Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
5. Hari Pertama Kerja


__ADS_3

Keesokan paginya Dila begitu semangat menyiapkan sarapan pagi buat mereka berdua. "Kamu rajin banget Dil, ini baru jam 6 loh Dil tapi kamu udah siapin sarapan pagi.",,kata Nadia sambil tersenyum. "Iya Nad, soalnya aku nggak mau sampai terlambat karena ini satu-satunya kesempatan buat aku Nad",,jawab Dila. "Iya juga yah,, hehehehe", jawab Nadia sambil berjalan ke arah kamar mandi. Setelah Nadia selesai mandi Dila pun langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi mereka berdua lalu sarapan bersama. Tepat pukul 07.30 mereka berdua berangkat ke kantor. ''Eh nak Dila sudah punya pekerjaan??",,tanya bapak kos. "Puji Tuhan pak, sudah",,jawab Dila sambil tersenyum. "Syukurlah kalau gitu, semangat yah kerjanya",,jawab bapak kos sambil tersenyum. "Iya pak pasti, kalau gitu kami permisi dulu",,kata Dila. "Iya iya silahkan", jawab bapak kos menyilahkan. Mereka pun berjalan menuju halte untuk menunggu angkot, tidak lama angkot pun datang dan mereka segera naik. Di perjalanan mereka berdua hanya terdiam bukan karena lagi marahan tapi memang nggak ada topik kedua duanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sekitar dua puluh menit tibalah mereka di kantor. "Kiri bang", kata Nadia. Mereka berdua pun keluar dari dalam angkot. Dila menatap bangunan megah yang berdiri kokoh di depannya. "Kamu yakin Nad, ini kantornya?? ",,tanya Dila yang masih berdecak kagum dengan kemegahan bangunan yang sebentar lagi akan menjadi tempat kerjanya. "Iya lah Dil ini kantornya, kamu kaget yah kantornya bagus banget,, hehehehe",tanya Nadia sambil cengengesan. "Jujur sih iya", jawab Dila. "Yah udah ayo masuk nanti telat lagi kita",,kata Nadia sambil menarik tangan dila. Ketika mereka sampai mereka langsung menuju ke arah meja kerja sekretaris kantor. "Pagi Bu, perkenalkan ini dila OB baru di kantor ini, pak Alex nya ada Bu??",tanya Nadia. Sekretaris itu menatap Dila tidak suka karena gayanya yang seperti orang kampung. Nadia yang melihat itu, emosi nya pun memuncak akan tetapi dia masih berusaha tenang karena ini hari pertama bagi Dila. "Bu, saya tanya sama ibu", tegas Nadia. "Pak Alex nya belum datang, kamu bisa tunggu di depan ruangan nya pak Alex",,jawab Dewi sekretaris itu dengan tatapan hina. "Baik ibu terima kasih",, jawab Dila sopan. Nadia pun mengantar Dila ke depan ruangan pak Alex tanpa permisi. " Kamu tunggu di sini aja dulu yah Dil, aku mau kerja soalnya, nggak pa pa kan aku tinggal??", tanya Nadia. "Iya nggak pa pa kok Nad, yah udah gih nanti kamu telat loh kerjanya",kata Dila. "Yah udah aku tinggal yah", kata Nadia. "Iya", jawab Dila sambil tersenyum. Nadia pun pergi meninggalkan Dila. Tidak lama Dila duduk menunggu kedatangan pak Alex, akhirnya orangnya pun datang. Alex yang sudah melihat dari jauh ada seseorang yang duduk di depan ruangan nya pun menegur. "Selamat pagi mba",,sapa Alex. Dila pun segera bangun dan hendak menjawab. "Selamat pagi pak,,,,eh kamu..", kata Dila sambil menunjuk ke arah Alex. "Kamu Dila kan", tanya Alex. "Kok kamu bisa ada disini",, tanya Dila. "Seharusnya aku yang nanya sama kamu, kok kamu ada disini, ini ruangan saya", kata Alex. "Aku mau ngelamar kerja di sini soalnya kata Nadia disini masih ada lowongan kerja buat OB",,kata Dila polos. "Oh jadi kamu yang mau ngelamar kerjanya",kata Alex. "Iya pak", jawab Dila. "Yah udah masuk dulu", kata Alex mempersilahkan Dila masuk. Dila pun masuk mengikuti langkah kaki Alex. "Duduk Dil,", kata Alex ramah. " Baik pak terima kasih", jawab Dila. "Oh iya mana berkas nya", kata Alex meminta berkasnya Dila. "Ini pak", jawab Dila sambil menyodorkan map nya ke Alex. Setelah melihat berkas tersebut Alex pun langsung menyuruh Dila sudah bisa bekerja. "Yah udah kamu sudah bisa bekerja mulai hari ini", kata Alex. "Baik pak terima kasih banyak pak",jawab Dila sambil tersenyum. Alex yang melihat Dila yang tersenyum pun semakin kagum akan kecantikannya. "Yah udah pak kalau gitu saya permisi dulu", kata Dila membuyarkan lamunan bos nya itu. "Eh iya iya silahkan", jawab Alex gelagapan karena malu kedapatan melamun. Dila pun keluar dari ruangan nya Alex dan mencari cari Nadia. Dila pun bertemu Siti yang baru keluar dari ruangannya Kevin CEO perusahaan ini setelah selesai membersihkan ruangan nya. "Eh kamu pegawai baru yah disini?",,tanya Siti penasaran. "Aku bukan pegawai, aku cuman OB baru disini",,jawab Dila."Oh kamu sepupunya Nadia yah?",tanya siti. "Iya mba", jawab Dila sambil tersenyum ramah. "Kalau gitu ikut aku yuk ke tempat ganti pakaian",ajak Siti. "Ada Nadia juga kok di sana", lanjut Siti. Dila pun hanya mengangguk sambil tersenyum. Sampai lah mereka di tempat yang di maksud. "Halo guys kita kedatangan anggota baru",,teriak Siti sambil tersenyum lebar. Nadia pun memperkenalkan Dila kepada teman-temannya. Yanto yang hanya berdiam diri dari tadi pun angkat bicara. "Eh Dila, kamu cantik banget,,, hehehe", kata Yanto cengengesan. "Apa kamu bilang, jangan macam-macam yah kamu sama sepupuku", ancam Nadia. "Oalah Nadia aku cuma muji kecantikan nya Dila aja, dia juga udah aku anggap adik aku kok Nad",,jawab Yanto sambil menggelengkan kepalanya. Bu Hanum pun angkat bicara. "Yah udah Dila ini baju kerja kamu",kata Bu Hanum sambil memberikan baju kepada Dila. "Makasih yah Bu, kalau gitu saya ganti baju dulu", kata Dila. Setelah selesai mengganti baju, Bu Hanum selaku kepala OB membagi tugas kepada bawahannya. Dila mendapatkan tugas untuk mengepel ruangan rapat bersama Nadia di lantai 20. Sedangkan Siti sama Yanto sudah lebih dulu mendapatkan tugas untuk membersihkan ruangan pak bos sebelum beliau datang. Nadia dan Dila pun menuju lantai 20 sambil membawa ember pel. "Kamu bisa kan Dil, kerja beginian??", tanya Nadia. "Kok kamu ngomong nya gitu sih Nad, yah aku bisa lah",,jawab Dila cengengesan. "Nggak soalnya aku liat tangan kamu mulus banget, hehehehe",,kata Nadia sambil cengengesan. Dila memang gadis kampung tetapi kecantikan nya tidak kalah jauh dari gadis-gadis kaya yang ada di kota. "Ih kamu ada-ada aja deh",,kata Dila sambil tersenyum.


Akhirnya sampai lah mereka di lantai 20, Dila yang melihat ruangan itu pun kaget setengah mati. "Ekspresi kamu kenapa gitu Dila??",,tanya Nadia Cengengesan. "Kamu sanggup kan Dil?",,tanya Nadia lagi. "Aku sanggup kok nad",,jawab Dila menghela napas. Nadia hanya terkekeh. "Yah udah aku pelnya dari samping kiri, kamu samping kanan yah, nanti titik tengahnya di pintu ini",,kata nadia membagi tugas. "Iya Nad", jawab Dila sambil mengangkat ember nya bersiap siap untuk bekerja. Sekitar 2 jam lamanya mereka bekerja akhirnya pekerjaan mereka pun selesai. "Huhhhhhhhhh",, helaan napas Dila yang begitu panjang. "Kamu capek banget yah?",,tanya Nadia sambil tertawa. "Mungkin karena hari pertama aku kali yah Nad",,kata Dila "Iya Dil, tenang aja nanti juga kamu terbiasa kok", kata Nadia menguatkan Dila. "Yah udah ayo kita turun, udah jam makan siang juga nih", ajak Nadia. Mereka pun ke kantin bersama teman-teman yang lain. Setelah selesai makan mereka beristirahat sejenak lalu melanjutkan beberapa tugas yang belum selesai yaitu membersihkan beberapa ruangan yang belum di bersihkan. Tepat pukul 14.00 pekerjaan mereka pun selesai kerja dan mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2