Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Membelikan pembalut


__ADS_3

"Tidak saya tidak apa apa" ujarnya dengan tersenyum


"Tapi...kenapa nona masih disini? ayo masuk ke dalam nona,di luar udaranya dingin" ucap bodyguard itu


"Ya saya akan segera masuk" jawab vidya lalu di angguki oleh bodyguard itu


Kaizo lalu menyadari bahwa gadis nya itu tidak ikut masuk kedalam rumahnya,ia lalu menoleh ke arah belakang dan benar saja ternyata gadisnya itu masih diam seperti patung dan tidak bergerak sama sekali di luar. kaizo lalu menghampirinya dan mengajaknya untuk masuk kedalam


"Ada apa baby? kenapa kau masih diluar?" tanya kaizo yang heran


"Iya ini saya akan segera masuk kok tuan"ucapnya yang masih setia menutupi rok yang terkena darah itu dengan kedua tangannya


"Apa yang kau sembunyikan baby?" tanya kaizo yang curiga karena sedari tadi tangannya itu menghadap ke belakang seperti menyembunyikan sesuatu


"Tidak ada" jawab vidya singkat


Kaizo tahu jika gadisnya itu sedang berbohong,ia lalu menarik tangan kanannya dan betapa terkejutnya kaizo karena ia melihat bercak darah di tangan vidya itu


"Kenapa tanganmu baby?"


"Tidak apa-apa"


"Saya tidak suka jika ada orang yang berbohong! jawab yang jujur ini tanganmu kenapa?" tanyanya sekali lagi

__ADS_1


"Ini...ini noda...noda bercak darah" jawab vidya dengan terbata-bata


"Iya tahu ini noda bercak darah tapi penyebabnya apa baby?" khawatir


"Duhhh aku harus jawab apa??? jika nanti aku kasih tahu aku malu banget ya ampun" batinnya dengan berkeringat dingin


"Baby? tanganmu kenapa? ditanya kok malah diem sih?"


"Ini...noda bercak darah haid" jawabnya dengan malu-malu


"Darah apa?"


"Darah haid tuan,hari ini saya datang bulan"


"Tuan?"


"Hm?"


"Bisa...belikan saya pembalut ngak? ini uangnya tolong belikan ya?" memberikan uang 50 ribu ke kaizo


"Tidak tidak saya tidak mau!" menolak sembari memalingkan pandangannya


"Ayolah tuan saya mohon jika anda menolaknya saya akan tetap berdiri disini semalaman dan tidak mau masuk ke dalam rumah!"

__ADS_1


"Cihhh kau berbohong! nanti kau juga akan masuk!" ucap kaizo lalu pergi meninggalkan vidya sendirian disana


03 jam kemudian dan jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam kini vidya tetap berdiri di luar iya tidak pernah main-main dengan omongannya.kaizo lalu melihat gadisnya itu yang masih berada di luar dan tidak mau masuk ke dalam rumah,melihat itu kaizo jadi kasihan ia lalu menuruti permintaan vidya agar dibelikan pembalut.


"Aku pikir dia hanya main-main dengan omongannya" mengusap wajahnya dengan kasar lalu turun kebawah


Kaizo lalu sampai dibawah dan ia melihat gadisnya itu yang sedang mematung sembari melihat bintang di langit


"Baiklah saya akan memberikanmu pembalut" ucapnya pasrah


"Serius tuan?"


"Iya saya serius, tapi cium dulu pipi saya nanti saya belikan"


Dan "cup" vidya mencium kaizo


"Aishhh apa-apaan aku ini? kenapa aku malah mencium dia? apakah aku tidak sadar tadi?" batin vidya


"Tunggu disini saya akan segera kembali!" ujarnya lalu pergi


Di supermarket


Kini kaizo memasuki supermarket ia lalu berkeliling mencari pembalut yang vidya pesan tadi.setelah sekian lama mencari kini kaizo menemukan dimana letak pembalut itu.ia bingung harus pilih yang mana karena disana banyak merk produk pembalut disana.

__ADS_1


|||Bersambung|||


__ADS_2