
"Kamu sedari tadi kenapa sih baby? marah sama aku? kenapa? apakah aku membuat keselalahan?" tegas kaizo yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi
"Pikir saja sendiri kenapa kamu bisa membuatku marah!" ketus vidya dengan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya
Pedagang penjual sayur mayur itu dirinya hanya bisa menyimak sembari menggelengkan kepalanya karena melihat sebuah pertengkaran antara sepasang kekasih di hadapannya.
"Ini neng,semuanya jadi dua ratus lima puluh ribu" ucap pedagang itu dengan menyodorkan kantong plastik besar yang berisi sayur mayur yang diinginkan oleh vidya
Vidya menerima kantong plastik itu lalu pergi berlalu saja tanpa membayar terlebih dahulu.
"Hey neng! bayar dulu jangan main kabur saja!" teriak sang pedagang
Tanpa berfikir panjang dan membuang banyak waktu kaizo membuka dompetnya dan mengeluarkan dua lembar kertas berwarna merah dan memberikan ke pedagang itu.
Setelah memberikan dua buah lembar uang kaizo bergegas berlari untuk mengejar gadisnya yang sudah meninggalkan dirinya sendiri disana.
"Mas,kembaliannya!" teriak pedagang itu dengan meratapi kepergian kaizo
__ADS_1
"Ambil saja!" teriak kaizo balik
...
Kini kaizo berhasil menyusul gadisnya.nampak jelas dari raut wajah vidya yang sedari tadi memasang ekspresi kesal sembari menautkan kedua alisnya.
"Gadis kesayangan,cintanya,miliknya seutuhnya,cantiknya tuan kaizo yang satu ini kenapa marah?apakah laki-laki mu ini membuat kesalahan sehingga membuatmu marah? katakan apa masalahnya! aku akan menebus kesalahanku dengan cara menuruti semua ucapan yang yang kamu pinta baby"
Vidya yang mendengar itu dirinya hanya memutar bola matanya ke arah lain sembari menghela nafas dalam-dalam.
"Bagi nomer ponselnya dong mas tampan" pinta vidya dengan suara yang dibuat-buat sembari menatap kaizo dengan tatapan sendu
Kaizo mengerutkan dahinya dan berfikir sejenak,sebelumnya dia sudah memberikan nomer ponselnya terhadap gadisnya itu sejak waktu dirinya baru pertama kali bertemu dengannya.
"Bukankah aku sudah memberikan nomer ponselku terhadapmu?" tanya kaizo sembari menaikkan satu alisnya
Padahal vidya memberikan kode terhadap kaizo dengan menggunakan cara sama yang dilakukan oleh pedagang ikan tadi waktu pedagang itu meminta agar kaizo memberikan nomer ponselnya kepadanya.
__ADS_1
Sebenarnya vidya marah terhadap kaizo hanya gara-gara sebuah masalah kecil.vidya cemburu jika perempuan lain menggoda kaizo maupun meminta-minta nomer ponselnya.
Kaizo yang masih bingung terhadap gadisnya yang berprilaku seperti itu membuat dirinya semakin sangat bingung karena tidak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh gadisnya.
"Opo koen ora krungu aku mau ngomong opo? opo aku harus ulangi mene omonganku ben koen krungu? njalok nomer hpmu mas!" ucap vidya yang berbicara menggunakan bahasa jawa
"Apa yang sedang kamu bicarakan? bahasa apa itu? apakah bahasa asing? apakah itu bahasa rahasia kamu baby? oh ayolah jangan berbicara denganku menggunakan bahasa seperti itu! aku sama sekali tidak mengerti dan tidak memahami bahasamu itu!" tungkas kaizo dengan mencibirkan bibirnya
Vidya yang tadinya memasang wajah kesal seketika raut wajahnya berubah.dirinya kini tertawa terbahak-bahak karena mendengar celotehan kaizo yang tidak mengerti bahasa yang ia gunakan tadi.
"Apakah kau sedari tadi masih tidak sadar juga kenapa aku bisa marah?" tanya vidya dan kaizo hanya menggelengkan kepalanya
"Oh ayolah beritahu aku! kenapa kamu bisa marah terhadapku?" rengek kaizo
"Ja sam inubomorna sam što vidim kako radosno prihvaćaš telefon te žene!" balas vidya yang menggunakan bahasa lain lagi
|||Bersambung|||
__ADS_1