Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Obsesi


__ADS_3

Mohon kakak dan adik adik bijak dalam memilih Novel yang akan dibaca.


Mohon perhatikan umur!


Istana.


Nata bergegas masuk ke dalam Istana. Para bodyguard Tuan Yuda membukuk hormat pada sang Nyonya rumah. Waduh.. gawat.. rupanya sudah sampai. Tapi kan ini jam kantor? bisa bisanya dia pulang sebelum jam pulang kantor. gawat kalau sampai dia marah dan aku di hukum tanpa ampun. Nata mulai gelisah ketika memasuki Istana.


Tuhkan.. Tuan rumahnya sudah datang. Nata menggerutu kesal, sekaligus gugup melihat tatapan Tuan Yuda yang mulai mengintimidasinya. Selamatkan aku. Nata berjalan menghindar


"Mau kemana kamu!"


"Mau bersih bersih Mas.." ucap Nata berlari menghindar dari Tuan Yuda. "Berhenti sekarang! atau aku pastikan kamu tidak bisa berjalan sebulan penuh!!" bentak Tuan Yuda keras.


Deg


"Mas!" Nata mulai kehilangan kata kata mendengar ucapan suaminya yang begitu otoriter. untung cinta, kalau tidak siapa yang kuat di kurung di sangkar emas


"Kemari!" Suara Tuan Yuda mulai meninggi melihat Nata yang mematung berdiam diri di tempatnya. "Kemari!! jangan sampai aku mengulangi kata kataku lagi!!!"


Nata berjalan mendekati Tuan Yuda. "Duduk!" Tuan Yuda menepuk pahanya. menyuruh Nata untuk duduk di pangkuannya. Nata yang mulai ketakutan memilih duduk di pangkuan sang suami. "Awww" pekik Nata kaget


Tuan Yuda tersenyum mesum melihat sang Istri yang duduk dipangkuannya. Tuan Yuda yang mulai gemas melihat reaksi sang istri. dia langsung membawa Nata masuk kedalam kamarnya. "Mati aku" gunam Nata pelan.


😋😋😋😋😋😋


Kenzi berjalan kearah parkiran bersama Queen. sejak tadi Kenzi mencari keberadaan Kenza, entahlah mengapa kembarannya itu menghilang saat sang ibu datang ke sekolah. mungkin saja Kenza takut ketahuan berdandan culun.


"Zi!" panggil Queen keras

__ADS_1


"Apa?" Kenzi langsung tersadar dari lamunannya. "Kamu mikirin apa Zi?" Queen terlihat sangat penasaran melihat Kenzi yang melamun sepanjang mereka berjalan menuju ke parkiran sekolah. "Entahlah! firasat aku gak enak Queen. tapi ya sudahlah, semoga hanya perasaanku saja" Kenzi ingin mengajak Queen ikut ke Istana bersamanya.


"Queen, Ayolah ikut ke rumahku, katanya mau ketemu sama ibu" Kenzi memebujuk Queen yang sedang menunggu jemputan Ayahnya.


"Zi.. kali ini aku gak bisa.. aku kangen sama Ayah, baru kali ini Ayah mau jemput aku" Queen menatap Kenzi dengan tatapan sendu. Kenzi yang mengerti kondisi Queen. Kenzi menepuk punggung Queen.


"Tidak apa, lain kali saja. jangan lupa hubungi aku jika terjadi sesuatu" Kenzi menunggu jemputan mobil Queen. Setelah mobil jemputan Queen datang. Kenzi berjalan menuju ke arah mobil yang dia parkirkan.


Kondisi sekolah Kenzi mulai sepi. enatahlah Kenzi merasakan sesuatu yang ganjil. Kenzi memilih terus melanjutkan jalannya menuju mobil yang ia parkirkan.


"Kenzi" teriak seseorang


Kenzi menengok ke belakang mencari seseorang yang memanggilnya.


Greepp


"Tolong!!! tolong!!!" Teriakan Kenzi semakin melemah karna dibekap oleh kain yang telah di beri obat bius.


Sementara di kamar.


Nata tergeletak lemas di bawah selimut tebal. "Ampun! aku tidak kuat!! sudah sudah!!" Nata mulai frustasi karna melihat sang suami yang siap menggempurnya kembali.


Tuan Yuda menyeringai. "Tidak ada kata ampun untuk pembangkang seperti mu"


Pagi hingga menjelang pagi lagi, Nata sudah tergeletak pingsan di dalam kamarnya. sementara Tuan Yuda membersihkan diri.


"Mass" Nata meraba raba tempat tidurnya. entah mengapa firasatnya seolah merasa tak enak. hatinya merasa remuk redam ketika memikirkan Kenzi. "Ada apa dengan Kenzi, selamatkan anaku" Nata mulai bergegas bangun memakai pakaiannya.


"Mas!! mas!! cepat!! Kenzi hiks hiks" Nata menangis tersedu sedu melihat garasi mobil dari balkon kamarnya. Mobil Kenzi tidak ada di garasi. padahal sudah waktunya mereka pulang kemarin. tidak mungkin Kenzi berangkat sekolah tanpa mengetuk kamarnya.

__ADS_1


Tuan Yuda bergegas keluar mendengar suara tangis Nata. "Ada apa!!" Tuan Yuda kaget melihat Nata yang menangis tersedu sedu di balkon kamarnya.


"Mas.. Kenzi belum pulang dari kemarin hiks hiks" Nata langsung pingsan karna kelelahan.


Tuan Yuda langsung menggendong Nata masuk kedalam kamar.


"Cari putriku! saya harap kamu dapat menemukannya dalam waktu 1 jam!" Tuan Yuda membanting ponselnya dengan keras. "Sialan!" Tuan Yuda mengumpat kesal karna kecolongan menjaga Kenzi


😫😫😫😫😫


Kenzi sedang berada dalam kamar yang sangat memiliki pemandangan yang sangat indah. Kamar itu langsung menghadap laut dengan jendela kaca yang besar.


Tubuh Kenzi hanya terbalut selimut tebal. Kenzi mulai terbangun dari pingsan. kepalanya berdenyut keras. "Dimana aku" Mata Kenzi berkelana melihat ruangan yang begitu asing di mata Kenzi.


"Sudah bangun" Suara berat seorang pria mengagetkan Kenzi.


"Kenzi" Kenzi menengok kebelakang, karna mendengar suara yang memanggilnya.


Deg


"Kak Rey" Kenzi langsung mundur melihat tatapan Rey yang melihatnya sebagai mangsa.


"Masih ingat dengan ku? Kenzi Soedarjo?" Mata Kenzi membelalak mendengar ucapan Rey. Rey semakin berjalan mendekati Kenzi yang sedang terduduk di ranjang. "Apa kamu menggodaku?" Bisik Rey. sedetik lagi selimut itu benar benar jatuh dan memperlihatkan tubuh bagian atas Kenzi


"Sialan!!! mundur!!!" Kenzi mengumpat dengan berteriak keras, karna melihat tumbuhnya yang hanya terbalut oleh selimut. Kenzi berusaha menendang bagian pribadi Rey. tapi Kenzi mulai pingsan kembali. karna di suntik obat bius dari belakang oleh adik perempuan Rey.


"Thanks Queen" Queen tersenyum pada kakaknya yaitu Rey.


"Sama sama! aku keluar dulu! tugasku sudah selesai" Queen berjalan keluar dari kamar sang kakak. Rey memandang Kenzi dengan tatapan Nafsu, sudah hampir seminggu Kenzi bertahan di kamar Rey.

__ADS_1


"Aku sangat terobsesi padamu Kenzi Soedarjo! bahkan ayahmu tidak akan bisa menemukan mu" Rey membelai puncak kepala Kenzi. Rey tak segan membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuh Kenzi


"Kamu hanya milik ku! milik Reyan Danuarga seorang!! bahkan ayahmu yang keras kepala dan sombong itu akan merestui hubungan ku dan kau! suka ataupun tidak suka" Rey terus bermain main dengan tubuh Kenzi.


__ADS_2