
Kaizo merasa sangat tidak asing dengan suara yang memanggil namanya itu.ia lalu memalingkan pandangannya ke arah asal sumber suara tersebut.
Kaizo terkejut sembari membulatkan matanya karena melihat sang gadis yang menatapnya diiringi dengan senyuman manis.
"Kenapa kau menangis?" tanya vidya dengan nada yang lemah
Kaizo lalu memeluk gadisnya dengan sangat erat diiringi dengan tangisan yang membanjiri pipinya.dirinya sangat takut jika kehilangan seseorang yang ia sayangi.
Vidya membalas pelukan dari kaizo sembari mengelus-elus punggungnya.
Kedua suster yang masih berdiri disana mereka terkejut karena mereka baru pertama kali melihat pasien yang sudah meninggal kini kembali hidup lagi.
Kedua suster itu lalu kembali memasang alat-alat kembali ke tubuh vidya yang tadinya mereka lepas.
Kaizo melepaskan pelukannya dirinya lalu berteriak memanggil dokter untuk memeriksa gadisnya kembali.
Kesedihan yang begitu mendalam kini telah berubah menjadi kebahagiaan cinta.
Dokter yang masih berdiri di depan ruang UGD dirinya pun masuk kembali ke ruangan tersebut karena merasa ada seseorang yang memanggilnya.
"Dokter,dokter lihatlah! cepat periksa gadisku!" pinta kaizo yang begitu antutias dan senang
"B...bagaimana bisa???" batin dokter itu dengan menatap vidya dengan tidak percaya
__ADS_1
"Hey! kenapa masih berdiri diam saja?!" bentak kaizo membuat dokter itu tersadar dari lamunannya
"M...maaf tuan"
"Tuan,sebaiknya anda menunggu di luar terlebih dahulu" pinta sang suster
"Saya tidak mau keluar! saya ingin menemani kekasih saya!" bantah kaizo dan suster itu hanya mengangguk karena takut setelah kaizo membentaknya
Dokter lalu memeriksa denyut detak jantung vidya yang mulai kembali berdetak lagi.
"Ini benar-benar sebuah keajaiban dari tuhan" ucap dokter itu dengan tersenyum
"Tetapi...kondisi nona vidya saat ini masih sangat lemah dan dia harus membutuhkan transfusi darah.karena waktu dia tertembak dia mengeluarkan begitu banyak darah tuan"
"Golongan nona vidya A tuan. tetapi...stok darah A di rumah sakit kami saat ini sedang habis dan tidak ada satupun kantong darah yang tersisa"
"Kebetulan darah saya juga A! cepat ambil semua darah saya! saya tidak mau gadis saya kekurangan darah sedikitpun"
Dokter yang mendengar itu dirinya hanya sedikit terkekeh karena lontaran ucapan kaizo terhadapnya tadi.
"Tuan jika saya mengambil semua darah tuan nanti tuan bisa mati hehehe" balas dokter itu diiringi dengan sedikit gelak tawa
"Apa maksudmu?!" kaizo menautkan kedua alisnya
__ADS_1
"Tidak ada tuan lupakan,jika anda ingin mendonorkan darah anda terhadap nona vidya tuan sebaiknya berbaring lah di brankar sana terlebih dahulu"
Kaizo hanya mengangguk dirinya lalu menghampiri brankar kosong yang sedikit jauh dari gadisnya tersebut.
Kaizo berbaring dirinya siap untuk mendonorkan darahnya tersebut ke seseorang yang ia sangat cintai dan sayangi.walau ada rasa takut didalam hatinya,tapi kaizo bersikeras untuk melawan ketakutannya.
...
Pagi pun tiba dan jam menunjukkan pukul 06.30 pagi.vidya yang sudah sadar dirinya membuka matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah kaizo yang masih terbaring dengan keadaan yang masih belum sadar.
Vidya lalu beranjak dari ranjangnya dan berniat untuk menghampiri kaizo.walau rasa sakit itu masih terasa di bagian punggungnya vidya tetap menahan kesakitan tersebut.
"Dilihat dari dekat ternyata kaizo sangat tampan...pantas saja banyak wanita yang begitu mendekatinya karena aura ketampanannya"
"Sudah sadar?"
Vidya terkejut karena kaizo tiba-tiba membuka matanya dan menarik dirinya kedalam pelukannya.
"Siapa yang menyuruhmu pergi meninggalkan ranjangmu hm?" kaizo bersmirk namun vidya hanya menggelengkan kepalanya
Mata kaizo lalu tertuju ke arah dada vidya,dirinya melihat satu kancing gadisnya itu yang terbuka.
"Gayamu yang seperti ini apakah kamu sedang menggodaku hm?"
__ADS_1
|||Bersambung|||