
Nata sudah mulai menurut kembali pada Tuan Yuda. sekarang ia sedang berjalan jalan di mall bersama Tuan Yuda untuk membeli beberapa keperluan sang bayi yang sebentar lagi akan lahir
Mall terlihat sedikit ramai, karna situasi sedang pandemi. Tuan Yuda dan Nata memakai masker dan membawa hand sanitizer
Tuan Yuda terlihat asik menunjuk beberapa pakaian bayi yang lucu, perut Nata semakin besar karna hamil bayi kembar, satu laki laki dan satu perempuan
"Selamat datang Tuan.." sambut Manajer dengan ramah
Tuan Yuda hanya mengangguk saja. "Biarkan istri ku duduk di ruang tunggu, aku ingin memilih baju untuk calon anak ku"
"Tolong kamu antarkan Nona Muda untuk beristirahat, saya akan mendampingi Tuan Yuda berbelanja" Pegawai Toko mengangguk menuntun Nata duduk di ruang tunggu yang nyaman
Sedangkan manajer toko sangat senang melihat Tuan Yuda memilih pakaian di toko nya dengan jumlah banyak
"Tuan.. ini edisi terbaru dari toko kami khusus untuk bayi kembar anda" Manajer
Nata yang mulai bosan beranjak pergi keluar toko, para pegawai toko sontak mengikuti Nata
"Mengapa mengikuti ku.. aku hanya ingin makan makanan kesukaan ku, nanti aku balik lagi kesini" Nata menuju ke tempat Food court. disana banyak tersedia makanan seafood segar. Nata langsung membeli Cumi bakar pedas, ceker pedas dan yang lain nya. dengan santai Nata makan tanpa memperdulikan pandangan para lelaki
"Haiszzz aku hamil besar saja masih banyak mata memandang mesum" gunam Nata pelan melanjutkan makan yang ia beli di Food court
Sementara di dalam toko Tuan Yuda masih asyik memilih pakaian bayi kembar nya. ia sampai tak sadar Nata sudah pergi dari toko
Tuan Yuda ingin menunjukan beberapa bando untuk anak perempuan nya nanti, ia terus berjalan menuju ke ruang tunggu. saat di sampai di ruang tunggu ia terkejut Nata sudah tidak ada
Manajer pun ikut kelabakan mencari Nata. "Apakah kalian lihat nona Nata?" tanya Manajer pada pegawai nya
"Maaf pak.. Nona Nata sedang mencari makanan di food court karna lapar" pegawai itu menunduk lesu takut di pecat
Manajer langsung menghampiri Tuan Yuda. Tuan Yuda langsung pergi ke food court di mana Nata berada. matanya melihat sekeliling food court
Mata tajam nya menatap Nata yang sedang makan cumi bakar pedas dengan lahap. namun langkah Tuan Yuda berhenti sesaat karna melihat istrinya makan di samping pria asing
Nata terlihat acuh tak acuh di goda oleh para lelaki, ia sedang asyik memakan cumi bakar nya sedari tadi
"Nona... dimana ayah anak mu.. aku mau jadi ayah anak anakmu dan aku nanti kelak" para pria itu menggombal dengan segala cara, Nata masih saja memakan cumi nya dengan lahap
"Nona bersama ku saja, aku punya sawah 50 hektar di kampung"ucap pria satunya lagi dengan bangga
"Halah... kamu mah... 50 hektar... aku 200 mempunyai perkebunan kepala sawit di kalimantan 100 hektar" ucap Pria kedua dengan sombong. Nata mulai jengah dengan para lelaki yang menggoda nya
Setelah makanan nya habis Nata memilih pergi dari kerumunan para lelaki yang mengidolakan nya.
__ADS_1
"Nona... apa Nama IG mu.." tanya lelaki yang terus mengejarnya
"Aku tidak punya.." jawab Nata ketus
"Ya sudah nomer telpon" lelaki itu menyerahkan hpnya pada Nata. Nata sangat benci lelaki Pemaksa sejak hamil, tanpa basa basi ia langsung memberikan nomer nya, maksud ku Nomer Felix
Lelaki tersebut tersenyum senang berjingkrak jingkrak, lelaki itu dengan percaya dirinya membagikan nomer Nata pada teman temanya, padahal sih itu nomer Felix.. Nata sangat mulia karna tidak ingin terus menerus melihat Felix Jomblo akut
Tuan Yuda mulai mendekat pada para kerumunan laki laki yang tadi mendekati istrinya. "Sedang hamil saja masih laku, apalagi kalau dia tidak ku hamili" ucap Tuan Yuda
Tanpa basa basi Tuan Yuda langsung mengambil ponsel para lelaki itu.
"Hei... kembalikan ponsel ku"
Tuan Yuda berdecak pelan melihat nomer yang Nata berikan pada para lelaki tersebut
"Apa kalian mau jadi Pebinor? suaminya saja lebih tampan dan lebih kaya dari kalian"
"Carilah artikel di mbah googleee cari nama Gadis Silva Nata" ucap Tuan Yuda
Salah satu laki itu mencari nama yang Tuan Yuda sebutkan "Alamak... pupus sudah.. padahal kami mau jadi bapanya"
"Parah.. kita bukan tandingan Tuan Yuda" salah satunya berdecak kesal
"Ampun Tuan.. maafkan kami... maafkan kami.." para lelaki itu langsung meminta maaf dengan resiko yang mereka tanggung sendiri
"Dasar pebinor!! untung istriku sedang hamil!! sifat cuek nya menyelamatkan kalian... pergi dari sini... dan jangan sampai aku melihat wajah kalian lagi" Tuan Yuda mulai emosi melihat wajah wajah mereka
Para lelaki tersebut langsung lantang lantung pergi dengan ketakutan
Nata baru sampai di toko pakaian bayi pun terlihat bingung mencari cari suami aneh nya
"Maaf.. apa kalian melihat Tuan Yuda.." Nata bertanya pada Manajer yang sibuk memarahi pegawai nya
"Nona Nata... Syukurlah anda kembali... saya takut nasib saya bagaimana. saya akan pecat pegawai ini" Manajer langsung memberikan uang pesangon pada pegawai yang ia pecat karna membiarkan Nata pergi dari toko
"Jangan pecat dia... dia tadi mengikuti ku ke food court tapi aku menyuruh nya pergi... ngomong ngomong... dimana Tuan Yuda" Nata mulai duduk kembali minum air mineral nya
"Tadi Tuan Yuda mencari anda..." ucap Manajer dengan ramah
"Baiklah.. aku tunggu saja di sini, perutku sangat berat" Nata mulai mengelus elus perutnya. kakinya mulai bengkak kembali
"Silahkan Nona... sajikan beberapa makanan untuk Nona Nata" pegawai toko membawakan camilan untuk Nata
__ADS_1
"Terimakasih banyak Nona.. berkat anda saya tidak jadi di pecat" ucap pegawai toko dengan berkaca kaca
"Sudah lah... ini salah ku.. kembali lah bekerja agar manajer mu tidak marah marah" Nata tersenyum ramah pada pegawai toko
Tuan Yuda sudah sampai di depan toko, ia langsung masuk memeluk Nata dengan erat, dengan santai ia mengecup bibir Nata
Cup
Nata mulai kelabakan karna Tuan Yuda memegang tengkuknya lalu memperdalam ciuman nya
Hah hah hah
Tuan Yuda dan Nata mulai kehabisan nafas.
"Tuan.. bagaimana jika saya mati kehabisan nafas.. anak ada juga akan pergi bersama saya"
"Tidak akan ku ijin kan kamu pergi dari kehidupan ku, bahkan setelah kembar lahir.. maka awal permainan kita baru di mulai" bisik Tuan Yuda di telinga Nata. Nata bergidik, telinga nya memerah.
Tuan Yuda semakin berani menjilat telinga Nata, lalu menggigit nya pelan
"Hahaha.. hanya seperti itu saja sudah terangsang" Tuan Yuda tertawa lepas. "Ingat.. tunggu saja kembar lahir"
Nata mulai merasa panas berdekatan dengan Tuan Yuda.
sementara Jimy mengepalkan tangan nya melihat kemesraan Tuan Yuda dan Nata. tak dapat di pungkiri Jimy sedikit tertarik pada pesona Nata
Jimy mulai bekerja kembali sebagai sekretaris pribadi Tuan Yuda atas permintaan Nata. ia merasa ogah jika Tuan Yuda yang mengajak nya kembali ke perusahaan
Kini giliran Tuan Yuda membayar semua belanjaan nya. Tuan Yuda tidak perlu repot untuk membawa belanjaan nya, karna mobil boks akan mengantarkan belanjaan nya
1Jam kemudian mereka sampai di istana. Nata langsung masuk ke kamar merebahkan diri, Tuan Yuda selalu saja mengikuti Nata
Nata sudah mulai tertidur. Tuan Yuda merasa kasihan melihat tidur Nata yang tak nyaman sama sekali karna Nata tidur terlentang. Tuan Yuda langsung membalik Nata dengan pelan agar Nata tidur miring ke kiri.
Untuk mengurangi rasa nyeri di bagian belakang, Tuan Yuda menggunakan bantal sebagai penopang pada bagian pinggang atau pinggul Nata. Tuan Yuda juga meletakan bantal di sela kedua paha agar tidur Nata lebih nyaman
Nata langsung tertidur nyenyak. Tuan Yuda memeluk Nata dari belakang, ia langsung mengelus elus perut Nata dengan kasih sayang. tak lupa ia menyetel murotal al quran agar Nata tidur dengan hati yang nyaman dan tenang
Bersambung
Terimakasih banyak sudah mampir dan baca Novel nya, semoga kalian suka๐๐๐
salam author๐
__ADS_1