Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Mati our keluar dari rumah?


__ADS_3

"Saya tidak peduli mau kamu ada kerjaan atau tidak ada!" tegas kaizo membuat maid itu semakin menangis menjadi-jadi


"Saya mohon tuan jangan pecat saya hiksss...saya akan melakukan semua perintah dari tuan asalkan jangan pecat saya hiksss..." pintanya namun tidak di gubris sama sekali oleh kaizo


Vidya yang melihat maid memohon dengan cara seperti itu membuat vidya menjadi kasihan kepadanya.


"Kaizo tolong beri dia satu kesempatan lagi,ini hanyalah sebuah kecelakaan kecil,jadi...tidak perlulah main asal pecat-pecatan seperti itu" titah vidya sembari memegang pundak kanan kaizo


Belum sempat kaizo menjawab ucapan dari gadisnya,kedua bodyguardnya kini telah datang dihadapan kaizo dengan membawa sebuah koper dan tas milik maid itu.


"Semuanya sudah beres tuan!" ucap salah satu bodyguardnya dan di angguki oleh kaizo


"Saya mohon tuan jangan pecat saya hiksss..." pinta maid itu sekali lagi sembari melihat koper dan tasnya yang kini sudah tepat ada di hadapannya


"Berdirilah!" perintah kaizo kepada maid yang memegangi kaki kanannya itu

__ADS_1


Namun maid itu hanya menggelengkan kepalanya,ia tetap berusaha untuk membujuk tuannya agar tuannya tidak memecat dari pekerjaannya.


"Saya tidak mau tuan! saya rela bersujud di hadapan tuan,agar tuan tidak memecat saya hiksss..."


Kaizo mulai geram,baru pertama kali perintahnya kini di tolak oleh maidnya itu.ia lalu mengambil sebuah pistol yang ia simpan di balik jasnya itu.


"Kau memilih mati atau memilih keluar dari rumah ini?" tanya kaizo dengan suara pelan sembari menyodorkan pistolnya ke arah kepala maidnya


Vidya yang melihat kaizo memegang pistol matanya membulat.sejak kapan kaizo menyimpan pistolnya di balik jasnya?padahal sedari tadi kaizo selalu bersama dengan gadisnya.


Maid itu tampak terlihat kebingungan.ia harus memilih antara keluar dari rumah tuannya atau memilih mati meninggalkan dunia untuk selamanya.


Karena maid itu belum sama sekali memilih pilihan yang kaizo berikan membuat kaizo sudah tidak tahan lagi.


Kaizo tidak bisa menunggu lebih lama lagi.karena hari ini dia akan melakukan interview di perusahaannya.jadi dia akan terlambat jika menunggu terlalu lama jawaban dari maidnya itu.

__ADS_1


"Seret dia keluar!" perintah kaizo kepada bodyguardnya yang masih berdiri disana


"Baik tuan!"


Maid itu lalu diseret keluar oleh salah satu bodyguard kaizo.dan satu bodyguard membawa koper dan tas maid itu untuk dibawa keluar.


Disusul oleh kaizo dan vidya dari belakang.


Kini maid itu didorong kasar hingga ia tersungkur ke lantai oleh bodyguard kaizo.dan salah satu bodyguard melempar koper dan barang-barang milik maid itu ke arahnya.


"Ayo kita masuk dan biarkan dia di luar! nanti dia juga akan pergi-pergi sendiri!" perintah kaizo dan di angguki oleh kedua bodyguardnya


Vidya yang tidak tega melihat mantan maid kaizo itu menangis dengan tersedu-sedu membuat hati vidya luluh.


Saat kaizo ingin melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah ia sempat melirik ke arah gadisnya.ia heran kenapa gadisnya itu sedari tadi menatap maid itu dengan tubuh tidak bergerak sama sekali layaknya seperti patung.

__ADS_1


"Ayo masuk!" ucap kaizo dengan menggenggam tangan gadisnya membuat vidya membuyarkan lamunannya


|||Bersambung|||


__ADS_2