
Mira memberikan pulpennya dan membiarkan kaizo untuk mencoret bukunya.
"Ini" kaizo mengembalikannya buku tulis kepada mira
"Terima kasih kak kaizo!" ucap mira dengan begitu girang
"Mira mendapatkan tanda tangan.aku juga mau!" rengek jihan yang iri melihat mira mendapatkan tanda tangan dari kaizo
Kaizo pun juga memberikan tanda tangan kepada jihan.
Vidya lalu mengajak mereka untuk duduk di sebuah karpet yang bermotif kayu yang sudah di siapkan oleh andy sedari tadi untuk teman-temannya itu.
Kini kelima remaja sma itu kembali sibuk seperti mengerjakan tugas sekolah mereka.karena vidya dan kaizo melihat beberapa buku,lks,dan alat sekolah lainnya yang ia mereka bawa.
"Apa yang sedang kalian kerjakan?" kaizo bertanya
"Kami sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru kami kak"
"Tugas? tugas apa?" kaizo bertanya lagi
"Tugas untuk membuat sebuah drama minggu depan nanti.sekarang kami sedang membuat naskah dramanya terlebih dahulu"
"Drama apa yang akan kalian perankan nanti?" sahut vidya yang ikut bertanya juga
"Kami akan memerankan drama yang berjudul cinta di bawah langit senja kak vidya" mira meresponnya dengan wajah yang senang
"Apa? cinta dibawah langit senja? bukankah itu termasuk kedalam genre romansa? apakah guru kalian memperbolehkan untuk membuat drama yang mengandung unsur genre romansanya?" ucap vidya dengan heran
"Boleh,kata guru kami bebas mau pilih genre yang mana saja"
__ADS_1
"Wow itu sangat luar biasa!" sahut kaizo dengan tersenyum tipis
Seketika mira dan jihan membuka mulutnya karena terpana setelah kaizo tersenyum kepada mereka berdua.karena sibuk yang memandangi kaizo hingga tanpa disadari air liur mereka keluar dan mengalir secara perlahan-lahan.
David dan zidan yang melihat itu dirinya pun menyenggol kedua lengan jihan dan mira untuk menyadarkan mereka dari lamunan.
"Jorok banget! air liur lo keluar tuh!" tegur andy yang merasa jijik
"Ngelihatin kak kaizo ya ga sampe segitunya juga kali,air liur sampai-sampai keluar ck menjijikkan!" ungkap zidan dengan bergidik geli
Mira dan jihan segera mengambil tisu dan mengusapkan tisu itu kepada bagian sudut bibir mereka yang terkena air liur tadi.
Sementara vidya dan kaizo hanya terkekeh.
"Bolehkah aku mengundang teman-temannya andy juga sayang untuk datang ke acara kita besok?" pinta vidya dengan menatap kaizo sendu
"Tentu baby,semakin banyak orang akan semakin lebih ramai" balas kaizo dengan mengelus kepala gadisnya
"Maksud kakak apa? andy ga ngerti" andy bertanya sembari mengerutkan dahinya
"Jadi begini adik ipar,kita besok akan bertunangan.jadi kedatangan kami kemari itu ingin melihat keadaanmu dan ingin mengundangmu untuk datang ke acara kita besok" balas kaizo dengan santai sembari mengusap rambut gadisnya
"Apa?! bertunangan?!" ucap mereka bersamaan yang begitu shock dan tidak percaya
"Iya,dan kak kaizo sudah mempublikasikan ke hadapan publik bahwa kak kaizo dan kak vidya sudah resmi berpacaran.apakah kalian tidak tahu?" kaizo bertanya kepada mereka
Mereka saling menatap satu sama lain lalu kembali menatap kaizo.
"Tidak,dan kami baru tahu sekarang" respon mereka bersamaan
__ADS_1
Kaizo hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah lupakan,pokoknya kalian semua besok jangan lupa datang ya ke acara pertunangan saya dan vidya"
"Oke kak kami akan datang,tapi kak kaizo menyelenggarakan acara pertunangannya dimana? bisakah beritahu lokasinya kepada kami? agar kami tahu"
"Jalan cinta damai nomer 29,itu rumah saya!"
"Kedengarannya sangat tidak asing,sepertinya aku pernah mendengar bahwa jalan cinta damai adalah jalan yang ditempat tinggali dengan rata-rata orang kaya" ucap david overthinking
"Yang kamu katakan itu benar,memang jalan itu rata-rata ditinggali oleh orang-orang konglomerat.karena lingkungannya yang begitu bersih dan suasananya sangat sejuk membuat pikiran bisa menjadi tenang"
Setelah kehabisan topik pembicaraan keadaan pun menjadi hening dan hanya ada suara hembusan angin sore hari yang menerpa tubuh mereka.
Vidya pun baru saja sadar bahwa dihadapannya itu tidak ada sama sekali makanan atau minuman yang andy siapkan.seharusnya andy menyuguhkan sesuatu makanan atau camilan kepada temannya karena sudah jauh-jauh berkunjung ke sini namun tidak mendapatkan apa-apa.
Vidya hanya menghela nafas dirinya lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi masuk kedalam rumah.
Kaizo yang melihat gadisnya ingin pergi dirinya pun ikut menyusul gadisnya dari belakang.
...
Di dapur.
Kini vidya merebus air dan meletakkan tujuh gelas yang sudah diberikan dengan teh celup sariwangi di atas meja.
Vidya berniat ingin menyuguhkan teh hangat dan beberapa camilan kepada teman-temannya andy.
"Apa yang sedang kamu lakukan baby?"
__ADS_1
|||Bersambung|||