Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Dibawah ke rumah sakit


__ADS_3

Kaizo lalu melihat kebawah dan mendapatkan jika dia melihat kaki gadisnya itu terlihat lebam


"Ada apa dengan kakimu? apakah pria tadi menyakitimu?katakan siapa yang berani melakukan ini kepadamu hm baby?" ucapnya dengan khawatir


"Emmm...anu...anu...itu" jawabnya dengan kebingungan


"Anu apa baby? cepat katakan kepadaku! tanganku ini sudah gatal ingin menghabisi nyawa seseorang yang telah berani melukai gadis kesayanganku!"


"Aku tidak mungkin untuk mengatakan jika pelakunya adalah gita dan kakak yang mengatakan aku bocah SMP tadi.aku tidak ingin mereka dibunuh oleh kaizo hanya karena masalah kecil" batinnya dengan keadaan panik


"Baby kenapa kamu diam saja?" tanyanya sembari memegangi kedua pipi gadisnya itu


"Emmm...ini tadi kakiku cuma keseleo sedikit kok jadi kamu tidak perlu khawatir" berbohong


"Kau yakin? kau tidak berbohong kepadaku kan baby?" tanyanya sekali lagi dengan wajah serius


"Tidak mana mungkin aku membohongimu tuan kaizo" tersenyum manis


"Baiklah,ayo kita ke rumah sakit sekarang! jika kedua kakimu ini terlambat untuk di obati maka akan terjadi infeksi" ujarnya dengan menghela nafas lalu menggendong vidya ala bridal style


"Turunkan aku! aku tidak ingin di gendong aku masih bisa berjalan,kakiku sudah tidak sakit lagi kok.ayolah!" memohon kepada kaizo tapi kaizo tidak mempedulikan omongan gadisnya itu


Kaizo lalu memasukkan vidya ke dalam mobil.ia lalu mulai menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan mall itu

__ADS_1


"Drttt" telfon milik kaizo berdering ia lalu mengangkatnya


"Hallo pak? kau ada dimana? meeting kita akan segera dimulai" ucap karyawannya itu


"Untuk hari ini meeting kita dibatalkan! katakan kepadanya kalau meeting kita batal karena saya tiba-tiba ada urusan mendadak!" ujar kaizo sembari menyetir mobil menuju ke rumah sakit


"Tapi pak..." ucapnya terpotong


"Saya bilang batal ya batal dengar tidak?" bentaknya kepada karyawannya


"B...baik pak!"


Telfon off


"Bagaimana ini? baru pertama kali aku melihat seorang pria yang marah besar seperti itu hanya gara-gara meeting saja" batin vidya dengan kepala menunduk


Tak membutuhkan waktu lama kini mereka berdua sampai di rumah sakit.kaizo lalu menggendong vidya dengan berjalan tergesa-gesa


"T...tuan kaizo tolong turunkan aku,aku masih bisa berjalan kok" memohon sembari tersenyum


"Kamu berbohong!" ucapnya dengan wajah datar


Kini vidya masuk ke dalam ruang pasien untuk di periksa.sementara kaizo hanya berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan milik gadisnya itu

__ADS_1


05 menit kemudian dokter lalu keluar dari ruangan milik vidya.kaizo yang melihat itu lalu menghampiri dokter


"Dokter,bagaimana kondisi kaki pacar saya?"


"Tuan tidak perlu khawatir,nona vidya hanya terluka sedikit.beberapa hari lagi nona vidya akan bisa sembuh dari luka di kakinya itu"


"Terima kasih informasinya dok"


"Sama-sama tuan,kalau begitu saya permisi dulu untuk memeriksa pasien-pasien yang lain" ucap dokter itu lalu di angguki oleh kaizo


Kaizo lalu menerobos masuk dan ia melihat gadisnya yang sedang duduk di ranjang dengan tatapan kosong


"Hey baby bagaimana keadaan kakimu apakah sudah membaik?" tanya kaizo dengan memegang tangan vidya


"Aku kan sudah bilang aku tidak apa-apa" ucapnya lalu menunduk lesu membuat kaizo bingung


"Ada apa baby?apakah kau tidak suka jika aku berada di sini hm?" tanyanya sekali lagi


"B...bukan seperti itu sebenarnya...sebenarnya maafkan aku gara-gara aku kamu tidak jadi meeting bersama klayenmu itu dan kamu lebih mementingkan diriku daripada perkerjaanmu" ujarnya dengan meneteskan air matanya


"Syuttt...baby baby dengarkan aku,ini semua tidak ada hubungannya denganmu.lagipula di kehidupanku ini tidak ada yang lebih penting darimu sayang" memeluk vidya membuat vidya tegang


"Emmm" mengangguk dan melepaskan pelukan kaizo

__ADS_1


|||Bersambung|||


__ADS_2