
"Gawat! kondisinya semakin memburuk! suster,cepat ambilkan pacu jantung di atas meja!" pinta dokter yang panik
"Ini dok!"
Dokter itu lalu memberikan alat pacu jantung tersebut ke dada vidya.pacu jantung tersebut dilakukan berkali-kali oleh dokter agar nyawa vidya bisa tertolong.
Tetapi sayang sekali alat pacu jantung itu tidak bisa menolong vidya.alhasil vidya kini telah dinyatakan meninggal dunia.
"Pasien sudah tidak bisa kita tolong lagi,suster tolong cabut semua alat yang menempel di seluruh tubuh pasien ini!" pinta dokter itu dan di angguki oleh suster yang berada disampingnya
Dokter itu lalu keluar dari ruang UGD untuk memberi tahu soal ini terhadap kaizo.
Sementara suster yang masih berada di dalam ruangan UGD tersebut dirinya akan memindahkan vidya diruangan mayat.
...
"Dengan keluarga nona vidya? tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan
Seketika kaizo,andy,jonathan,frank dan bodyguard lainnya datang menghampiri dokter tersebut setelah mendengar suara yang tidak asing bagi mereka.
"Saya kekasihnya!"
"Saya adiknya!"
__ADS_1
Seketika kedua laki-laki tersebut bertatapan satu sama lain setelah menjawab pertanyaan dari sang dokter.
"Jadi...bagaimana dengan kondisi kekasih saya dok? apakah dia baik-baik saja?"
"Tuan tolong anda tenanglah terlebih dahulu"
Kaizo yang mendengar ucapan dari sang dokter dirinya memberontak dan malah semakin marah.bagaimana dirinya tidak marah karena baru ada seseorang yang memerintahkan dirinya untuk tenang.
"Cepat katakan saja bagaimana kondisi gadisku sekarang jangan terlalu banyak basi-basi seperti itu!"
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi...tuhan berkehendak lain maafkan kami tuan nona vidya tidak bisa ditolong"
"Dhegg" jantung serasa berhenti begitu saja setelah mendengar kabar yang pahit itu.kaizo diam mematung sembari membulatkan matanya.
Kaizo mengalihkan pandangannya ke arah dokter yang saat ini tepat ada dihadapannya.dirinya memberikan sorotan tatapan tajam.
Dengan kasar kaizo merekrut kerah baju dokter tersebut.sembari berbicara dengan teriak-teriak tepat di hadapan wajah dokter itu.
"Anda tidak becus sama sekali menjadi dokter! manusia seperti anda yang tidak berguna sama sekali kenapa dibiarkan hidup saja hah?!"
"Apakah rumah sakit ini tidak memiliki alat-alat yang lengkap sehingga-hingga tidak dapat menyelamatkan nyawa gadisku?!"
Frank dan jonathan lalu menghampiri tuannya itu dan segera menenangkannya.
__ADS_1
"Tuan maaf sebelumnya saya lancang.sebaiknya anda jaga ucapan anda,jangan berbicara seperti itu nanti tuan akan dituntut" frank memberikan nasehat terhadap kaizo
Kaizo seketika duduk lemas di lantai.dirinya masih tidak percaya bahwa gadisnya itu akan pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
"Aku baru pertama kali melihat tuan kaizo yang menangis hanya seorang gadis,saat tuan kaizo dulu masih bersama dengan nona vely dan nona gita tuan tidak seperti ini" batin jonathan dengan menatap kaizo
Jangan lupakan andy.andy juga sebenarnya juga masih belum percaya jika kakaknya itu telah meninggal.dirinya menangis tersedu-sedu di pojokan dinding.hingga ada salah satu bodyguard kaizo yang menghampirinya menenangkannya.
Kaizo lalu beranjak dari duduknya dan menerobos untuk masuk kedalam ruang UGD tersebut.dirinya ingin menemui gadisnya yang terbaring di atas ranjang.
Saat kaizo sudah memasuki ruang UGD terlihatlah vidya dan kedua suster yang akan membawa vidya untuk pergi dari ruang UGD.
"Tunggu! kalian mau membawa gadisku ke mana?!" tanya kaizo yang menghadang kedua suster tersebut
"Kami akan membawa nona vidya ke ruangan mayat tuan"
Emosinya kini memuncak kembali kaizo membentak kedua suster tersebut untuk tidak mencoba-coba membawa gadisnya pergi kemanapun.
"Baby,aku mohon jangan seperti ini...bukalah matamu aku ada disini baby.kamu pernah berjanji untuk tidak meninggalkan aku dan akan selalu berada di sisiku kan? tapi kenapa kamu malah mengingkarinya baby? kenapa? jawab! jangan diam saja hikss..." ucap kaizo yang menggenggam tangan vidya sembari menciumnya punggung tangan gadisnya berkali-kali
Setetes air mata tidak sengaja jatuh mengenai tangan vidya.tanpa disadari salah satu jari vidya bergerak-gerak sendiri.
"K...kaizo..." panggil seorang gadis yang memanggil nama kaizo
__ADS_1
|||Bersambung|||