
Kenza berjalan menuju ke kediaman Kenzi dan Reyan. adik perempuannya itu sekarang sudah mempunyai suami. "Yang benar saja.. aku di langkahi adik ku sendiri" Kenza berjalan menuju pintu rumah Kenzi
Ting nong
Kenzi langsung membuka pintu rumahnya. "Waw.. Uncle Kenza datang sayang" ucap Kenzi sambil menimang Baby Reyki. Kenza langsung ingin mengambil Baby Reyki dalam gendongan Kenzi.
Dengan sigap Kenzi langsung menepis tangan Kenza. "Uncle! cuci tangan mu sebelum menyentuh Baby Reyki" Kenzi mendelik kesal melihat ulah sang kakak
Sementara Kenza terkekeh mendengar ucapan ibu muda itu. "Baiklah, maafkan Uncle sayang" ucap Kenza berjalan masuk ke dalam rumah. lalu mencari kamar mandi untuk cuci tangan.
"Rumah mu sangat besar Zi! dimana suami mu?" tanya Kenza yang terlihat celingukan kesana kemari mencari keberadaan adik iparnya.
Kenzi menatap jengah sang kakak. "Uncle! jangan ajak ayahku bermain game!!" ucap Kenzi sambil menggerakan tangan Baby Reyki. bocah gembul itu selalu tersenyum melihat tingkah Momynya.
"Lihatlah Zi! anakmu saja menertawakan mu yang cerewet" Kenza langsung tertawa pecah melihat reaksi muka masam Kenzi. wajah Kenzi akan berubah merah padam dan menggembungkan pipinya ketika sedang cemberut.
"Stop! jangan berteriak!" ucap Kenza menutup mulut Kenzi. Baby Reyki memang sangat sensitif mendengar suara keras. Kenzi sering lupa ketika sedang kesal.
"Mhhhhmmmpppp" Kenza langsung melepaskan tangannya.
"Demi apapun! kau selalu membuatku jengkel Za" Kenzi langsung membaringkan Baby Reyki di sofa yang sangat empuk.
__ADS_1
Kenza berdecak pelan melihat Kenzi yang seperti mak mak muda yang teramat rempong. Kenzi memang mempekerjakan Baby sitter namun Kenzi lebih banyak merawat Baby Reyki. Kenzi tidak ingin anaknya lebih dekat dengan sang pengasuh dari pada ibunya sendiri.
"Seperti Mak mak rempong saja" Kenza menyusul Kenzi berjalan menuju sofa keluarga. Kenzi sedang asyik menonton Tv sambil menjaga Baby Reyki.
"Aku memang Mak mak? lalu kau mau apa? kamu tidak tau singkatan the power off emak emak" Kenzi berkacak pinggang. matanya menatap tajam Kenza. Kenza terkejoed mendengar ucapan Kenzi.
"Baiklah.. baiklah.. aku kalah dengan jiwa mak mak mu" Kenza mengangkat kedua tangannya ke atas, seolah olah tengah di bekuk oleh polisi.
Kenza kembali duduk di sofa. "Zi dimana suamimu"
"Ah.. suamiku.. dia aku suruh kerja" ucap Kenzi dengan enteng. Kenzi asyik memakan cemilan yang ia ambil dari meja depan sofa.
"Huh.. padahal aku ingin membicarakan sesuatu yang penting" ucap Kenza dengan tatapan kecewa.
Kenza langsung mengangguk. "Bagaimana kau tau?"
Merasa sebal dengan Kenza. Kenzi langsung membuka tablet yang ia pegang. "Lihat ini" Kenzi langsung menunjukan Video CCTV yang terpasang dalam ruangan kerja suaminya.
Kenza langsung ternganga melihat sang Ayah yang menemui Reyan.
"What? ayah meminta bantuan Rey? untuk apa? tamak sekali dia" Kenza benar benar tak habis pikir pada sang Ayah.
__ADS_1
"Aku hanya ingin Rey menulis nama nama donatur yang akan membantu panti asuhan ku" ucap Kenza tak enak hati. Mendengar perbincangan ayahnya yang seolah tak tau diri membuat Kenza sangat begitu tak suka.
"Di panti semakin banyak anak jalanan yang terlantar. sebisa mungkin kakak menampung mereka Zi. Kakak juga berkeinginan untuk menyekolahkan mereka sampai perguruan tinggi. itu sebabnya kakak meminta saran untuk memilih beberapa nama donatur. Jujur saja Zi.. uang kakak hanya cukup menyekolahkan mereka sampai SMA. belum lagi kebutuhan para bayi yang di buang di depan pintu panti asuhan" Kenzi mengerti niat baik sang kakak.
"Jangan khawatir kak, selama tujuan kakak mulia aku akan bantu" Kenzi tersenyum memeluk Kenza saudara kembarnya. walaupun Kenza dan Kenzi kembar, namun wajah mereka berbeda. Kenzi lebih ke Asia di banding Kenza yang terlihat bule.
"Aku bingung Zi. perusahaan ku saja masih berkembang, tapi pengeluaran ku banyak untuk anak anak panti. Jika perusahaan ku bangkrut, aku mungkin tidak bisa membiayai mereka sekolah apalagi untuk makan" Kenzi mengerti permasalahannya. para anak Nata memiliki usaha masing masing di bidangnya. mereka memiliki penghasilan sendiri sendiri.
"Mengapa tidak cari bantuan ke Ayah untuk usahamu Za?" tanya Kenzi dengan penasaran.
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri. sejak hilangnya kamu, kakak sangat membenci Ayah Zi" ucap Kenza. Kenzi menggeleng pelan mendegar ucapan Kenza.
"Ayah mencariku Za" ucap Kenzi tak terima
"dan Ayah juga yang memberitahu dimana kamu berada pada Reyan sebelum kejadian itu" Kenza benar benar tak menduga akan membicarakan ini dengan Kenzi
"Apa maksud mu!"
"Ayah mungkin sudah tau Reyan teman masa kecilmu"
π€π€π€π€
__ADS_1
Jangan lupa yups mampir ke **Nona Muda Angkuhπππ
klik profil author yah**..