
"Maaf,gara-gara aku rasa nasi goreng nya jadi terasa hambar" lirih vidya yang merasa bersalah
"Oh jadi nama makanan itu nasi goreng" batin kaizo yang baru tahu
Kaizo memeluk gadisnya sembari mengelus urai rambutnya dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Sudahlah tidak apa-apa"
"Tapi..." ucapnya terpotong
Dengan gerak cepat kaizo menutup mulut gadisnya itu dan tidak membiarkannya bicara lagi.kaizo menatap wajah vidya sekilas dari mata turunlah ke bibir.kini kaizo hanya fokus dengan bibir merah gadisnya itu.
Dan "cuppp" satu kecupan berhasil mendarat di bibir vidya.vidya seketika diam mematung setelah kaizo menciumnya secara tiba-tiba.
"Jika kamu berbicara lagi aku tidak akan segan-segan mencium kamu lagi baby,lebih bagusnya aku akan membuat ciuman itu menjadi sebuah *******" ujar kaizo dengan tersenyum yang menyeringai wajahnya
Mendengar itu vidya hanya bergidik geli.dengan blak-blakan vidya meninggalkan kaizo yang masih berada di ruangan makan.
Vidya merasa malu karena kaizo tiba-tiba menciumnya apalagi di hadapan para maid-maid nya itu.vidya bergelut sendiri dengan benak otaknya.vidya tidak tahu kaizo melakukan hal yang memalukan itu di sengaja atau tidak.
Kaizo pun sedikit berlari mengejar gadisnya itu yang pergi meningggalkannya begitu saja.
"Baby,wait for me!"
Kini vidya sampai di area kolam renang dirinya masih kesal terhadap kaizo karena melakukan hal memalukan tadi.
__ADS_1
"Apakah kamu marah?" tanya kaizo yang tiba-tiba datang sembari menenggelamkan wajahnya di pundak gadisnya
Namun vidya hanya diam saja dan sama sekali tidak mengubris omongan kaizo.
Karena merasa diabaikan dengan gadisnya kaizo pun geram.tapi dia berusaha untuk tetap sabar agar gadisnya itu tidak takut terhadapnya.
Kaizo masih ingat jika sekali dirinya marah besar vidya berusaha menjauhi kaizo diiringi dengan rasa ketakutan akan amarah kaizo yang begitu memuncak.
"Iya,iya aku yang salah maafin aku ya?,hukum aku baby,terserah kamu mau menghukum ku bagaimana asalkan kamu mau memaafkan aku"
Vidya membalikkan badannya dan tersenyum licik terhadap kaizo.
"Baik,aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat!"
Sesuatu yang sungguh tidak terduga,vidya mendapatkan sebuah ide jahil bagaimana dirinya bisa menghukum kaizo.
Vidya membayangkan bahwa dirinya waktu dulu dia pernah menghukum adiknya itu karena andy pergi bermain dengan teman-temannya tanpa meminta izin terlebih dahulu dari kakaknya.
Itu membuat vidya sangat khawatir karena andy keluar rumah tanpa bilang-bilang terlebih dahulu kepadanya.
Saat langit sudah gelap andy pun pulang ke rumah dengan keadaan pakaian yang seluruhnya sudah kotor dipenuhi oleh lumpur.vidya yang melihat itu dirinya terkejut dan marah terhadap adiknya.
Vidya lalu menghukum andy dan menyuruh adiknya itu untuk muter tiga kali terus gonggong.
Kaizo yang menatap gadisnya itu yang menatap dirinya dengan tatapan tidak biasa diiringi dengan senyuman jahat membuat kaizo berfikir sebenarnya apa yang sedang direncanakan ole vidya itu.
__ADS_1
"Jongkok!"
Kaizo yang mendengar itu secara spontan dirinya langsung menuruti ucapan yang barusan keluar dari mulut gadisnya.
"Lalu muter!" pinta vidya lagi kaizo lalu memutarkan badannya
"Terus gonggong lima kali!"
"Guk,guk,guk,guk,guk!"
Vidya lalu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku lucu kaizo itu yang benar-benar menuruti semua ucapannya.
Setelah menuruti semua permintaan konyol dari gadisnya kaizo lalu bangun dari jongkoknya dan memegang kedua pipi vidya.
"Apakah kamu sekarang sudah memaafkanku?" tanya kaizo dengan memasang wajah serius
"Berhubung kamu sudah menuruti semua ucapan yang aku minta padamu aku sudah memaafkanmu" balas vidya yang masih sedikit tertawa
...
Dan jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam vidya pun mulai menguap dirinya ingin sekali memejamkan kedua matanya dan membanting tubuhnya di atas kasur yang lembut dan empuk.
"Baby,sebelum kita kembali ke kamar aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu" ucap kaizo sembaru duduk di salah satu kursi yang terletak di seberang kolam renang
||Bersambung|||
__ADS_1