
"Bahasa apa lagi itu?! oh ayolah baby jangan mempermainkan aku dengan menggunakan beberapa bahasa konyol mu itu! aku sama sekali tidak memahaminya,kenapa kamu tidak bicara menggunakan bahasa Inggris saja? daripada berbicara menggunakan bahasa aneh itu?"
"Hey,jika aku berbicara menggunakan bahasa Inggris nanti kamu malah paham dan mengerti apa yang sedang aku ucapkan!"
"Apakah kamu masih marah?"
"Apakah kamu tidak melihat wajah ku ini?" tanya balik vidya sembari kembali memasang ekspresi kesal
Kini vidya memberikan kode lagi terhadap kaizo.dirinya mengatakan satu ucapan kata "cemburu" sontak membuat kaizo mengerutkan dahinya setelah mendengar satu kata itu.
"Aku memberikanmu satu bocoran,kenapa aku bisa marah terhadapmu.pikirkan itu baik-baik" ucap vidya dengan bermain ponselnya
Kaizo berfikir sejenak dan berusaha untuk memikirkan bagaimana gadisnya itu bisa marah terhadapnya.
Selang tiga menit berlalu kaizo mengetahui jawabannya.kaizo baru menyadari bahwa gadisnya sedang cemburu terhadapnya.kaizo mengingat gadisnya itu yang dimana dia mengikuti kelakuan mbak-mbak penjual ikan segar tadi yang sempat meminta nomer ponselnya.
"Kamu sedang cemburu?" tanya kaizo dengan di iringi senyuman yang menyeringai wajah tampannya
__ADS_1
"Baguslah,jika kamu menyadarinya" balas vidya dengan memasang muka datar
Kaizo hanya terkekeh pelan melihat sangat gadis yang memasang ekspresi muka seperti itu.
"It's okay,it's okay i'm sorry.aku berjanji aku tidak akan menerima ponsel wanita lain selain ponsel gadisku sendiri"
"Kamu bohong! aku tidak percaya terhadapmu! kamu nanti pasti mengulanginya lagi"
"Apakah wajahku ini terlihat seperti sedang berbohong baby? tanya kaizo dan vidya menggelengkan kepalanya
" Baiklah,baiklah aku percaya kepadamu dan aku pegang janji kamu! jika kamu melanggarnya lihat saja nanti!" ancam vidya yang mengepalkan tangan kanannya dihadapan wajah prianya
"Oh ya,apakah kamu sudah selesai membeli semua bahan-bahan dapur yang kamu butuhkan?" tanya kaizo dengan sedikit merapikan jasnya
"Sudah,ayo sekarang kita pulang" ajak vidya dengan tersenyum kecil
Sebenarnya kaizo sudah ada rencana untuk pergi ke suatu tempat setelah selesai berbelanja di pasar.
__ADS_1
Tanpa basa basi dan membuang banyak waktu kaizo menggandeng tangan gadisnya dan mengajaknya untuk segera cepat-cepat pergi dari tempat yang tidak nyaman sama sekali bagi dirinya.
Selang dalam perjalanan menuju ke pintu luar pasar tradisional tersebut kaizo sempat mengajukan sebuah pertanyaan terhadap gadisnya yang berbicara menggunakan bahasa asing tadi kepadanya.
"Baby,tadi kamu berbicara menggunakan bahasa aneh tersebut asal-usulnya darimana? kenapa kamu bisa mengetahui bahasa seperti itu? apakah kamu selalu menonton film negara luar terus pemeran filmnya berbicara menggunakan bahasa asli mereka? sehingga-hingga kamu ikutan seperti itu?" tanya kaizo yang melemparkan begitu banyak pertanyaan
"Pertanyaan satu-satu dulu dong,jangan langsung dicampurin gitu.kan nantinya jadi bingung aku jawabnya harus mulai darimana dulu" ungkap vidya dengan mengerucutkan bibirnya
"Eugh,itu tadi kamu berbicara kepadaku menggunakan bahasa apa? aku sama sekali tidak mengerti" balas kaizo dengan menggaruk kepalanya yang gatal
"Bahasa yang mana sayang? kan tadi aku berbicara memakai dua bahasa"
Kaizo yang mendengar bahwa gadisnya memanggil dirinya dengan sebutan sayang seketika membuat hatinya berbunga-bunga.terlihatlah sebuah ukiran senyuman lebar yang mengembang di wajahnya.
Vidya yang melihat kaizo senyum-senyum sendiri sembari menatap dirinya,membuat vidya menautkan kedua alisnya sembari mengumpat kaizo didalam benak hati kecilnya itu.
"Ada apa dengan pria ini? tidak ada hal yang lucu juga malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila!" batin vidya yang mengejek kaizo
__ADS_1
|||Bersambung|||