
Trion tergeletak di aspal jalan. "Lah.. KO" Kenzi menatap gemas Trion yang tergeletak di aspal
Kenzi menatap jengah lima siswa itu. "Gak ada kapok kapoknya ya kak.. aku cape mau pulang tidur terus bobok manis" Kenzi menatap mereka dengan tatapan kesal.
Mereka tertawa melihat Kenzi. "Eh cupu! lo masih punya banyak hutang sama gua!" salah satu dari mereka maju mendekati Kenzi.
"Sory Kak Rey yang terhormat! upsss" Kenzi menutup mulutnya. " Maksud aku.. gila hormat" Kenzi tersenyum mengejek melihat lawannya sudah meradang
Muka Rey sudah memerah karna amarahnya yang meluap. Rey langsung maju melangkah mendekati Kenzi, Kenzi berjalan mundur nampak tenang dan tak gusar sekali pun. "Kenapa lo pindah dari sekolah!!!" bentak Rey keras
Kenzi tersenyum. "Apa urusannya dengan kakak! ini hidup hidup aku!!!" teriak Kenzi tak terima, Kenzi selalu di atur atur oleh Rey dan teman temannya saat masih satu sekolah. "Aku harap kakak hentikan semuanya! salah apa aku sama kakak!!! sampai kakak benci banget sama aku" Teriak Kenzi tak terima
Rey memandang Kenzi dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Lo! bocah cupu item dekil yang udah ngerebut hati gua. gunam Rey memandang mata bulat Kenzi.
"Kak.. permisi, aku mau balik dulu" ucap Kenzi mendorong badan Rey dengan kasar. "Aku harap kita gak bakal ketemu lagi" Kenzi berlari mendekati Trion yang sudah sadar.
__ADS_1
"Trion.. kita balik, nanti kamu di gebuk lagi" Kenzi berusaha memapah Trion. Muka Trion babak belur di hajar oleh teman teman Rey. Trion mengangguk mendengar ucapan Kenzi
Sementara Rey merasa cemburu melihat Kenzi memapah Trion. Suatu hari nanti.. gua akan jadikan lo, Kenzi! sebagai satu satunya milik gua! milik Rey seutuhnya!!! Rey memandang sendu Kenzi
❤❤❤❤❤
Nata sangat cemas. beberapa kali Nata bolak balik memandang jam dinding yang terpasang di tembok Istana. hari semakin sore tetepi Kenzi belum pulang juga sampai sekarang. Nata berjalan mendekati Tuan Yuda. "Mas.. kamu gimana sih! Kenzi masih belum pulang Mas.."
Tuan Yuda melihat ke khawatiran Nata. "Sebentar lagi Kenzi akan pulang, percaya sama Mas" Tuan Yuda memeluk Nata supaya tenang.
"Waalaikumsalam"
"Bu.. maaf Kenzi pulang telat" ucap Kenzi memeluk sang ibu dengan erat, agar amarah sang ibu mereda.
"Kamu dari mana aja Ken! ibu khawatir sekali dengan kamu! besok kamu harus pakai mobil kamu yah.. nurut sama ibu Nak, ibu khawatir dengan Kenzi.. ibu sayang sekali dengan Kenzi" Nata meneteskan air matanya. dia khawatir pada Kenzi. Kenzi sudah beberapa kali pindah sekolah karna kejadian seperti ini.
__ADS_1
"Bu.. jangan menangis. Kenzi akan nurut sama ibu" Kenzi menghapus air mata sang ibu dengan lembut. "Maafkan Kenzi sudah bikin ibu menangis" Kenzi semakin memeluk erat sang ibu, Nata.
"Besok tepati janji kamu pada ibu" ucap Tuan Yuda mendekat pada Nata. "Menurutlah Kenzi! ini semua demi kebaikan kamu juga! Ayah tidak suka jika kamu membuat ibu kamu menangis seperti ini lagi" Tuan Yuda membawa Nata menuju kamar.
Kenzi menatap sendu kedua orang tuanya. keras kepalanya membuat sang ibu menangis. "Maafkan Kenzi bu."
Kenza langsung menghampiri Kenzi. "Kamu nurut aja Zi.. aku bukan nyalahin kamu, tapi biar bagaimana pun kamu perempuan Zi.. Rey juga masih ngebully kamu kan? kali ini nurut yah" Kenza mengusap usap lembut puncak kepala Kenzi.
"Udah yuk, kita mandi, ganti baju lalu sholat.." Kenza menggandeng tangan Kenzi menuju kamar lantai atas
"Ka.. ternyata aku bikin ibu sedih terus yah" Kenzi menatap sang kakak. matanya berkaca kaca. "Zi.. makanya dengerin ibu yah.." Kenza mencoba membuat Kenzi mengerti keputusan sang ibu adalah yang terbaik
"Aku tau kamu pengin mandiri, tapi kondisi tidak mendukung Zi.. dari pada bikin ibu sedih mending kamu ikutin kata ibu" ucap Kenza menatap Kenzi. "Nanti kalo ayah udah campur tangan, kamu malah ribet Zi" Kenzi mengangguk mengerti
"Kak.. Terimakasih nasehatnya"
__ADS_1
"Sama sama"