Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Keluarga kecil kita


__ADS_3

Kejadian kemarin membuat Tuan Yuda selalu melamun. mungkin ini kejadian yang paling membuat dirinya kecewa


Pemakaman keluarga Soedarjo.


Kini Tuan Yuda tau makam siapa yang berada di sebelah Kakeknya. Raniah binti Raja, Nama batu Nisan itu ternyata ibu kandung Tuan Yuda


"Ibu.." Tuan Yuda memegang erat Nisan ibunya dengan tangisan air mata.


"Tuan.."


"Iya.. iya.. aku janji tidak akan menangis lagi, ini yang terakhir kalinya" ucap Tuan Yuda mengusap wajahnya yang penuh air mata


"Baguslah.. nanti anakmu ini.. bisa bisa ikut menangis melihat ayahnya cengeng" Nata terkekeh geli melihat wajah masam Tuan Yuda


"Hahah.. sudahlah.. buang muka masam mu itu suamiku yang tampan.. sekarang waktunya untuk keluarga kecil kita.. mari kita doa kan ibunda Raniah supaya tenang di sana" ucap Nata menghapus jejak air mata Tuan Yuda. Tuan Yuda terkekeh geli melihat ucapan Nata tentang keluarga kecil kita


"Jadi.. kamu mau.. hidup bersama ku selamanya???"


"Tidak.." kata kata Nata terputus


"Apa???!!!" Mata Tuan Yuda menatap tajam Nata


Tuan Yuda bersiap menerkam Nata. Niat hati menggendong paksa Nata kembali ke istana.


Tidak.. dia tidak boleh pergi...


"Apa apaan ini.. jangan seperti ini... aduh perut ku" Nata meringis menahan sakit perutnya


Tuan Yuda langsung panik membawa Nata keluar Pemakaman, menuju ke dalam mobilnya


"Jim! cepat suruh Dokter Tya menuju ke Istana!!!" perintah Tuan Yuda


"Cepat jalankan mobilnya Jimy!!!! tunggu apa lagi!! Nata sudah kesakitan!!! cepat!!" teriakan Tuan Yuda menggelegar ke seluruh mobil


"Baik Tuan" Jimy langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. sementara di belakang Nata meringis menahan keram perutnya


"Bertahanlah.." Tuan Yuda mengecupi seluruh wajah Nata


Nata terkekeh pelan melihat wajah panik Tuan Yuda. mungkin ini bukan saat yang tepat untuk merayakan hari kelahiran Tuan Yuda, tetapi bagi Nata ini hari bahagia untuk keluarga kecil mereka.


Sampai di Istana.


Tuan Yuda langsung menggendong Nata yang tertidur pulas di dalam mobil. Tuan Yuda semakin panik mengira Nata pingsan


"Bangun.. hei.." Tuan Yuda panik setengah mati. "Nenek... Nenek... Nata pingsan!!!!"


Dor Dor DorπŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


"Kejutan..."

__ADS_1


"Selamat ulang tahun suamiku" ucap Nata mencium pipi Tuan Yuda


"Hahah.. Yuda.. kamu tertipu ternyata" Nenek Asih tertawa puas melihat wajah kebingungan sang cucu


"Kak Yuda tuh di bohongngi sama Kak Nata" Angela terkekeh melihat wajah Masam Tuan Yuda


Tuan Yuda langsung menurunkan Nata dari gendongngan nya. dia langsung pergi ke atas tanpa menghiraukan semua orang yang berada di lantai bawah. "Kakak.. suami mu ngambek tuh" Angela menyenggol lengan Nata


"Niat hati ingin beri kejutan.. tapi malah jadi begini. tau gak Nek.. sudah beberapa jam Nata dan Tuan Yuda di pemakaman.. pagi hingga petang.." Nata mencoba membujuk Tuan Yuda. "Sudahlah.. kakak kakak pelayan, Nenek dan Angela... kalian makan saja sekarang"


Ceklek


Nata melihat sekeliling kamar.


Dimana Tuan Yuda???


"Yah sudahlah.. mungkin dia sudah pergi" Nata berbalik keluar kamar


Grep


Nata tersenyum senang karna Tuan Yuda memeluknya. sedari tadi Tuan Yuda bersembunyi di dalam kamar. tapi pantulan Tuan Yuda terlihat dari kaca


"Mau kemana" Tuan Yuda menggeret paksa Nata kedalam kamar


"Aku mau ke bawah saja. disana banyak makanan.. dari pada harus membujuk bayi besar yang sedang mengambek" ucap Nata


"Bujuk aku dulu, baru bisa keluar dari sini" ucap Tuan Yuda memeluk Nata dengan erat


"Sebentar saja!"


"Dasar Pemaksa!"


Cup


"Sudah"


"Lagi! tidak berasa!"


cup


"Sudah.. sudah 10 detik" Nata melepaskan pelukan erat Tuan Yuda. ia segera keluar dari kamar menuju lift untuk turun ke bawah. Tuan Yuda mengekori Nata menuju ke lift.


"Awas saja! setelah anak ku lahir.. kamu akan habis di makan oleh ku" ucap Tuan Yuda menyeringai


"Jangan sombong Tuan Muda! tahan saja sampai 9 bulan" Nata tersenyum mengejar sambil mengedipkan salah satu matanya


"Hahah.. kita lihat saja!!"


"Dasar mesum! apa isi otak mu hanya itu saja" Nata mendengus kesal memilih keluar dari lift

__ADS_1


Ting


Sebelum Nata beranjak keluar, Tuan Yuda langsung memeluk Nata dengan erat, para pelayan dan keluarga tersenyum senang melihat kehadiran Nata dan Tuan Yuda. itu artinya Nata berhasil membujuk sang Tuan Muda turun ke bawah melanjutkan perayaan yang sempat tertunda tadi


"Ayo tiup lilin nya!" Nata membawa kue ulang tahun yang dia buat sendri


Tuan Yuda menggelengkan kepalanya, sebagai tanda menolak permintaan Nata.


Nata tak habis akal. "Ayolah.. ini keinginan anakmu!!!"


"Dasar anak Pemaksa!" Tuan Yuda mendekat meniup lilin nya


"Ini benih mu sendiri! hahah berarti dia memang benar benar anak mu" ucap Nenek Asih tertawa keras


"Hahah kakak Yuda suka gak ngaca" ucap Angela tertawa karna ulah sang kakak


"Ayo.. kita foto.. Kenza.. Kenzi... bawa kesini" ucap Nata bersiap siap berfoto dengan keluarga.


"Nata..."


Deg


"Ibu.." Nata tersenyum bahagia melihat kedatangan ibunya yang kini sudah pulih dan sehat kembali.


Nata memeluk ibunya menangis tersedu sedu dalam pelukan sang ibu. "Ayok Nak.. jangan menangis.. lihat. sekarang ibu sudah sembuh.. ayok kita berfoto keluarga bersama" ucap Bu Nata tersenyum


Sementara di pojok pintu. Bapa Nata menangis haru melihat putrinya sekarang bahagia dan tak kekurangan apapun.


"Bapak.." Nata menghampiri bapanya


"Ayok pak.. masuk.." Nata menggandeng bapanya masuk. semua orang tersenyum melihat itu


"Ayo kita berfoto" ucap Tuan Yuda.


Felix mempersiapkan kamera nya.


"1...2...3.."


Cekrek


Foto keluarga telah jadi. Nata langsung menyuruh seseorang untuk membingkai foto itu dengan besar. foto keluarga itu adalah foto seisi penghuni Istana Soedarjo.


TAMAT.


Guys.. Nanti author akan lanjut lagi kehidupan Tuan Yuda dan Nata setelah akhir Tamat ini.


Nantikan kembali yah.. karna disini derita Nata sudah usai sebagai gadis desa penebus hutang judi bapaknya.


Atau kita lanjut tumbuh kembang Kenza dan Kenzi beserta satu adiknya yang masih dalam kandungan Nata?

__ADS_1


Coba comen yang mau lanjut.πŸ˜‡


__ADS_2