Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Muka tua


__ADS_3

"Mbak,saya pilih yang ini saja" ucap vidya dengan menunjuk gaun pilihannya


"Baik non,mau dicoba terlebih dahulu apa langsung dibungkus?"


"Langsung dibungkus saja"


"Baik saya akan segera kembali" ucap karyawan itu dan di angguki oleh vidya


...


Hanya dalam hitungan beberapa detik saja tanpa melewati 1 menit gaun pilihan vidya kini telah di bungkus.


"Ini nona" menyodorkan paperbag yang isinya gaun milik vidya


"Terima kasih" balas vidya dengan memberikan senyuman hangat


"Jika gaun ini tidak muat atau kebesaran dan anda berubah pikiran silahkan anda kembali ke butik kami,atau anda bisa menukar gaunnya kembali"


"Semuanya jadi berapa?" sahut kaizo yang menatap karyawan itu dengan muka datar


"Untuk masalah itu tuan bisa langsung pergi ke arah bagian kasir,saya permisi dulu"

__ADS_1


Setelah karyawan itu pergi dari hadapan kaizo dan vidya,kaizo lalu menarik tangan gadisnya secara tiba-tiba dan mengajaknya untuk langsung ke arah bagian kasir.


Kaizo lalu merebut paperbag yang sedari tadi di pegang oleh gadisnya.dengan kasarnya kaizo menyodorkan paperbag itu ke arah meja kasir.


"Semua jadi berapa?"


"Sebentar ya pak saya hitung dulu"


Kaizo yang mendengar dirinya dipanggil "bapak" secara spontan dirinya mengerutkan dahinya dan memberikan sorotan tatapan tajam terhadap karyawan yang bertugas menjadi kasir butik tersebut.


Kaizo seketika mendobrak meja dengan tangan kekarnya membuat karyawan itu terkejut bukan main.dirinya tidak terima jika dirinya dipanggil bapak.


"M...maaf tuan,saya pikir....saya pikir anda sudah berusia 40 tahunan,karena dilihat dari penampilan tuan anda sudah seperti bapak-bapak"


Vidya hanya bisa menyimak sembari sedikit terkekeh melihat prianya itu yang sedang berdebat dengan pegawai yang bekerja di bagian kasir itu.


"Ck,maaf maaf" ketus kaizo dengan memalingkan pandangannya


Keadaan pun menjadi hening sementara setelah ada perdebatan kecil tadi.


"Semuanya jadi 750 ribu nona"

__ADS_1


Kaizo mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan delapan lembar uang lalu meletakkannya di atas meja.ia lalu mengambil paperbagnya dan menarik tangan gadisnya untuk segera diajak keluar dari butik itu.


"Hey! kalau jalan lihat-lihat dong!" teriak sang ibu-ibu yang meneriaki kaizo


Mendengar itu kaizo hanya acuh tak acuh.dirinya sama sekali tidak peduli dia menabrak orang maupun menabrak sesuatu yang menghalangi jalannya.kaizo terus saja berjalan tanpa mempedulikan lingkungan yang berada disekitarnya itu.


Sementara vidya hanya diam dan menatap kaizo yang menarik tangannya itu.


Melihat muka kesal yang ditunjukkan oleh kaizo vidya tidak berani berbicara kepadanya dan dia memilih diam saja.vidya tahu jika suasana hatinya sedang buruk, dan kaizo sedang marah tidak ada satupun orang yang berani berbicara kepadanya.bagi vidya kaizo jika marah dia terlihat seperti iblis tampan yang mengeringkan.


"Jalankan mobilnya sekarang!" perintah kaizo dengan membanting pintu mobil


"Baik tuan!" balas frank lalu mulai menjalankan mobilnya


"Ada apa dengan tuan? apakah ada sesuatu yang membuat dirinya marah? atau jangan-jangan...nona vidya lah yang telah membuat tuan marah?" batin frank yang sedikit melirik tuannya yang sedang melihat ke arah kaca mobil


Sepanjang jalan keadaan hening dan hanya ada suara mobil dan kendaraan lainnya yang berada di luar.


Vidya yang tidak suka dengan kesepian dirinya pun berani mulai membuka obrolan walau di benak hati kecilnya dia merasa agak sedikit takut apa yang kaizo lakukan nanti jika dirinya membuka pembicaraan untuk memecahkan suasana keheningan tersebut.


|||Bersambung|||

__ADS_1


__ADS_2