
"Kamu mau gado-gado ngak?" tawar vidya kepada kaizo
"Ngak!" menolak secara mentah-mentah membuat vidya menggelengkan kepalanya
"Pak gado-gadonya satu ya"
"Pedes ngak neng?" tanya pedagang itu sembari sibuk memotongi lontong
"Iya bang,cabenya banyakin biar nanti tambah pedes!" balas vidya sembari tersenyum manis ke arah pedagang itu
Kaizo yang melihat vidya tersenyum ke arah pedagang itu membuat kaizo cemburu disertai kesal.kaizo langsung menatap vidya dengan tatapan tajam karena senyuman gadisnya itu hanya kaizo saja yang boleh melihat dan orang lain tidak boleh melihatnya.
"Baby,jangan senyum-senyum ke orang itu!,senyumanmu itu hanyalah milikku dan bukan milik orang lain!" ucap kaizo dengan penuh tekanan
"Biarin! lagian kamu kenapa sih?kok kelihatannya kek ngak suka gitu?!" ucap vidya membuat kaizo semakin kesal
"Ayo pulang!" ajak kaizo dengan menarik paksa tangan gadisnya itu
__ADS_1
"Eh eh eh tapi gado-gado aku sudah mau jadi!" ujar vidya sembari menahan tangannya yang di tarik paksa oleh kaizo
Kaizo lalu menghela nafas dalam-dalam dan membuang keluar nafasnya itu dengan hembusan kasar sembari melepaskan tangan gadisnya itu yang daritadi ia genggam
"Semuanya jadi berapa pak?" tanya vidya sembari membuka dompetnya
Kaizo yang melihat gadisnya itu membuka dompet dengan sigap kaizo lalu mengambil dompet itu lalu menyimpannya di dalam sakunya
"Kok di ambil? nanti aku cara bayar gado-gadoku gimana coba? aishhh...mana lagi di dalam dompet itu semua uangku ada di dalam sana" ucap vidya sembari menepuk-nepuk jidatnya
"Berapa harga benda ini?" tanya kaizo sembari menunjuk gado-gado milik vidya yang di pegang oleh pedagang itu
"Harganya 15 ribu mas" balas pedagang itu dan kaizo memalingkan pandangannya sembari tersenyum seperti menghina
Kaizo lalu membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar uang berwarna merah lalu memberikan ke pedagang itu
"Ambil saja kembaliannya!" ujar kaizo membuat mata pedagang itu membulat
__ADS_1
"Serius mas?" tanya pedagang itu lalu hanya dibalas oleh kaizo dengan "hm" berdehem
"Makasih mas" ucap pedagang itu sekali lagi dan kaizo membalasnya dengan jawaban yang sama seperti tadi
"Baby...lain kali jangan membeli makanan murahan seperti itu lagi! aku takut kamu sakit.dan aku yakin makanan yang harganya murahan seperti itu pasti tidak sehat! sekarang ayo kita pulang!" ucapnya lalu kembali menarik paksa tangan gadisnya itu
Kaizo sebenarnya ia masih cemburu,kesal marah karena kejadian tadi gadisnya itu senyum terhadap orang lain dan bukannya tersenyum kepada kaizo.
Kaizo lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi.kaizo kesal sangat kesal.kaizo menyesal karena ia telah membawa gadisnya itu ke pasar malam.kalau kaizo tidak memberitahu bahwa nanti malam akan ada pasar malam mungkin gadisnya itu tidak akan tersenyum ke orang lain selain dirinya.
Sementara vidya ketakutan setengah mati karena kaizo melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi.
"Kaizo pelan-pelan bawa mobilnya jangan ngebut seperti ini! nanti kalau kita nabrak orang gimana?terus...kalau kita kecelakaan gimana?" ucap vidya namun tidak di pedulikan sama sekali oleh kaizo
Karena kaizo membawa mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi tak membutuhkan waktu lama kini mereka berdua sampai di rumah milik kaizo.kaizo lalu keluar dari mobil terlebih dahulu sembari membanting pintu mobil cukup keras membuat vidya terkejut.kaizo lalu meninggalkan vidya sendirian yang masih berada di dalam mobil
|||Bersambung|||
__ADS_1