
Sudah seminggu pula Nata di rawat di rumah sakit. akhirnya dengan ijin Dokter Nata pulang membawa kedua anaknya
Tuan Yuda paling antusias mendekor kamar kamar anaknya.
"Gadis.. kamar anak anak di pisah yah.." ucap Tuan Yuda memelas
Weleh Weleh ada udah di balik batu rupanya
batin Nata
"Gak bisa Tuan.. kalo nangis ada apa apa gimana?" Nata juga mengkhawatirkan anak anak nya
"Ya tinggal pake babysitter" ucap Tuan Yuda enteng
Sedangkan Nata menggeleng gelengkan kepala, matanya berkaca kaca. Tuan Yuda langsung memeluk Nata.
"Iya.. iya.. Babysitter tetap ada, kamar anak anak kita di sebelah dan ada pintu darurat nya untuk ke kamar anak kita.. sudah lah.. jangan menangis.."
Nata mengusap air matanya, lalu membaringkan diri di ranjang. seperti biasa tangan Tuan Yuda merambat kemana mana
"Tuan.. aku masih Nifas..." ucap Nata memberi alasan
"Apa itu Nifas?????" tanya Tuan Yuda penasaran.
Nata menghela nafas sejenak lalu menjelaskannya. "Nifas adalah darah yang keluar dari rahim yang di sebabkan melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas keluar selama 40 setelah melahirkan. selama nifas seseorang perempuan dilarang sholat, puasa, dan berhubungan intim dengan suaminya"
"Tapi.. adik ku bangun" Tuan Yuda masih bergairah memeluk Nata dari belakang
"Ya sudah.."ucap Nata membalikan badannya tepat mengarah Tuan Yuda. "Main sama sabun"
Nata terkikik pelan melihat kelakuan konyol Tuan Yuda
Sementara di bawah suasana memanas. Angela beserta Nenek Asih dan pasukan nya sedang menghadang Sandra agar tidak bisa masuk kedalam istana
Nenek Asih membawa panci gosong, Angela membawa centong sayur, dan para pelayan membawa peralatan dapur
Tuan Yuda yang sedang mandi menyadari sesuatu yang janggal di depan Istana, langsung bergegas mandi, memakai handuk kimononya lalu berpakaian
Nata yang melihat gerak gerik aneh Tuan Yuda pun ikut menyusul tanpa sepengetahuan Tuan Yuda tetapi tidak jadi.
Firasat seorang perempuan apalagi istri tidak pernah salah. author ngomong apa sih🤧
Dengan gerak cepat Nata melihat ke arah bawah kamarnya, di atas balkon kamarnya Nata tercengang melihat Sandra menggandeng anak kecil
Jangan jangan... batin Nata
Nata bangkit melihat kedua anaknya yang berada di box bayi
Nenek Asih mendebat Sandra dengan segala argumen nya. "Eh.. eh.. pelakor.. mau apa kamu"ucap Nenek Asih membawa panci gosong nya
"Nek.." ucap Sandra
"Nenek.. Nenek... sejak kapan Nenek ku menjadi Nenek mu" Angela bekacak pinggang menodongkan sendok sayur pada Sandra
"Apa apaan ini" Suara barinton Tuan Yuda mengagetkan semua orang
Para pelayan langsung minggir setelah kedatangan Tuan Yuda
"Nenek.. apa apan ini" Tuan Yuda masih belum melihat Sandra
"Cinderela berhati busuk datang" ucap Angela geram
Awas saja kakak... jika berani menyakiti Kak Nata.. aku yang akan membawa nya pergi. Angela menyeringai melihat Tuan Yuda
"Tidak akan ku biarkan kau membawa istriku, cih" ucap Tuan Yuda pada adiknya Angela
"Yuda..."Panggil lembut..Sandra bersama anak kecil yang imut, anak kecil itu menggandeng Sandra dengan takut
"Oh.. kau.. apa yang kau lakukan di sini" ucap Tuan Yuda ketus
Sandra terus diam melihat sikap Tuan Yuda.
"Hm.. jika tidak ada yang di bicarakan lagi ya sudah.. aku ini orang sibuk banyak pekerjaan" ucap Tuan Yuda berbalik menuju ke dalam Istana
"Yuda..." Sandra memegang tangan Tuan Yuda. Sandra memeluk Tuan Yuda, mata Sandra melirik Nata dari atas balkon kamar
Nata yang sedang lemas pun ingin pingsan. dan lagi lagi Nata teringat bayi nya yang masih merah
Nata berjalan masuk ke dalam kamar.
Sandra tersenyum penuh kemenangan melihat Nata masuk ke dalam kamarnya seolah marah
Tuan Yuda melepaskan Sandra dengan paksa
Byurr...
Nata memegang ember berisikan air toilet yang Nata ambil dari kamar mandi
__ADS_1
Semua orang terkaget kaget melihat Sandra yang basah kuyup.
Untung saja aku melepaskan pelukan nya.. huh sangat bau. batin Tuan Yuda
Sementara semua orang melirik Nata yang berjalan ke dalam kamar nya membawa ember. mereka menjauh dari Sandra, aroma menyengat *** bercampur pesing menjadi satu
Nata ternyata turun membawa satu ember lagi
Byur...
Kurang ajar. batin Sandra..
Selama ini Sandra di kenal sebagai wanita yang lemah lembut santun berbicara dan berkelakuan.
Namun lama kelamaan ketahuan. sepandai pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga
"Arrghhh..." teriak Sandra kesal
"Oh... inikah Nona Sandra yang terhormat.. yang katanya lemah lembut dan santun dalam berkelakuan dan berkata" ejek Angela, dengan sikap santai Angela langsung membuang handuk tepat di muka Sandra
Sementara anak kecil itu ketakutan melihat Sandra yang sudah basah kuyup
"Mami" ucap anak kecil perempuan itu mendekati Sandra
Sandra hanya mendelik kesal melihat anak perempuan kecil itu, lalu Sandra bangkit berdiri
"Yuda.. teganya... kamu.. ini anak kita" ucap Sandra berdrama
Mata Nata sudah berkaca kaca, air matanya turun tanpa permisi
Tuan Yuda langsung menatap tajam Sandra.
"Bersihkan dirimu.. lalu kita bicara di ruang kerja ku"
Sandra Tersenyum penuh kemenangan. sementara anak Sandra di bawa pelayan masuk
Brak....
Nata melempar ember tepat di depan Sandra
Kalau saja aku tidak habis melahirkan.. sudah ku hajar dia
Nenek Asih dan Angela langsung menuntun Nata berjalan menuju kamarnya dengan telaten
"Jangan percaya pelakor itu kak" ucap Angela menggebu gebu
"Iya Nak.. sudah yah.. kuatkan diri mu.. Nenek yakin Yuda sudah berubah" ucap Nenek Asih menguatkan Nata
Setelah sampai di kamar, Nenek Asih dan Angela kembali ke kamar masing masing
Felix langsung menelpon sekretaris Jimy
"Halo Tuan... Nona busuk itu datang lagi.. sekarang dia membawa anak" Felix memberitahukan apa yang terjadi di Istana Soedarjo dengan lengkap
"Aku akan datang... tunggu aku" ucap Jimy bergegas ke Istana
Sejak kejadian pertengkaran antara Jimy dan Tuan Yuda. Jimy memilih tinggal di apartemen nya dari pada di rumah kecil Istana
Nata bejalan ke box putra dan putri nya. ia telaten menyusui ke dua buah hatinya, sesekali air matanya menetes turun tanpa pamit
Ceklek..
Tuan Yuda masuk melihat Nata sedang menyusui kedua buah hatinya dengan telaten
Nata langsung menghapus jejak air matanya. ia tak mau terlihat lemah di hadapan Tuan Yuda maupun Nenek Asih dan Angela
Dengan ragu ragu Tuan Yuda langsung memeluk Nata dari belakang. "Maaf.." ucap Tuan Yuda lirih
Maaf maaf terus... makan tuh maaf Nata kenyang. Batin Nata sewot
tok tok tok
Tuan Yuda melihat layar monitor kamarnya.
"Ada apa??? mengganggu saja!!" ucap Tuan Yuda berbicara lewat layar monitor
"Aih.. Tuan.. kan anda menyuruh nona busuk itu.. eh.. maksud saya Nona Sandra menunggu di ruang kerja" ucap Felix
Tuan Yuda melirik Nata. "Ayok.. kita ke ruang kerja ku.. kita luruskan saja di sana" ucap Tuan Yuda menggendong Nata
"Tapi.. kembar.. tidak ada yang menemani" tenang para pelayan bersama Kajol akan menjaganya
Nata diam mendengar penjelasan Tuan Yuda. sepanjang jalan yang mereka lalui ke ruang kerja Tuan Yuda, Nata menyelusupkan mukanya ke dada bidang suaminya
Sandra yang sedang menunggu Tuan Yuda di ruang tamu pun kaget melihat kedatangan Tuan Yuda menggendong Nata dengan mesra
Seumur hidup aku berpacaran dengan Yuda saja.. aku tidak pernah.. di perlakukan seistimewa itu. batin Sandra kesal melihat kemesraan Tuan Yuda dan Nata
__ADS_1
Yang panas yang panas.. yang panas..
Jimy yang baru datang mengikuti Tuan Yuda masuk ke dalam ruang kerja bersama Sandra, Nenek Asih dan Angela
Sandra dengan percaya diri berbicara tentang anak perempuan yang bersamanya adalah anak Tuan Yuda dan dirinya. "Yuda.. lihat... ini anak kita.. anak yang ku besarkan selama aku pergi dari mu" ucap Sandra lembut
Nata semakin geram melihat muka Sandra, ia ingin bangun dari pangkuan Tuan Yuda. tapi Tuan Yuda langsung memeluknya erat
Jimy semakin kesal saja menghadapi wanita licik satu ini
Nenek Asih memengangi Angela yang hendak mencakar Sandra. "Sabar Angela.." bisik Nenek Asih. "Percayakan pada kakak mu"
"Ouh yah.. tapi tidak mirip.." jawab Tuan Yuda ketus
"Ia mirip dengan ku" mengelus putri kecilnya dengan lembut. Sandra menahan gugupnya mati matian
"Sandra.. Sandra...dengarkan aku... kamu... sedang halu??"Tanya Tuan Yuda mengkerutkan alisnya
"Apa maksudmu Yuda.." Sandra meneteskan air matanya, aer mata buaya...
"Jika kamu pintar sedikit... saja... kamu bawalah bayi.. jika anak 1 tahun itu tidak masuk akal" jawab Tuan Yuda enteng. "Aku saja baru menyentuhmu saat pesta pernikahan.. dan saat itu kamu tidak perawan.. bahkan aku tidak melanjutkan nya apalagi menyemburkan benih ku pada mu" Tuan Yuda memeluk Nata erat dalam pangkuan nya
Menyusupkan kepalanya ke dada besar Nata, dengan tidak tau malu di hadapan Nenek Asih, Angela, Jimy, dan Sandra
"Jika tidak percaya Jimy bisa menjadi saksi ku, saat aku berpacaran dengan mu apa pernah aku mencium mu seperti ini"
Cup
Tuan Yuda mengecup bibir Nata. Tangan Nenek Asih menutup mata Anak Sandra, entah anak dari mana
Sandra semakin geram melihat kemesraan Tuan Yuda dan Nata, dengan cepat Sandra bangkit hendak memukul Nata
Plak..
Jimy menghadang Sandra memukul Nata, pipi Jimy memerah karna bekas tamparan Angela
Nenek Asih langsung membawa anak kecil Sandra itu keluar dari ruang kerja Tuan Yuda. Angela tak bergeming melihat kejadian itu
Sementara Jimy menyeret Sandra keluar dari Istana dengan kasar
Bruggg
Tubuh Sandra terjatuh tepat di depan pagar Istana
"Siapa yang membuka gerbang Istana!!!" bentak Jimy
"Sa.. saya.. Tuan..." ucap Hendro takut
Hendro itu supir Tuan Yuda, jika para readers membaca bab Pertemuan tak Terduga pasti tau
"Sekali lagi kamu lalai.. kamu akan di pecat!!" ucap Jimy meninggi
"Maafkan saya Tuan.." ucap Hendro
"Tutup gerbangnya sekarang.." ucap Jimy meninggi
Di dalam ruang kerja Tuan Yuda kembali menggendong Nata menuju ke dalam kamar mereka. tapi Nata menyuruh Tuan Yuda berhenti
"Tuan.. anak Sandra.." ucap Nata
Tuan Yuda menggendong Nata mendekati anak perempuan imut dan cantik
"Siapa namamu sayang" ucap Nata mengelus pucuk kepala anak itu
"Mirea tante.. Mirea akut.. sama tante jahat" ucap Mirea polos
"Tadi kan Mami nya Mirea" ucap Nata
"Bukan.. tante.. Mirea.. di bawa culik tante jahat hiks hiks" Mirea menangis
"Dimana rumah mu sayang.." tanya Nata
"Gak tau.." Mirea memeluk Nata dengan erat
"Tuan.. mari kita adopsi Mirea saja.. sampai orang tuan nya kita temukan" ucap Nata memeluk Mirea
Nenek Asih pun setuju. "Yuda.. tidak apa apa.. biar Nenek yang jaga Mirea"
Angela antusias melihat bocah imut seperti Mirea. "Ya kaka... aku mohon"
"Baiklah.. tapi ... dia harus tidur bersama Nenek atau Angela.." ucap Tuan Yuda
Para pelayan pun senang melihat Mirea akan menjadi bagian dari keluarga istana Soedarjo.
Nata memeluk Mirea menenangkan nya
Bersambung
__ADS_1
Ayok kaka bantu aku biar Novel ini tambah besar yah..🙏 Like dan Vote jangan lupa ya kak😘
Salam author🙏