
Keesokan paginya Dila bangun dan bersiap siap berangkat ke kota. "Kamu udah bangun Dil, inikan baru jam 5??", tanya sita. "Iya sit soalnya bis ke Jakarta berangkatnya jam 7", jawab Dila. Dila pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. "Hiks hiks hiks hiks",,,,sita menangis. "Kamu kenapa sit??", tanya Dila sambil memeluk sahabatnya setelah keluar dari kamar mandi. Sita memeluk erat sahabatnya itu. "Aku akan sangat merindukanmu Dil", jawab sita sambil menangis. Air mata Dila pun tak bisa ditahan lagi ia pun ikut menangis sambil berpelukan dengan sahabatnya itu. "Mungkin memang ini sudah menjadi takdir ku sita",kata Dila. "Sampai kapan kamu di sana Dil??", tanya sita. "Entahlah sit, tapi yang jelas aku pasti balik kesini lagi kok, kamu tenang aja ya", jawab Dila. Dila pun hanya mengangguk.
Setelah selesai bersiap siap mereka pun pergi ke terminal untuk menunggu bis. Tidak berapa lama akhirnya bis ke Jakarta pun datang. "Aku berangkat yah sit",kata Dila. Sita pun memeluk Dila sambil menangis. "Kamu jaga diri baik-baik di sana yah Dil,aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu",kata sita.
"Makasih ya sit",jawab Dila dan akhirnya naik kedalam bis. Dila pun melambaikan tangannya ke sahabatnya yang masih menangis. Sita masih setia di tempatnya sambil melihat bis itu menghilang dan pulang dengan hati yang kosong dan hampa.
__ADS_1
"Kamu kenapa sit???",,,,tanya mamanya yang melihat sita begitu tidak semangat. "Hiks hiks hiks....aku kangen Dila maaa",,,,jawab sita sambil menangis. Mamanya datang dan memeluk sita. "Kamu jangan seperti ini,,nggak baik loh tangisi orang yang berpergian jauh",,,kata mamanya sambil menenangkan anak semata wayangnya itu. "Tapi aku takut dia kenapa-kenapa ma soalnya di sana dia tidak punya siapa-siapa. ",,,kata sita. "Mama ngerti kok perasaan kamu, tapi kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan itu jauh lebih mencintai Dila dan akan selalu menjaganya",,,jawab mamanya
Di Tempat Lain
Di Tempat Lain
__ADS_1
Seorang cewek tomboi sedang berjalan-jalan mencari makan malam tiba-tiba dia mendengar ada suara minta tolong. Diapun berlari ke arah suara itu. "Lepasin dia",,kata cewek tomboi itu. Para preman pun tertawa. "Siapa kamu?? mau jadi pahlawan kamu,,,,hahahaha",kata salah satu preman itu sambil mengolok. "Atau kamu juga mau bergabung sama kami",kata preman itu. Tanpa menunggu lama lagi. Brukkkk,,, Satu pukulan mendarat di wajah preman itu. Tiga preman itu semakin geram dengan tingkah si cewek itu, mereka pun mengeroyok cewek tersebut tapi dengan cepat dan gampangnya cewek tomboi itu mengalahkan mereka semua. "Hahahaha segitu doang kemampuan kalian,, katanya preman",kata cewek itu dengan nada mengejek. Mereka pun pergi sambil mengancam cewek tomboi itu. "Awas lo yahh",ancam preman itu. Cewek itu hanya melihat mereka dengan tatapan mengejek.
"Kamu nggak pa pa???",,,tanya cewek itu. "Aku nggak pa pa, makasih yah kamu udah nolongin aku", kata Dila berterimakasih. Iya sama-sama,,, emangnya kamu mau kemana dengan tas segala",,tanya cewek itu. "Aku baru dari kampung mau ke kota mencari pekerjaan", jawab Dila. "Terus kamu mau kemana sekarang??",tanya cewek itu. "Aku nggak tau mau kemana sekarang",jawab Dila. "Hmmm kalau gitu kamu ikut aku aja, untuk sementara waktu kamu nginap di tempat ku,,mau nggak???",,tanya cewek itu. "Mau mau mau",jawab Dila antusias sambil mencium tangan si cewek tomboi tersebut. "Ih lebay banget sih kamu,ya udah ayok" ajak cewek itu. Mereka pun berjalan menuju tempat tinggal sih cewek itu. "Oh ya kamu tinggal sama siapa di kampung??tanya cewek itu. '"Aku tinggal sendiri, ibuku udah meninggal satu bulan yang lalu",jawab Dila. "Aduh maafin aku yah,aku ngga tau",kata cewek itu. "Iya ngga pa pa kok kamu kan cuma nanya,,, hehehehe",jawab Dila sambil tersenyum. "Oh iya aku hampir lupa dari tadi kita ngobrol kita belum kenalan kan, namaku Nadia",kata cewek itu sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan. "Namaku Dila",jawab Dila sambil berjabatan tangan. "Eh iya Dil,kita mampir ke warung depan yah aku mau beli lauk makan malam", kata Nadia. "Iya",jawab Dila singkat sambil tersenyum. Sampailah mereka di depan warung. "Dil, kamu mau makan apa??", tanya Nadia. "Apa aja Nad",jawab Dila sambil tersenyum. Nadia pun masuk kedalam warung dan Dila menunggu di luar. Tak lama kemudian keluarlah Nadia dengan membawa dua kantong plastik berisi lauk buat mereka berdua. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke tempat penginapannya Nadia. Sepuluh menit perjalanan sampailah mereka di kos kosannya Nadia. Dila memperhatikan dengan seksama kos kosan tersebut dan dapat ia disimpulkan bahwa kos kosan itu merupakan kos kosan putri karena tempat itu sangat bersih dan rapi. "Ini kos kosan putri yah di Nad??",,tanya Dila. "iya Dil",,jawab Nadia sambil membukakan pintu lalu masuk dan Dila pun mengekor dari belakang. "Kamarnya cukup luas Nad kelihatan nyaman juga", kata Dila sambil tersenyum. "Semoga kamu betah yah,,, hehehehe",kata Nadia. "Makasih sekali lagi ya Nadia aku nggak tahu kalau nggak ada kamu nasib aku udah gimana",,kata Dila. "Eh jangan salah semua ini nggak gratis loh, kamu harus bayar,,, hehehehe",kata Nadia sambil tertawa. "Pasti aku bayar Nad tapi kamu bisakan sabar sedikit nunggu aku kumpulin duitnya dulu??",,tanya Dila. "Just Kidding Dil,,, hehehehe",kata Nadia sambil tertawa. "Aku serius Nad suatu saat nanti aku pasti membalas kebaikan kamu ini",kaya Dila sambil tersenyum. "iya iya ayo makan, keburu basi nih,,, hehehehe", kata Nadia bercanda.
Setelah selesai makan mereka berdua segera membersihkan piring kotor dan bercerita sambil tertawa kecil. Tak terasa hari sudah mulai larut dan mereka pun tertidur.
__ADS_1