Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Istana Soedarjo


__ADS_3

Istana Soedarjo.



Jimy menggendong tubuh Angela yang lemas akibat pingsan menuju ke dalam istana. Sementara Nata mengekori tuan Yuda.


Nona.. jika anda tidak datang, maka sahabat anda sudah jadi budak tuan. Jimy membawa tubuh Angela kedalam kamar Angela masa kecil dulu.


Dia merebahkan Angela di kasur.


"Jimy.. dimana Nata?" tanya Angela


"Sekarang nona Nata bersama tuan Yuda, nona" jawab Jimy. "Permisi nona" Jimy keluar dari kamar Angela.


_____________________


Di ruang kerja.


Tuan Yuda duduk di kursi kebesaranya. memandangngi gadis yang dia kejar kejar selama 3 bulan.


"Duduk!" Perintah tuan Yuda


Nata menurut duduk di Sofa. matanya sibuk melihat ruangan kerja tuan Yuda yang mewah dan megah


Gadis penurut.


Yuda masih terus melihat Nata.


"Lihat kemari gadis nakal!"


"Ya tuan"


"Tanda tangani surat ini. Jimy berikan pada gadis nakal ini!"


"Ya tuan" Jimy menyerahkan pulpen dan kertas kontrak masa kerja Nata sebagai pelayan pribadi tuan Yuda.


"Tuan, aku keberatan isi salah satu kontrak nya" Nata menunjuk kontrak nomer lima yang di berikan tuan Yuda.


"Tanda tangan atau ku jadikan kau selir!" tuan Yuda sangat bersabar menghadapi gadis nakal ini. andai saja ini bukan atas suruhan orang yang terpenting dalam hidup tuan Yuda, mana mau tuan Yuda bersabar menunggu gadis nakalnya ini.


Nata tanpa pikir panjang menanda tangani kontrak kerjanya.


Sementara seseorang sedanga menguntip percakapan antara tuan Yuda dan Nata dari balik ruang tersembunyi perpustakaan pribadi tuan Yuda.


Selamat datang calon cucu menantu. Nenek Asih tersenyum senang melihat Nata menandatangani kontrak kerja. maksud nya kontrak nikah.


Nenek Asih masih mengawasi mereka berdua dari balik ruangan. Awas saja kau, Yuda, jika kamu berani menyakiti Nata, maka akan kupatahkan lehermu! dasar cucu tidak tau di untung.


"Jim panggil Felix, suruh Felix antarkan gadis nakal ini ke kamar nya" Jimy segera keluar menelpon Felix ke ruang kerja tuan Yuda.


tok

__ADS_1


tok


tok


"Masuk!" tuan Yuda menyuruh Felix mendekat. "Antar gadis itu ke kamar kosong di sebelahku"


"Baik tuan, mari nona ikuti saya" Felix keluar ruang kerja di ikuti Nata.


"tuan Felix.."


"Panggil saya Felix saja nona"


Felix berjalan cepat menuju kamar Nata.


Pantas saja tuan Yuda uring uringan mencari anda nona, anda cantik saat tersenyum. semoga anda tidak tersenyum sembarang je sumua pelayan laki laki disini, bisa bisa kami di pecat berjamaah oleh tuan Yuda. Felix langsung menunduk enggan menatap Nata.


"Silahkan masuk nona, jika perlu sesuatu pencet remot emas di sebelah tempat tidur anda, disitu anda bisa memanggil kami jika nona membutuhkan sesuatu" Felix membungkuk mengundurkan diri.


____________


Di kamar Nenek Asih.


"Tak ku sangka, cucu kurang ajar ini berani membawa Nata secepat ini" Sindir Nenek Asih.


"Nek, berhenti menyindir ku!" tuan Yuda kesal. pasalnya nenek Asih selalu bertengkar dengan nya.


"Hahah, dimana selir selirmu, sudah puas kau jamah" Nenek Asih tertawa meledek kelakuan cucunya.


"Nenek tidak tau apa apa, sebaiknya nenek diam saja" Tuan Yuda sudah puas menghadapi Nenek nya yang keras kepala. terakhir kali sang Nenek kabur ke kampong, berkat Nenek kabur dari Istana, tuan Yuda bertemu dengan gadis nakal nya.


"Nenek jika tidak ada urusan lagi. siapkan pernikahan ku dengan gadis nakal itu"


"Heh, cucu tidak tau malu, memang nya Nata mau menikah dengan mu" Nenek Asih menjulurkan lidahnya mengejek tuan Yuda.


Tuan Yuda menyeringai. Alamak.. Nata.. maafkan Nenek tidak bisa melindungi mu lagi. Nenek Asih gelisah tak karuan.


"Nenek, kali ini Nenek tidak bisa melindungi nya lagi dari ku" tuan Yuda pergi dari kamar Nenek Asih.


"Dasar" Nenek Asih mendegus kesal melihat keangkuhan sang cucu.


Ini gara gara Soedarjo, dia terlalu sombong dan angkuh mendidik cucu cucu nya. Nenek Asih merebahkan diri.


________________


Angela kabur dari dalam kamarnya. Aku harus hati hati, dimana Nata. Angela mendengus kesal mencari Nata mengendap endap seperti maling.


"Nona" suara berat itu mengagetkan Angela


"Astaga... Felix..." Angela menghela nafas sejenis. "Dasar kau mengagetkan ku saja, dimana Nata"


"Oh.. anda mencari nona Nata"

__ADS_1


"Cepat beritahu dimana Nata"


"Ya tuhan Felix" Angela geram langsung menjambak rambut Felix hingga rontok


"Ampun nona, lepaskan.. aw .. aw.. sakit nona" Jeritan minta ampun Felix menggema di istana.


"Nona lepaskan" perintah Jimy. Jimy mulai bergidik ngeri melihat beberapa helai rambut Felix yang jatuh ke lantai. Anda sangat kuat nona. Jimy dengan muka datarnya melepaskan jambakan brutal Angela.


"Cantik cantik gila" ejek Felix


"Hei.. kemari kau, dasar lelaki tak bertulang belakang" Felix kabur melihat Angela yang mulai menggila.


Jimy langsung menahan tangan Angela. "Nona .. jika anda tau Felix sedikit rada rada, mengapa anda meladaninya.. bukan kah anda sama tidak warasnya seperti Felix"


Jlebbbbbbbbbbb


Perkataan sekretaris Jimy makjlebbb betul.


Angela langsung meninggal kan Jimy


Sialan. batin Angela.


Angela membalik badannya mengejar sekretaris Jimy. "Jim.. Jimy.. Hey dimana Nata" Angela mengejar Jimy sambil berteriak teriak.


Jimy berhenti sejenak menatap Angela dengan tatapan tajam nya. "Ada apa lagi nona"


"Dimana Nata?" Angela ngos ngosan mengejar Jimy.


"Dia di kamar sebelah tuan muda nona, ingat jangan mengganggu nya terlalu lama, karna nona Nata akan menjadi kakak ipar anda" Jimy menjelaskan dengan singkat jelas dan padat.


"Whattt kakak ipar" Angela syok dengan perkataan Jimy. "Minum dulu nona" Jimy menyodorkan segelas air putih. langsung di tengguk habis Angela.


B


E


R


S


A


M


B


U


N


G

__ADS_1


Bantu like dan Vote yah(^v^)


biar author nya semangat bikin cerita nya😁


__ADS_2