
"Kenapa kau malah memilih makan di pinggir jalan?" tanya vidya yang membuat adit menggerutkan dahinya
"Maksud kamu?"
"Maksud saya kenapa kau lebih memilih membeli atau makan di pedagang kaki lima,kan biasanya orang-orang kaya kan makanya di restoran mewah dan mahal" ucap vidya yang menatap adit dengan wajah serius
"Karena saya lebih menyukai makanan sederhana,daripada makanan makanan mahal nanti ujung-ujungnya tidak sehat" jawab adit
"Begitu ternyata"
Sekitaran 10 menit kemudian dua seporsi mangkok bakso dan es teh manis dua yang adit pesan tadi kini telah datang di hadapan mereka berdua
"Selamat menikmati tuan,nona" ucap pedagang itu yang meletakkan mangkok bakso di meja
"Terima kasih pak!" ujar vidya dan di angguki oleh pedagang itu
Kini mereka berdua pun memakan bakso itu dengan lahap karena perut mereka berdua sudah sangat terlalu lapar
__ADS_1
Tak membutuhkan waktu lama kini bakso yang baru saja datang di hadapan mereka berdua itu pun sudah habis tak tersisa.adit lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri pedagang penjual bakso itu karena adit ingin membayar bakso dan es teh yang ia pesan tadi
"Semuanya jadi berapa?" tanya adit yang fokus mengambil uang di dalam dompetnya
"Maaf dit tapi saya akan bayar sendiri" sahut vidya yang menghampiri adit
"Tidak apa-apa vidya anggap saja ini sebuah hadiah untukmu karena kau sudah mau menemani saya untuk makan"
"Duhhh jadi ngerepotin gini" ucap vidya yang tidak enak namun adit hanya tersenyum tipis saja
Adit lalu mengeluarkan uang 100 ribu dari dompetnya ia lalu menyodorkan uangnya ke penjual bakso itu.penjual itu pun menerimanya tapi saat ia membuka kotak tempat uang sayangnya ia tidak ada uang kecil sama sekali.dan hanya ada uang 50 ribu saja didalam kotaknya itu.
"Maaf mas uang kecil ada ngak?" tanya penjual itu kepada adit
Setelah mendengar ucapan penjual bakso itu adit lalu membuka dompetnya kembali dan memeriksa ada uang kecil tidak di dalamnya,setelah diperiksa ternyata tidak ada sama sekali uang kecil hanya ada uang berwarna merah dan biru yang cukup banyak di dalam dompetnya adit itu
"Aduh tidak ada mas" jawab adit sembari memasukkan dompetnya ke dalam sakunya
__ADS_1
Penjual itu pun kebingungan ia harus bagaimana agar ia bisa memberi kembalian ke adit,dengan senang hati adit merelakan uangnya itu ke penjual itu
"Tidak apa-apa bang,kembaliannya ambil saja mungkin cukup buat kebutuhan mas untuk hari ini" ucap adit dengan memasang wajah senang
"Serius ini mas?" tanya penjual itu dan di angguki oleh adit "ya ampun sekali lagi terima kasih terima kasih banyak" jawab penjual itu dengan senang
"Iya sama-sama kalau begitu saya dan teman saya pamit dulu ya bang" pamit adit lalu pergi dari tempat itu
"Iya mas hati-hati!" teriak penjual itu sembari melambaikan tangan kanannya
"Pak adit memang baik, udah ganteng dermawan lagi.wuihhh pantesan banyak perempuan yang menyukai dia.apalagi di kantor banyak wanita genit-genit yang ingin menjadi istri pak adit" batin vidya dengan melirik adit
Adit yang menyadari bahwa sedari tadi dia di tatap oleh asistennya itu.ia lalu menghentikan langkah kakinya untuk sementara
"Kok berhenti?" tanya vidya kepada adit karena ia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya
|||Bersambung|||
__ADS_1