
"Kirana,apa yang kau lakukan?! jangan bilang kau terpengaruh oleh ucapan bocah adik dari jala*g itu!" ucap gita dengan nada tinggi
"Gita,sebaiknya ini sudahi saja.yang dikatakan anak ini benar.dan tolong...biarkan vidya dan kaizo bersama.aku tahu kau juga masih mencintai kaizo.ya...mau bagaimana lagi sekarang kaizo sudah tidak mencintaimu dan tidak mau lagi denganmu"
"Aku yakin kok masih ada laki-laki diluar sana yang mengantri untuk menjadi kekasihmu" lanjut kirana
Gita mengerutkan dahinya dirinya terkejut karena sahabatnya itu lebih membela vidya daripada dirinya.gita semakin membenci gadis yang bernama vidya itu.gita menyalahkan vidya karena adiknya itu telah berhasil menghasut otak sahabatnya tersebut.
"Dasar jala*g tidak tahu diri! apakah kau tidak pernah mengajarkan adikmu itu untuk sopan santun?! adik dan kakak sama-sama saja!" bentak gita dengan tiba-tiba mencekik vidya
"Gita! lepaskan vidya!" pinta kaizo yang melihat gadisnya itu dicekik oleh gita
"Tidak! aku akan mencekik jala*g ini hingga dia kehabisan nafas! hahaha" balas gita dengan tertawa bahagia
"Dan kau kaizo jangan coba-coba kau mendekat! jika kau mendekat akan lebih cepat aku akan membunuh jala*g ini dengan pisau tajam ini!lanjut gita yang melihat kaizo ingin mendekat ke arahnya
__ADS_1
"Oke! aku tidak akan mendekat! tapi tolong lepaskan cekikanmu itu dari vidya!" pinta kaizo dan gita seketika menurutinya
"Tuan bima,nyonya aretha mungkin kami bisa membawa kalian ke kamar,karena di ruangan ini kondisinya sedang tidak baik dan berbahaya bagi kalian" tawar salah satu maid yang menghampiri kedua orang tua gita
"Tidak perlu! sebaiknya kau pergi saja!" tolak tuan bima dan di angguki oleh maid itu
Saat maid itu akan melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana tuan bima memanggilnya dan menyuruh maid itu untuk mengambilkan sebatang kayu untuk dirinya.
Maid itu sempat mengerutkan dahinya diiringi dengan rasa penasaran.untuk apa tuan bima menyuruh dirinya membawakan dia sebatang kayu?
Hanya membutuhkan 02 menitan saja maid itu sampai di ruangan aula pernikahan sebelumnya dengan memberikan sebatang kayu dengan ukuran yang cukup panjang dan besar kepada tuan bima.
"Baiklah,terima kasih!" ucap tuan bima dan di angguki oleh maid tadi
Tuan bima melangkahkan kakinya dan ingin pergi menghampiri putri semata wayangnya yang saat ini tengah menyiksa gadis bernama vidya tersebut.
__ADS_1
"Gita,maafkan ayah nak,ayah terpaksa melakukan ini karena tindakanmu itu sudah melewati batas nak"
Nyonya aretha sempat menghentikan langkah kaki suaminya itu.karena nyonya aretha mempunyai firasat buruk terhadap suaminya.entah apa sebenarnya yang direncanakan oleh tuan bima sehingga-hingga dia meminta maid untuk membawa sebatang kayu untuknya.
"Suamiku,kau mau kemana?" tanya nyonya aretha dengan menahan tangan suaminya
"Istriku sayang,aku mau menghampiri gita,kamu tunggu disini saja ya semuanya akan baik-baik saja kok"
"T...tapi,mas tunggu!" nyonya aretha sedikit teriak kepada suaminya yang melepaskan tangannya dari genggamannya
...
Tuan bima menghampiri anaknya dari arah belakang.kayu yang dibawah olehnya tadi kini akan bersiap untuk memukul kepala orang yang saat ini tepat ada di depannya.
"Sekali lagi maafkan ayah nak,ayah harap setelah ayah melakukan ini kamu bisa melepaskan gadis yang saat ini sedang kau sandera" batin tuan bima yang bersiap memukul kepala anaknya dari belakang
__ADS_1
|||Bersambung|||