
Vidya mengibaskan tangan kaizo yang sejak tadi mengelus-elus urai rambut hitamnya yang lebat itu.
"Jika tidak mau menemani aku untuk berbelanja terserah! aku akan berangkat sendiri!"
Vidya menghentakkan kakinya dirinya lalu melangkahkan kedua kakinya untuk pergi darisana.dengan diiringi dengan perasaan yang kesal vidya membanting pintu untuk meluapkan semua amarahnya terhadap kaizo.
"Gadisku satu ini jika sedang marah benar-benar sangat kekanak-kanakan tapi,jika dilihat lucu juga" gumam kaizo yang melihat vidya membanting pintu
"Frank ikut saya!" lanjut kaizo dengan kembali memasang wajah dingin
"Baik tuan!"
Kaizo lalu beranjak pergi darisana diiringi dengan frank yang mengikutinya dari belakang.kaizo berniat untuk menemui gadisnya itu yang sudah keluar rumah duluan.
Terlihatlah vidya yang tengah berada di seberang jalan untuk menunggu taxi lewat.
"Baby, what are you doing there?" teriak kaizo yang akan memasuki mobilnya
Vidya yang mendengar teriakan itu dirinya hanya memutar bola matanya malas dan tidak peduli dengan apa yang kaizo ucapkan kepadanya.
__ADS_1
"Cepat hampiri dia!" pinta kaizo yang melihat gadisnya itu dari kaca mobil
"Baik tuan!"
Kini Frank menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan mobil itu ke arah vidya.
"Masuk!" pinta kaizo dengan membuka kaca mobilnya
"Ngapain juga aku masuk? bukannya tadi kamu tidak mau menemani aku untuk pergi berbelanja? sudahlah pergi sana! aku akan berada disini untuk menunggu taxi" cibir vidya dengan mengerucutkan bibirnya
Kaizo hanya bisa bergeleng kepala setelah gadisnya itu menolak ajakannya.ia tahu gadisnya itu sangat keras kepala seperti batu.kaizo lalu turun dari mobil dan menarik paksa tangan gadisnya untuk ia ajak masuk bersama ke dalam mobil.
Kaizo melingkarkan kedua tangannya ke arah pinggul gadisnya dan memangkunya di kedua pahanya.
Vidya mengerutkan dahinya dan sedikit mencerna ucapan yang dimaksud oleh kaizo barusan.
"Aku ingin duduk sendiri! lepaskan aku!" pinta vidya dengan menatap kaizo dengan tatapan sendu
__ADS_1
"Tidak!"
"Cepat turunkan aku dari mobil kaizo! aku ingin pergi ke pasar! nanti keburu kesiangan! kalau nanti kesiangan terus sayur-sayur dan bahan masak lainnya kalau habis dibeli para semua pelanggan gimana?"
Vidya terus saja mengoceh tiada henti karena dirinya takut jika semua bahan-bahan dapur yang ia butuhkan itu nantinya habis.
Kaizo yang merasa risih karena gadisnya itu yang sedari tadi mengoceh dirinya dengan sengaja menutup mulut gadisnya itu dengan ******* bibirnya.
Frank yang tidak sengaja melihat tuannya itu yang sedang bercinta dengan gadisnya dari kaca spion dalam dirinya sontak membulatkan matanya.
Sebelum kaizo melihat frank yang melihat dirinya yang sedang bercumbu mesra dengan vidya dengan cepat-cepat frank segera mengalihkan pandangannya ke arah depan dan kembali fokus mengendarai mobil.
"Syukurlah,jika tuan kaizo melihatku apa yang nanti dilakukannya kepadaku?" batin frank sembari menelan air ludahnya dengan susah payah
Selang memakan waktu 15 menit kini mereka bertiga sampai di sebuah pasar tradisional.
Kaizo dan vidya lalu turun dari mobil.sementara kaizo meminta frank untuk menunggunya di dalam mobil saja.
Banyak orang yang berlalu lalang di area pasar itu.kaizo yang baru pertama kali pergi ke pasar dirinya tercengang karena melihat begitu banyak pedagang yang berjualan mulai dari ikan,sayur,buah,pedagang kaki lima dan toko-toko yang menjual beberapa barang yang ada disana.
__ADS_1
"Ayok masuk!" ajak vidya dengan menggandeng tangan kaizo dan mengajaknya untuk masuk ke dalam
|||Bersambung|||