
Mereka berdua lalu masuk ke dalam pasar tersebut.sementara vidya menoleh ke arah kanan dan kiri untuk mencari bahan pokok panganan yang ia butuhkan saat ini.
Nampak jelas vidya melihat tukang penjual ikan-ikan segar di area pasar itu.vidya lalu menarik tangan kaizo dan mengajaknya untuk menghampiri tukang penjual ikan itu.
"Kakak,saya beli ikan guraminya dua dan cumi-cuminya kak!"
"Baik neng!"
Sementara kaizo yang masih berdiri tepat di samping gadisnya dirinya ingin sekali muntah karena dia tidak kuat untuk mencium bau amis ikan yang sejak tadi aromanya masuk kedalam hidungnya.
"Dasar vidya,apakah tidak bisa membeli bahan pokok di pasar modern saja? daripada di pasar tradisional yang lingkungannya seperti tahun seribuan gini?"
"Seorang kaizo sminth baru pertama kali menginjakkan kakinya di tempat yang tidak pantas seperti ini?! tempat ini sangat tidak cocok untuk dikunjungi oleh orang-orang kalangan atas seperti dirimu kaizo"
__ADS_1
Kaizo terus saja mengumpat di dalam hatinya tiada henti.dirinya merasa risih dan tidak nyaman jika lama-lama berada di tempat pasar tradisional itu.
Tetapi demi gadisnya ia terpaksa harus sabar dan menuruti semua permintaan dari gadisnya itu walaupun di dalam hatinya ia ingin segera cepat-cepat meninggalkan tempat yang ia tidak ingin kunjungi sama sekali.
"Em...baby? apakah masih lama?" pekik kaizo dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Bentar lagi kok,itu ikan dan cuminya mau dibungkus sama kakaknya" balas vidya dengan senyuman lebar
"Ini neng,semuanya jadi lima puluh ribu" ucap penjual itu dengan menyodorkan dua kantong plastik yang berisi ikan gurami dan cumi-cuminya
"25 ribu deh kak,lima puluh ribu mah kemahalan" pinta vidya dengan menatap pedagang itu dengan tatapan sendu
"Aduh tidak bisa neng,apa-apa mah sekarang mahal neng kalau neng bayar segitu saya bisa rugi" tolak pedagang tersebut
__ADS_1
Kaizo yang mendengar gadisnya yang sedang berselisih dengan pedagang ikan itu dirinya hanya menarik nafasnya dalam-dalam dengan menggelengkan kepalanya.
"Kamu ini ya seperti kekurangan uang saja! apakah kamu tidak menganggap laki-lakimu ini ada yang sedari tadi berdiri disini?" sahut kaizo dengan mengelus-elus kepala vidya
Kaizo merogoh sakunya lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan selembar kertas berwarna biru.ia lalu menyodorkan lembaran kertas itu kepada pedagang tersebut.
"Mas-mas satu ini ganteng banget!!! omaygat aku mau pingsan dulu ah karena ngak kuat liat aura kegantengannya yang begitu memukau!" batin pedagang yang menatap kaizo dengan tatapan tidak biasa
"Hello? do you hear me? are you okay?" ucap kaizo yang sembari melambaikan tangannya ke arah wajah pedagang itu yang sedari tadi menatapnya
Karena kaizo yang sudah berkali-kali menyadarkan pedagang itu dari lamunannya yang tak kunjung sadar kaizo lalu kembali memasukkan uangnya ke dalam dompet dan mengajak gadisnya untuk pergi dari tempat itu.
"Baiklah,jika anda tidak menginginkan kami untuk membayarnya maka biarkan kami mengambil ikan dan cumi-cumi ini secara gratis!" ucap kaizo lagi dengan memasang wajah datar
__ADS_1
|||Bersambung|||