Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Dua pilihan


__ADS_3

Bagaikan petir yang menggelegar di dalam hatinya.gita seketika sedih dan kecewa terhadap kaizo karena ucapan yang barusan ia lontarkan terhadapnya.


Vidya yang melihat itu dirinya lalu menghampiri gita dan berusaha untuk membantunya.vidya sendiri memang tidak tega jika ada seseorang yang diperlakukan buruk seperti itu.


Sang ayah dan ibu yang melihat anak kesayangannya itu diperlakukan kasar membuat mereka berdua marah karena tidak terima anaknya di perlakuan seperti itu.


"Dasar pria bajingan! berani sekali kamu mendorong anak saya hingga dia terjatuh ke lantai!"


"Kamu pria kejam dan tidak mempunyai hati sama sekali yang saya pernah temui di muka bumi ini!"


Kaizo yang mendengar cacian maki dari kedua orang tua gita kedua matanya kini menyorotkan tatapan tajam ke arah mereka.


Kaizo lalu menyodorkan sebuah pistol emas hitler andalannya ke arah kedua orang tua gita.


"Apa yang anda kalian berdua katakan barusan?! tarik ucapan kalian kembali sebelum timah panas ini meluncur ke atas kepala kalian!" tegas kaizo dengan ekspresi kesal namun ucapan kaizo tidak di pedulikan sama sekali oleh mereka


Sementara vidya yang sudah berada di samping gita dirinya lalu menyodorkan tangannya untuk membantu gita berdiri.

__ADS_1


Gita yang melihat ada tangan di depan wajahnya pandangannya lalu tertuju ke arah orang yang menyodorkan tangannya ke dirinya.


"Kamu jala*g tidak perlu berpura-pura baik terhadapku!" kesal gita dengan menepis tangan vidya


"Kak,tolong jangan begini! ayo aku bantu berdiri!"


Dan lagi gita menolak pertolongan vidya dirinya lalu mendorong vidya hingga vidya tersungkur ke lantai sama seperti dirinya.


Kaizo yang mendengar keributan itu dengan cepat kedua pandangannya lalu tertuju ke arah sang gadis dengan keadaan yang tersungkur di lantai.


"Baby,baby kamu kenapa bisa jatuh seperti ini? apakah ada yang sakit? cepat katakan padaku!" tanya kaizo dengan menghampiri gadisnya


Gita yang melihat kaizo yang begitu perhatian kepada vidya membuat dirinya semakin cemburu.


Tanpa disengaja gita melihat sebuah pisau tajam yang tergeletak di sebuah meja yang tak jauh dari posisinya.dia lalu mengambil pisau itu dan segera menyelipkannya di bajunya sebelum kaizo melihatnya.


Tanpa berpikir jernih dahulu tiba-tiba gita menarik tangan vidya dan memeluknya dengan erat agar vidya tidak bisa lepas darinya.

__ADS_1


"Kaizo! jika kau tidak ingin bersamaku lagi seperti dulu maka bersiap-siaplah tengah malam ini gadis ini akan tewas tepat di depan matamu sendiri!" ancam gita dengan menyodorkan pisau tajam ke arah lehernya


Vidya terkejut karena gita tiba-tiba memegang pisau.dan pisau itu gita arahkanke lehernya yang siap untuk mengores leher indahnya itu.


Vidya ketakutan diiringi keringat dingin membuat nafasnya semakin cepat dari sebelumnya.


"Kirana bawa dia kemari!" perintah gita terhadap kirana dan kirana hanya mengangguk


"Gita! aku peringatkan terhadapmu! jangan coba-coba kau sekali menggoreskan atau menyentuhkan pisau itu kepada leher vidya!"


Namun gita hanya tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan kaizo.


"Aku tidak akan menggoreskan pisau ini kepada gadis ini jika kau mau menikah denganku sayang.tentukan pilihanmu kaizoku tersayang,kau mau gadis ini mati atau kau mau menikah denganku?" ucap gita dengan tersenyum menyeringai wajahnya


Kaizo sangat bingung karena dirinya diberikan dua pilihan yang dibuat oleh gita.dirinya masih mencintai vidya dan dia tidak mau gadis tercintanya itu mati dan meninggalkan dirinya untuk selamanya.


Belum sempat kaizo menentukan pilihan yang akan dia pilih.datanglah kirana dengan membawa seorang anak laki-laki yang masih berumur 16 tahun.

__ADS_1


|||Bersambung|||


__ADS_2