
Nata terus menjemur beberapa cabai yang para buruh tani petik di sawah Juragan Baron. hari semakin panas, keringat Nata bercururan membuat Nata bertambah seksi
Beberapa kali juragan Baron mendekati Nata, bahkan juragan Baron tak sungkan memperlakukan Nata dengan baik, seperti memberikan minum atau beristirahat.
Para pekerja berbisik tak enak. termasuk Yati sang primadona desa yang merasa terkalahkan oleh kehadiran Nata
"Halah.. paling gadis itu cuma mau hartanya juragan Baron" bisik Yati pada para pekerja
"Iya.. denger denger sih.. punya laki.. tapi kok di buang di desa terpencil yah" bisik pekerja lainya
"Ader.. kok Yati baru tau yah.. dia sudah punya laki" ucap Yati kemayu
"Denger denger sing Ratini katane lakine galak" ucap para pekerja
"Pantesan cari mangsa" ucap Yati sewot
Yati mendekat pada Juragan Baron yang selalu memuja Yati sejak dulu, bahkan Yati pernah di tawari juragan Baron untuk menjadi istri ke-7 oleh juragan Baron
"Juragan.." ucap Yati bergelayut manja, tersenyum manis pada juragan Baron
Juragan Baron terlihat risih melihat Yati, tapi saat melihat belahan pepaya Yati yang sawo matang, Juragan Baron langsung mencubit manja paha Yati
Nata merasa risih dengan pemandangan di hadapan nya, ia langsung membantu Bu Ratini membawa cabai hasil panen
"Nata bantu bu" Nata membawa ember cabai yang sudah bu Ratini panen, lalu menyebar cabe itu ke papan penjemuran
"Terimakasih banyak Neng, ibu panen cabe lagi.. kalo cape minum dulu" Bu Ratini kembali ke sawah untuk memanen cabe lagi
Juragan Baron melihat perbuatan Nata pun langsung menghampiri Nata.
Sementara Yati menggeram kesal melihat kedekatan Juragan Baron dengan Nata
"Awas...kamu" mata Yati melotot melihat Nata
Nata pun tak ambil pusing dengan kelakuan Yati. hari mulai sore, saatnya Nata dan bu Ratini pulang mendapat upah harian
Para pekerja mengantri untuk mendapatkan upah kerjanya hari ini
Saat giliran Nata. Nata mendapat upah kerja lebih tinggi dari pekerja biasanya
"Juragan.. ini kelebihan" Nata menaruh kembali uangnya di meja Juragan Baron. pasalnya para pekerja biasa mendapat upah 30ribu tapi Nata mendapatkan 100ribu
Juragan Baron mengeryitkan keningnya
"Kurang??"
"Kelebihan juragan.. seperti pekerja biasa saja" ucap Nata tersenyum agar juragan Baron tak merasa tersinggung pada ucapan Nata
Juragan Baron memberikan Nata 30ribu.
"Terimakasih Juragan" ucap Nata tersenyum
"Sama sama" ucap Juragan Baron. pandangan matanya mengikuti langkah kaki Nata yang tersenyum bahagia mendapatkan uang 30ribu hasil kerja kerasnya
"Hasan... bagikan upah" Perintah Juragan Baron. diam diam Juragan Baron mengikuti langkah kaki Bu Ratini dan Nata
Yati yang melihat juragan Baron mengikuti Nata pun semakin kesal. "Awas kamu"
"Ratini.. kamu pulang duluan.. biar saya yang antarkan Nata pulang" ucap Juragan Baron mengendari motornya. motor Kros Juragan Baron
"Tidak usah repot repot Juragan Baron.. rumah saya sudah dekat" Nata menolak halus ajakan juragan Baron
"Ya Juragan.. tuh.. sudah kelihatan" ucap Bu Ratini
Juragan Baron mendengus kesal karna rencananya gagal untuk membonceng kan Nata
"Permisi Juragan" Pamit Nata dan Bu Ratini
Juragan Baron langsung kembali ke ladang untuk memantau para pekerja.
"Neng.. hati hati sama Juragan Baron.. terutama sama Yati" ucap Bu Ratini
"Memangnya kenapa Bu?" tanya Nata penasaran
"Nanti ibu ceritakan.. kita ke sumber air bersih untuk minum" ucap Bu Ratini menuju ke rumahnya untuk mengambil gembes dan sepeda bututnya
Nata mengambil Gembes menunggu bu Ratini di depan rumah
__ADS_1
"Hayuk Neng.." ajak Bu Ratini
"Biar saya saja yang genjot sepedanya. Bu Ratini bonceng saja" Nata mengambil alih sepeda bu Ratini
Jalan sawah pun mereka lalui dengan canda dan tawa, para pemuda sibuk menggoda Nata yang sedang mengayuh sepedanya, Terkadang ada yang menghalangi jalan Nata, dengan sigap Bu Ratini berteriak kencang agar para pemuda itu minggir
"Minggirrrrrrr... awas...." teriak Bu Ratini mengacungkan gembes pada muka para pemuda dengan muka marah
Para pemuda itu minggir dari pada kena Gebuk Bu Ratini
"Bu.. tadi katanya mau cerita tentang juragan Baron dan Yati" ucap Nata
"Eh.. iya Neng... ibu ceritakan" ucap Bu Ratini. "Juragan Baron orang kaya di desa ini Neng, Istrinya banyak pisan, sampe 6 katanya sih yang ke 7 Yati, tapi Juragan Baron kayak pengin Neng Nata menjadi Istri Juragan Baron yang ke 7 bukan Yati" ucap Bu Ratini
"Kenapa saya bu" ucap Nata kaget
"Ya Ampun.. eneng tuh cantik, badannya bagus lagi" ucap Bu Ratini
"Masa sih bu"
"Iya Neng.. suwer..."
"Lah.. kalo Yati kenapa bu???" tanya Nata
"Astaga Eneng.. kalo Yati itu cemburu, ori dan dengki sama eneng.. karna Juragan Baron lebih tertarik dengan eneng, Yati mah cantik standar, kelakuan sombong, kemayu" ucap Bu Ratini tak suka
"Aduh ibu.. tenang saja.. selama Nata tidak mencari masalah sama Yati, Nata aman" ucap Nata
"Terserah Neng aja.. tapi Ibu sudah nasehati" ucap Bu Ratini
Nata tersenyum mendengar Bu Ratini
Setelah 45 menit mengayuh sepeda. Nata dan Bu Ratini sampai di sumber air, Nata dan Bu Ratini mandi di air terjun itu, tak lupa Bu Ratini mengambil air terlebih dahulu di bebatuan seperti membentuk lingkaran sumur untuk mengambil air bersih untuk minum dan memasak sehari hari
Setelah selesai. Bu Ratini dan Nata mandi di air terjun menggunakan kain tapih
air terjun segar dan dingin.
"Dingin.. seger banget bu.." Nata menggigil lalu memutuskan untuk memakai bajunya kembali
"Tunggu.. ibu masih pengin mandi Neng" ucap Bu Ratini
Tak lama Bu Ratini memakai bajunya.
"Ayo Neng.. hari sudah semakin sore... Nanti bapak nyariin ibu"
"Ayok bu.." Nata mengayuh sepedanya lagi dengan senang hati, Bu Ratini bersenandung jarang goyang
"Jaran Goyang.. jaran Goyang" Bu Ratini bersenandung bersama Nata
"Apa salah dan dosaku sayang" Nata
"Cinta suci ku kau buang buang" Bu Ratini
"Lihat Jurus yang kan ku berikan.." Nata
"Jaran Goyang Jaran Goyang" Bu Ratini tertawa bersama Nata
Para pekerja ladang yang sedang bersepada untuk pulang kerumah pun senyum senyum melihat tawa manis Nata. mereka menabrak tiang sangking asyik nya melihat Nata
"Puas.. sudah punya bini.. matanya jelalatan" ucap ibuk ibuk sewot tertawa gembira melihat para pekerja ladang yang terjungkal
Tak terasa sudah sampai di depan rumah, Nata mengayuh sepedanya sampai rumah bu Ratini. "Terimakasih bu.."
"Sama sama Neng.. nanti kita ke air terjun lagi" ajak Bu Ratini senang
"Oke bu.. Nata permisi pamit" ucap Nata pamit
"Ya Neng hati hati" ucap Bu Ratini
🎈🎈🎈🎈🎈
Istana Soedarjo.
Sejak kemarin Tuan Yuda selalu sibuk dengan urusan perusahaan.
__ADS_1
Tuan Yuda bahkan sudah 2 hari menginap di perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda
Kali ini Tuan Yuda memaksakan lembur agar pekerjaannya cepat selesai. dalam hati ia merasakan firasat buruk, tapi entah apa, karna Nata masih di tali oleh Tuan Yuda
"Jimy.. apa lagi yang belum selesai.. kita selesai kan sekarang..??" Tanya Tuan Yuda yang masih fokus dengan layar leptop nya
"Tinggal tanda tangan berkas ini Tuan, saya harap Tuan Memeriksa berkasnya dulu sebelum tanda tangan" ucap Jimy
Jika ku cek semakin lama... jika tidak.. maka akan terjadi kecurangan. Tuan Yuda mendengus kesal melihat tumpukan berkas yang harus ia tanda tangan
"Tuan.. saya permisi dulu" ucap Jimy pamit lalu keluar dari ruangan Ceo nya itu
Papih Anjas memang sengaja mengalihkan pandangan Tuan Yuda pada perusahaan agar cepat menyuruh menantunya pergi, namun naassnya Nata pergi diam diam dari Istana tanpa membawa sepeserpun uang.
Padahal yang terjadi adalah Nata di bawa Nenek Asih menuju ke desa tempat ia kecil, dengan berat hati Nenek Asih memindahkan Nata diam diam agar Anjas dan Anjani tidak tau, Nenek Asih merasa curiga pada anak dan menantunya.
Tuan Yuda menandatangi berkas, dan mengeceknya secara teliti. tengah malam Tuan Yuda selesai dengan pekerjaan yang seharusnya ia kerjakan dengan kurun waktu 1 bulan, tapi Tuan Yuda langsung mengerjakan nya dengan waktu 2 hari tanpa henti
Jimy langsung menyupiri Tuan Yuda menuju istana, Tuan Yuda tertidur pulas. saat akan masuk kedalam istana, Jimy membunyikan kelakson
tin tin tin
Gerbang besar Istana Soedarjo pun terbuka lebar.
Jimy membangunkan Tuan Yuda.
"Tuan.. kita sudah sampai.." menepuk tepuk pundak Tuan Yuda pelan
Tuan Yuda membuka matanya.
"Hah.. sudah sampai"
"Ya Tuan"
"Tidur saja di kamar tamu.. sudah larut malam" dengan langkah 45 Jimy langsung masuk ke Istana meninggalkan Tuan Yuda
Tuan Yuda tidak ambil pusing, dia langsung pergi menuju kamarnya bersama Nata.
Sekilas ia mendengar suara tangisan kedua anaknya. Tuan Yuda langsung menghampiri kamar sang Anak
"Nek... Angela.. ada apa..??" tanya Tuan Yuda panik melihat anak anaknya
"Mereka pucat Yuda.. kita harus bawa Kenza dan Kenzi ke rumah sakit" ucap Nenek Asih menangis tersedu sedu
"Ayokk... kita bawa sekarang" Angela membawa jaket Kenza dan Kenzi, membalut kedua bayi itu agar tidak kedinginan saat perjalanan menuju ke rumah sakit
30 menit mereka sampai di Rumah sakit Soedarjo
Dokter bergegas memeriksa keadaan sang bayi.
"Bagaimana keadaan nya Dok???" tanya Tuan Yuda panik
"Apa anak anda menerima Asi dari ibunya?? karna anak anda Dehidrasi dan harus di rawat, kemungkinan bayi anda tidak mau minum sufor Tuan" ucap Dokter
"Lalu bagaimana Dok??" Tanya Tuan Yuda panik, ia memikirkan Nata yang dia Tali di ranjang
"Jika ibunya masih ada.. bawa dia agar menyusui anak Anda, Tuan" ucap Dokter
Nenek Asih dan Angela sudah pucat pasi mendengar perkataan Dokter, mau tidak mau Nenek Asih harus jujur pada Tuan Yuda yang terlihat menyalahkan dirinya karna terlalu lama mengurung Nata
"Yuda.. Nata... sudah pergi" ucap Nenek Asih terbata
"Bagaimana bisa.. tidak mungkin!!!" teriak Tuan Yuda
"Ya Kak, Kak Nat pergi entah kemana" ucap Angela ketakutan melihat kakanya menggila
Dokter pun langsung turun tangan melihat Tuan Yuda. "Saya sarankan cari ibu untuk menyusui anak anak anda.. segera" ucap Dokter
"Saya akan rekomendasikan suster Dina agar bisa menyusui kedua anak anda" Dokter langsung mencari suster Dina
Tuan Yuda merasa kesal, sedih dan kecewa. di saat di butuhkan Nata pergi meninggalkan anak anak mereka
Tuan Yuda menelpon Jimy
"Jim.. cari tau kemana perginya Nata.. buat sayembara, siapa yang dapat menemukan Nata dalam hidup dan sehat akan di beri uang sejumlah 10M"
"Baik Tuan" Jimy langsung memasang iklan di berita online bahkan di koran dan TV
__ADS_1
Semua jagat kota heboh dengan hilangnya Istri Tuan Yuda, mereka berlomba lomba ingin menemukan Nata agar cepat kaya, karna mendapat kan uang
Bersambung