan omongannya tiba-tiba ada yang datang membeli sayur. "Permisi atuh neng sayurnya berapa yah??", kata seorang saudagar kaya di desa mereka.


"3 ikat lima ribu rupiah pak", jawab Dila. "Oh iya saya akan membeli semua sayuran kamu asalkan ada syaratnya, hehehe",jawab saudagar kaya tersebut sambil cengengesan. Dila yang sudah mengetahui apa maksud bapak tersebut langsung membantah keras omongan saudagar kaya tersebut. "Sayur ini tidak dijual buat bapak, silahkan bapak pergi dari sini!!!!", jawab Dila dengan tegas. Akan tetapi, " cup '' sita mencium saudagar kaya tersebut dan langsung menagih janjinya. "Sitaaaa", teriak Dila sehingga semua orang menoleh ke arah mereka. Sita tetap tidak peduli dengan panggilannya Dila dan tetap menagih janji dari saudagar kaya tadi. "Cepat bungkus semua sayuran itu saya akan memborongnya", kata saudagar kaya tersebut. Secepat kilat sita membungkus semua sayuran tersebut dalam satu kantong plastik dan dia memberikan sayuran tadi kepada anak buahnya saudagar kaya tadi. "Ini uangnya, kalau jualan lagi jangan sungkan untuk memanggil saya, saya akan memborong semua dagangan kamu, hehehehe", kata saudagar kaya itu dengan sombongnya dan berlalu pergi. Dila hanya menatap sita dengan tatapan jengkel tetapi dibalas dengan senyuman oleh sita. Sitapun menarik sahabatnya untuk membeli perlengkapan buat berangkat besok ke kota dan dilapun pasrah ditarik oleh sita dan melewati orang-orang yang menatap mereka dengan tatapan sinis dan hina.


Mereka pun membeli baju serta celana 1 2 potong saja dan menyisahkan sedikit uang untuk besok. Hari pun mulai gelap dan mereka pun segera pulang dan bersiap siap untuk keberangkatannya Dila besok ke kota.

__ADS_1


__ADS_2