
Kini mereka berdua sedang mengantri untuk pembayaran di kasir.
...
"Semua totalnya jadi 600 ribu tuan" ucap karyawan itu dengan meletakkan plastik di atas meja kasir yang berisi bararang belanjaan milik kaizo dan vidya
Kaizo membuka dompetnya dan mengeluarkan enam buah lembaran kertas berwarna merah dan memberikannya kepada karyawan yang bekerja di bagian kasir tersebut.
"Terima kasih!" karyawan kasir itu menerimanya dengan senang hati dan hanya di angguki oleh kaizo
Kini mereka sudah keluar dari supermarket itu.mereka pun masuk kedalam mobil secara bersamaan.kaizo menyalakan mobilnya dan mulai pergi meninggalkan tempat itu secara perlahan.
Hanya memakan waktu sekitaran 11 menitan kini mereka berdua telah sampai dirumah yang dulunya pernah ditempati oleh vidya.
Di halaman depan rumah itu terlihatlah ketiga anak laki-laki dengan dua anak perempuan yang sedang asik bercanda satu sama lain.
"Andy!" panggil vidya dan seketika membuat andy mengalihkan pandangannya ke arah sumber asal suara tersebut
"Kakak?"
"Bagaimana kabarmu? sudah lama kakak tidak berkunjung ke sini untuk melihatmu.maafkan kakak ya" ungkap vidya dengan menghampiri adiknya
"Aku baik kak,tidak apa-apa,aku tahu kakak pasti sangat sibuk dan tidak sempat untuk menemuiku" respon andy "iya,sibuk berduaan dan bucin-bucin mulu.dan tidak menyempatkan waktunya untuk menemui adiknya!" umpat andy dengan menunduk
Alih-alih pandangan vidya tertuju kepada kepala andy yang di perban dengan menggunakan kain perban.
"Itu kepala kamu kenapa di perban? apakah kamu terluka? kamu jatuh,kejedot benda atau apa?"
__ADS_1
"Andy kepalanya terluka karena dia jatuh dari motor kak" sahut seorang anak laki-laki yang berstatus menjadi teman andy
Vidya yang mendengar itu dirinya terkejut.padahal andy tidak memiliki motor,dan bagaimana bisa adiknya itu jatuh dari motor? vidya bertanya kepada dirinya sendiri.
"Apa zidan? jatuh dari motor? bisakah kamu menceritakannya secara jelas kepada kakak?" pinta vidya kepada temannya andy yang bernama lengkap agam zidan
Zidan pun mulai menceritakan semua kejadian yang dialami oleh andy dari awal hingga akhir sampai-sampai kepalanya harus diperban seperti itu.
Vidya yang mendengar cerita dari zidan dirinya lalu menampar pipi adiknya dengan tamparan pelan.
"Apasih kak sakit tau!" ringis andy dengan memegangi pipi kanannya yang baru saja ditampar oleh kakaknya
"Dasar bodoh! jika uangmu sudah habis ngomong sama kakak! kakak akan segera memberikan uang kepadamu.dan tidak perlu kamu ikut lomba-lomba yang membahayakan nyawa seperti itu!"
"Oh ya,zidan apakah motormu yang kamu pinjamkan ke andy apakah ada bagian yang rusak? aku akan menggantinya"
"Ada alasan kenapa aku tidak mau meminta uang kepada kakak lagi" andy berbicara dengan menundukkan kepalanya ke bawah "karena aku merasa kalau aku itu cuma beban buat kakak.dan aku terpaksa mengikuti lomba balap liar itu.ya...walaupun endingnya aku harus menelan pil pahitnya sih.tapi apakah kakak tahu? aku menang kak! aku mendapatkan juara ke 2,hadiahnya berupa uang tiga juta! andy kembali berbicara
Vidya hanya menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.ia lalu memeluk adiknya sembari mengelus-elus punggungnya.
"Lain kali jangan mengikuti lomba seperti itu! kakak tidak mau melihat adik kesayangan kakak ini terluka.jika uangmu sudah habis langsung saja kamu bilang ke kakak.jangan coba-coba untuk tidak bilang dan berniat ingin mengikuti lomba yang tidak jelas seperti itu lagi!" tegur vidya
"Iya kak,iya"
"Dan jangan pernah mengatakan kalau kamu itu beban buat kakak! oke?" vidya berbicara dan andy hanya mengangguk
"Tuh andy,dengerin omongan kakak lo itu" sahut seorang remaja wanita dengan memperingati andy
__ADS_1
Vidya seketika mengalihkan pandangannya ke arah sumber asal suara itu.dan terlihatlah dua remaja wanita dan satu remaja laki-laki yang sedari tadi berdiri dibelakang dan hanya menyimak perdebatan antara kakak dengan adik itu.
"Loh,ada jihan,mira dan david? aku tidak menyadari jika kalian berada disini juga" vidya berbicara dengan menatap ketiga remaja belia itu
"Halo,kak vidya" sapa mereka secara bersamaan dan vidya membalasnya dengan sebuah senyuman
Kaizo yang sedari tadi berdiri disamping gadisnya yang hanya nampak bergeming dirinya pun membuka suara untuk ikut juga menyapa teman-teman dari adik iparnya.
Seketika keempat remaja tersebut membulatkan matanya dan tidak percaya bahwa laki-laki yang menyapa mereka itu adalah seorang ceo sukses yang berasal dari amerika.
Mira dan jihan sungguh terpana melihat ketampanan pria yang baru saja menyapa mereka berdua.berbeda dengan zidan dan fikri.kedua anak laki-laki itu hanya bersikap biasa-biasa saja tanpa ada rasa kegirangan seperti itu.
"Apakah kedua mataku ini membohongiku?! kaizo sminth benar-benar ada di hadapan ku sekarang?!"
"Apakah ini sebuah mimpi atau sebuah kenyataan?!"
Mungkin tuhan memang menakdirkan kaizo untuk memiliki wajah tampan.
"Kakak,aku adalah fans beratmu.bolehkah aku meminta tanda tangan kak? tanda tangan disini kak!" ucap mira yang begitu sungguh antutias sembari menyodorkan buku tulis ke kaizo untuk mendapatkan tanda tangan dari kaizo
Kaizo hanya menatap buku tulis itu.dirinya sungguh sangatlah malas dan tidak ingin melakukan hal sepele seperti itu.kaizo takut jika nantinya gadisnya itu cemburu kepada dirinya jika dirinya menerima buku tulis yang diberikan oleh mira.
Kaizo pikir gadisnya itu juga memiliki sifat posesif seperti dirinya.
"Berikanlah! sepertinya mira sangat menggemarimu,aku kalau jadi mira aku pasti akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan tanda tangan darimu" ucap vidya dengan memegang lengan kaizo
"T...tapi" ucap kaizo namun gadisnya menatapnya seperti ada sesuatu keinginan yang ingin dituruti oleh kaizo "ck,baiklah.sini berikan pulpenmu" kaizo menerima buku tulis mira dengan bersikap dingin
__ADS_1
|||Bersambung|||