
Nata bekerja di kafe depan kampus, tak jarang banyak anak anak kampus nongkrong di kafe sekedar untuk Wifi atau melihat Nata dari dekat. sudah seminggu Angela menghilang bak di telan bumi.
Nata juga bingung mau nyari kemana, pasalnya Angela tidak pernah mengajak Nata ke rumahnya bahkan untuk sekedar mengatakan di mana alamat rumahnya. ingat! dia gadis kampong yang kudet.
"Nat Pesen dong" panggil Mahasiswa Laki laki
Nata tersenyum mengangguk mendekati meja Mahasiswa laki laki tersebut. Nata memberikan menu nya.
"Silahkan"
"Eh.. Nat.. aku pesen Nasi goreng seafood sama hati mu boleh"
"Mati akunya kak, kalo hatinya di ambil" Nata tersenyum "Minumnya apa kak"
Mereka tertawa mendengar jawaban Nata yang polos. termasuk Aryan yang sedari tadi melihat kegiatan Nata dari pojok meja kafe dengan mata elangnya.
"Puas loh.. muka pas pasan godain bunga kampus" ejek teman teman nya
"Eh eloh tuh.. kantong kering berani beraninya godain Nata, mau dikasih apa si Nata kalo kawin sama lo" ejek nya Ngegas.
"Minum nya es jeruk saja Nat" Mahasiswa laki laki itu terlihat malu karna di tertawakan.
"Tampang bisa di poles bro, Nah elu dompet, mana bisa di poles" wakakak teman teman mereka tertawa lepas mendengar banyolan mereka.
Nata pergi mengantar kertas pesanan pada Chef di dapur.
____________________________
Angela.. kamu dimana, Nata disini sendiri gak ada temen nya. Nata masih mencari cari di sekitar kampus Bagaimana kalo dia di culik.. Nata mau minta bantuan sama siapa. Nata bolak balik seperti setrikaan.
"Hei" sapa Aryan
"Apa" Nata terlihat bingung, dia tidak ingin berurusan lagi dengan geng mak lampir karna Aryan.
"Ketus amat"
"Suka suka dong" Nata berjalan menjauh terus dari Aryan, Nata benci berurusan dengan geng mak lampir Fanya.
Aryan mencegah Nata pergi dengan memegang tangan Nata dengan erat.
"Apa lagi!"
"Cari siapa? Angela" tanya Aryan penasaran.
"Iya, Angela ilang!" Nata krusak krusuk tidak karuan "Kamu tau dimana Angela"
"Tau, ikut aku.. nanti aku antar kamu ke rumah Angela, Nat"
"Ayok.. sekarang aja" matanya menatap Aryan dengan penuh harap.
"Oke ayok.." Aryan menggandeng tangan Nata, menuju ke parkiran mobil
Para Mahasiswa heboh melihat Aryan dan Nata, mereka beramai ramai melihat kedekatan Aryan dan Nata, sebagian dari Mahasiswa mengirim foto Aryan dan Nata pada Grup forum mahasiswa, berita heboh sampai terdengar oleh Fanya.
__ADS_1
"Awas loh gadis kampong, berani berani nya dia gandeng gandengan tangan sama my prince Aryan!" Fanya melempar semua barang barang dalam kamarnya.
"Tenang Fan.. kita beri dia pelajaran nanti" Rani mulai memanas manasi Fanya.
"Lihat aja nanti! dasar gadis kampong sialan!" Fanya pergi dengan mendungus kesal
_______________
"Ehhh ini bener ke rumah Angela.. kok sepi jalan nya" Nata was was melihat gelagat mencurigakan Aryan.
"Bener lah.. masa gua bohong sama lo"
"Ya kali aja kamu bohong, aku mau turun sekarang! cepet turunin aku" Nata mulai ketakutan melihat mata tajam Aryan
"Lo, gak bisa pergi kemanapun. lo milik gua! milik Aryan! bukan milik siapapun" Aryan seperti kehilangan kendali melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh di sebuah Vila di pinggir pantai.
"Cepet turun!"
"Gak mau.. " Nata ancang ancang kabur.
"Cepet turun sebelum gua berbuat kasar sama lo"
Nata masuk kedalam sebuah Vila bersam Aryan
Bagusss banget, tapi kok dia jahat sama Nata, katanya mau di anterin ke Angela. Angela kamu dimana, Nata takut sama dia. Nata meringis melihat pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Aryan.
"Masuk..!" perintah Aryan tak mau di bantah
Astaga.. ada orang!
Nata melihat kursi goyang yang berayun ayun dengan asap mengepul dari cerutu.
"Sudah datang" ucapnya mengagetkan Nata
"Siapa kamu!" Nata berjalan mundur terus mundur sampai menggapai pintu, mencoba membukanya susah payah tapi tak bisa. ternyata Aryan menguncinya dari luar.
"Hahahah kamu tidak bisa lari" mendekat mendekat terus sampai persis di depan wajah Nata.
"Siapa kamu, dimana Angela"
"Menikah dengan ku atau Angela mati!" Nata menunduk terjatuh memeluk lututnya sendiri, Angela bisa mati.
"Siapa kamu" Nata..
"Aku.. calon suami mu"
Nata yang masih syok langsung pingsan.
____________________
Istana Soedarjo.
"Felixx... lepasin gua.. bukain pintunya" Angela terkunci di istana Soedarjo selama seminggu, di ikat kedua tangan nya menggunakan borgol di sebuah kamar istana Soedarjo
__ADS_1
"Hah.. Felix.. buka.. aku ingin pipis" Angela berteriak kencang
"Nona.. jangan coba coba lari, kami yang menanggung akibatnya jika anda lari" Felix melepaskan borgol Angela, lalu menuntun Angela sampai depan kamar mandi.
Pesetanan dengan dirimu Felix.. kaka kejam! berani beraninya dia mengunci ku disini. Angela
"Bodohnya mereka" Angela memanjat fentilasi jendela kamar mandi.
Hup "Aw.."
Angela loncat dari jendela fentilasi
Maafkan aku Felix .. aku harus menyelamatkan Nata.
Beberapa menit kemudian
"Nona.. non"
Felix merasa ada yang tidak beres langsung mendobrak pintu kamar mandi
"Sial.. nona.. anda menambah pekerjaan saya" Felix mendengus kesal melihat fentilasi jendela yang rusak.
"Ku pikir anda hanya gadis manja, tak disangka anda memanjat jendela yang tinggi demi menyelamatkan gadis itu" Felix langsung menelpon sekretaris Jimy
Sambungan terhubung
"Tuan.. nona Angela kabur memanjat jendela fentilasi kamar mandi, tolong anda cek kemana kaburnya nona muda"
"Bodoh" satu kata pedas yang keluar dari mulut sambal Jimy.
tut tut sambungan terputus.
B
E
R
S
A
M
B
U
N
G
LIKE DAN VOTE jangan lupa🌸🌸
__ADS_1