
Vidya hanya tersenyum tipis setelah mendengar ucapan dari olivia.
Mata olivia lalu tertuju kepada kedua laki-laki yang ada dibelakang vidya dengan posisi tubuh yang tidak bergerak sama sekali layaknya seperti patung.
"Eoh vidya siapa kedua laki-laki yang ada dibelakangmu itu?apakah itu bodyguardmu,jika itu benar bodyguardmu kenapa kau tidak pernah memberitahuku bahwa kau memiliki bodyguard?" tanya olivia dengan menatap kedua laki-laki yang ada di hadapannya sekarang
Vidya kebingungan ia harus menjawab apa dengan keadaan yang panik ia lalu akhirnya menemukan sebuah alasan.
"Ahhh bukan,kedua laki-laki yang ada dibelakangku ini bukan bodyguardku kok hehehe melainkan ini adalah bodyguard temannya andi" balas vidya dengan cengegesan membuat olivia tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh vidya
Vidya yang melihat raut wajah temannya itu membuat ia memutar bola matanya ke arah kanan kiri diiringi dengan senyuman lebar.
"Ahhh jadi ceritanya begini sebelum kamu menjemputku tadi aku kan sempat mendatangi salah satu rumah temannya andi.karena andi tidak ada di rumah jadi...aku mendatangi rumah temannya karena aku mengira andi berada disana, ehh ternyata andi tidak ada disana.saat aku ingin pulang temannya andi berbaik hati kepadaku karena dia ingin mengantarkanku untuk pulang ke rumah dengan di antarkan oleh kedua bodyguardnya.nahh jadi begitu ceritanya" ujar vidya panjang lebar
"Oh jadi begitu ceritanya" ucap olivia sembari menganggukkan kepalanya berulang kali
Vidya menghembuskan nafas dalam-dalam lalu ia membuang nafas yang baru saja ia hirup dengan cukup kasar.ia lega bahwa temannya itu mempercayai ucapannya itu.
"Ya sudah kita berangkat sekarang yok!" ucap olivia dengan membuka pintu mobil
__ADS_1
Sebelum vidya masuk kedalam mobil milik olivia ia menyempatkan waktunya sebentar untuk berbicara kepada bodyguardnya kaizo.
"Kalian berdua pergi pulang saja dan terimakasih karena telah mengantarkan saya sampai ke rumah" ucap vidya ramah dengan berbisik agar tidak terdengar oleh olivia
Hanya hitungan beberapa detik saja kedua bodyguard itu saling menatap satu sama lain
"Tapi nona tuan kaizo memerintahkan kami untuk selalu menjaga nona" titah salah satu bodyguard
"Benar nona jika kami tidak menjaga nona bagaimana kalau nona dalam bahaya nanti?" sahut bodyguard kedua membuat vidya memalingkan pandangnya ke arah lain
Vidya merasa tidak enak dan tidak nyaman jika kedua bodyguard itu selalu menjaganya maupun mengikutinya kemanapun ia pergi.dengan rasa percaya diri vidya meyakinkan mereka berdua bahwa ia akan baik-baik saja tanpa pengawasan mereka.
Belum sempat kedua bodyguard itu ingin berbicara vidya sudah duluan membuka pintu mobil dan membalikkan badan kedua bodyguard itu lalu mendorong mereka berdua untuk masuk ke mobil.
"Sudah sekarang kalian pulanglah!" ucap vidya dengan menutup pintu mobil
Kedua bodyguard itu mulai putus asa karena mereka berdua tidak bisa membujuk vidya.akhirnya mereka berdua lalu memutuskan untuk pergi dari sana.
Setelah mereka pergi vidya lalu menghampiri olivia yang berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Hai" ucap vidya yang tiba-tiba nongol dari kaca mobil
Olivia yang tadinya sibuk mendengarkan musik dengan menggunakan eadphone miliknya ia terkejut karena tiba-tiba vidya mengagetkannya tepat di samping kaca mobilnya.
"Astaga kau mengagetkan ku saja!" ujarnya dengan melepaskan eadphone dari kepalanya
"Hehehe maaf" ucapnya yang cengegesan namun olivia hanya menggelengkan kepalanya
"Kamu ngebicarain apa sih sama mereka berdua hingga membuatku menunggumu sangat lama?! ucapnya yang mulai kesal terhadap vidya
"Sesuatu yang tidak penting kok,sudahlah jalankan mobilnya sekarang" titah vidya yang tersenyum tipis
Olivia lalu menjalankan mobilnya dan mulai pergi meninggalkan tempat itu.
...
Tak membutuhkan waktu yang cukup lama akhirnya mereka berdua sampai di taman kota yang cukup lumayan besar.
|||Bersambung|||
__ADS_1