Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Ngidam bakso


__ADS_3

Sebenarnya itu adalah suara keroncongan perut vidya.vidya yang tadinya tidak sempat sarapan dan terburu-buru untuk segera pergi ke pasar karena takut bahan-bahan yang dibutuhkannya telah habis dibeli oleh orang lain.


Kaizo menoleh ke arah gadisnya karena dirinya curiga sedari tadi gadisnya hanya diam dan tidak berkutik.


"Baby apakah itu suaramu perutmu?"


Vidya yang mendengar prianya itu bertanya kepada dirinya,dirinya hanya senyum-senyum sembari memejam kan kedua matanya.


"Iya,itu suara perutku.aku lapar kaizo.ayo kita pulang aku ingin segera makan karena cacing-cacing di dalam perutku ini sudah tidak bisa menahan lapar yang hebat ini!"


"Siapa suruh tadi yang buru-buru ingin cepat-cepat pergi ke pasar dan tidak menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu?" tanya kaizo dengan menaikkan satu alisnya


"Ah,kamu banyak omong! apa aku harus mengulang apa alasan kenapa tadi aku tidak menyempatkan separuh waktuku untuk sarapan pagi?"


Kaizo hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ocehan sang gadis.


"Frank,kita ke restoran vollizer"


"Baik tuan"

__ADS_1


"Sudah jangan marah-marah baby nanti cepat tua loh,kamu lapar kan? ayo kita ke restoran untuk mengisi perutmu itu"


Kaizo mengelus urai rambut vidya dengan penuh kasih sayang.ia lalu menggandeng tangan gadisnya dan mengajaknya untuk kembali masuk ke dalam mobil.


"Apaan restoran,aku tidak mau makan di restoran! aku ingin makan bakso yang di seberang jalan!"


Mendengar gadisnya yang menolak ajakannya untuk makan di restoran membuat dirinya mengerutkan dahinya.kaizo pernah mendengar nama makanan yang bernama bakso itu.tapi dia lupa dimana dia pernah mendengar nama makanan itu.


"Bakso? bukankah itu makanan yang memiliki benda yang berbentuk bulat bulat ada yang besar dan ada yang kecil? terus ada kuahnya dan bihunnya lalu dicampur dengan sedikit sayur-sayuran"


Vidya seketika tertawa terbahak-bahak sampai-sampai kepalanya terbentur kaca jendela mobil setelah dirinya mendengar kaizo yang tidak mengerti nama makanan yang ia sebut tadi.


Kaizo menarik tangan gadisnya dengan perlahan lalu menenggelamkan wajah gadisnya di bidang dadanya.


"Sudah diam di sini,dan berhentilah tertawa,karena tidak ada hal yang lucu yang harus ditertawakan!" tegas kaizo dengan mengelus kepala gadisnya yang terbentur kaca mobil tadi


"Jalankan mobilnya sekarang" lanjut kaizo


"Baik tuan!"

__ADS_1


Mobil pun mulai berjalan dengan kecepatan sedang dan mulai meninggalkan tempat toko pakaian tersebut.


"Kaizo,kita makan bakso yuk.aku dengar sekarang ada bakso varian terbaru tau"


Vidya begitu antusias karena dirinya tidak sabar ingin makan bakso.sementara kaizo hanya bersikap biasa saja tanpa ada rasa semangat yang membara di dalam dirinya.


"Tidak! kita tidak akan memakan makanan murahan seperti itu!" tolak kaizo dengan memasang muka datar


"Lalu?" tanya vidya dengan sedikit melototkan matanya


"Kita akan makan di restoran.disana makanannya sehat-sehat daripada makanan yang ada di seberang jalan,makanan di restoran kualitasnya terjamin,bersih dan sehat"


"Cih, aku kan sudah bilang aku tidak mau makan di restoran! aku ngidam ingin makan bakso kaizo aaa"


Vidya merengek karena permintaannya itu ditolak dan tidak dituruti oleh kaizo.vidya terus saja memukuli lengan kaizo karena dirinya sangat kesal dan meluapkan semua amarahnya dengan memukuli lengannya.


Sementara kaizo hanya diam dengan memainkan ponselnya dan membiarkan gadisnya itu terus saja memukuli lengan kekarnya.karena pukulan yang diberikan oleh gadisnya terhadapnya itu ia menganggap bahwa pukulan itu adalah sebuah olahraga.


|||Bersambung|||

__ADS_1


__ADS_2