Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku
Pedagang genit


__ADS_3

Sontak seketika pedagang itu tersadar dari lamunannya waktu kaizo mengatakan kata gratis.


"Eh,eh,eh tidak! tidak! tidak ada gratis! harus bayar! enak saja gratis" celoteh pedagang itu


"Lah,tadi saya kasih anda selembar uang tetapi sepertinya anda tidak mau menerima uang itu" ucap kaizo dengan menyodorkan selembar kertas terhadap pedagang itu kembali


"Ah itu lupakan saja" ucap pedagang itu yang mengalihkan pembicaraan sembari menerima selembar uang dari kaizo


Saat vidya dan kaizo akan beranjak pergi darisana dan pergi untuk membeli kebutuhan bahan pokok lain pedagang itu sempat-sempatnya meminta kaizo untuk memberikan nomer ponselnya terhadapnya.


"Mas tampan,bagi nomer ponselnya dong" pinta pedagang itu sembari menyodorkan ponselnya kepada kaizo


Kaizo yang melihat itu dirinya menaikkan satu alisnya.dengan senang hati ia menerima ponsel pedagang itu dan mulai mengotak-atik ponsel tersebut.


"Baby,hadap sini dan pasang ekspresi.oke? siap?one,two,there" pinta kaizo yang menyuruh vidya untuk memberikan sebuah ekspresi imut

__ADS_1


Bukannya untuk memberikan sebuah nomer ponsel miliknya,malahan kaizo menggunakan ponsel pedagang itu untuk berswafoto bersama gadisnya.


"Ini,ponsel kamu saya kembalikan" ucap kaizo dengan meletakkan ponsel pedagang itu ke meja yang isinya penuh dengan ikan-ikan segar yang ia jual


Setelah mengucapkan kalimat itu kaizo dan vidya mulai pergi darisana.


"Loh mas tampan bagaimana dengan nomer ponselnya?" teriak pedagang itu yang meratapi kepergian mereka berdua


"Maaf,nomer ponsel saya privasi jadi tidak boleh di sebarkan ke orang sembarangan!" teriak kaizo dengan merangkul pundak gadisnya


Setelah berjalan cukup jauh meninggal tempat tadi vidya yang sedari tadi memasang ekspresi muka kesal membuat kaizo heran karena semenjak tadi dirinya di cuekin saja oleh gadisnya.


"Selesai ini kamu mau beli apa lagi?" tanya kaizo dengan membawa dua buah belanjaan gadisnya


Namun vidya hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan dari lelakinya tersebut.

__ADS_1


"Ada apa dengannya? apakah dia sedang marah terhadapku? atau...apakah aku membuat kesalahan sehingga membuatnya marah seperti itu?" batin kaizo yang bertanya kepada dirinya sendiri


Sekitaran 07 menit berlalu vidya lalu mampir ke sebuah toko yang menjual sayur mayur disana.vidya berjalan duluan tanpa mempedulikan kaizo sama sekali yang sedari tadi hanya bengong dan masih tidak mengerti atas sikap kelakuan gadisnya itu.


"Bang saya beli brokoli,wortel,cabai rawit,bawang merah sekilo,bawang putih sekilo,dua ikat kangkung,tomat dan toge ya bang" ujar vidya dengan tersenyum lebar


"Siap neng!" tungkas abang-abang itu yang begitu antutias


Kaizo yang melihat adegan yang ia paling tidak sukai dirinya seketika teringat dimana waktu dia dan gadisnya pergi ke pasar malam gadisnya itu senyum-senyum kepada abang-abang penjual gado-gado tersebut.


Itu membuat kaizo sangat tidak suka dan membuat dirinya marah karena gadisnya itu telah berani memperlihatkan senyumannya itu terhadap laki-laki lain selain dirinya.


"Senyumanmu yang boleh melihatnya itu hanya aku saja! selain pria mana pun itu tidak boleh! karena semua milik tuan kaizo itu hanya tuan kaizo saja yang memilikinya.orang lain tidak boleh memilikinya atau merebutnya" ujar kaizo sembari menutupi mulut gadisnya itu agar gadisnya tidak bisa tersenyum lagi terhadap pedagang penjual sayur itu


Vidya mengibaskan tangan kaizo.dirinya kini semakin sangat kesal terhadap kaizo karena kelakuannya itu yang terlalu berlebihan.

__ADS_1


|||Bersambung|||


__ADS_2