Ceo Pemaksa (Revisi)

Ceo Pemaksa (Revisi)
Kecewa


__ADS_3

"Pelakunya... "


"Cepat katakan" Jimy semakin geram ingin memaki sang pelaku yang wajahnya sudah babak belur


"itu...."


"Jangan bertele tele!" Jimy menjambak pelaku dengan keras


"Baik baik Tuan... Tuan Anjas dan Nyonya Anjani yang menyuruh saya" tangan pelaku bergetar ketakutan melihat ekspresi wajah Jimy


"T.. tuan.. aku tidak berbohong.. aku bersumpah demi keluarga ku yang di kampung" ucap sang pelaku takut, sekarang ia bisa keluar dari jerat Jimy, tapi sekarang Orang tua dari Tuan Yuda yang akan menyakiti keluarganya dengan sadis


"Baiklah.. jelaskan Semuanya padaku" Jimy mencoba mendengar apa yang pelaku jelaskan. memang bukan hanya sekali ini saja Tuan Anjas dan Anjani berprilaku seperti itu. setiap di tanya mengapa mereka melakukan itu. mereka hanya diam dan tak mau menjawab. itu sebabnya Tuan Yuda mengirim kedua orang tuanya keluar Negri


"Percayalah pada saya Tuan.. mungkin saja keluarga saya terancam sekarang. saya terpaksa melakukan ini.. karna terbelit hutang pada Tuan Anjas dan Nyonya Anjani" ucap Pelaku menangis, keluarga nya dalam bahaya sekarang


"Hmm.. kau harus disini terlebih dahulu sebelum mereka mengakui kesalahan nya! tentang keluargamu, aku bisa menyelamatkan mereka.. tapi.. jika kau berbohong, mereka akan ku jadikan makanan hewan peliharaan Tuan ku" Jimy langsung keluar dari ruang introgasi


"Jaga dia.." perintah Jimy pada bodyguard


"Baik Tuan" ucap Bodyguard


"Hmm" Jimy langsung pergi keluar dari ruang bawah tanah


🎈🎈🎈🎈🎈🎈


Pagi.


"Berat sekali" Nata memindahkan tangan Tuan Yuda dari perutnya. "Bagaimana tangan besar ini menimpa anak ku" ucap Nata mengelus perutnya


"Untung perutku baik baik saja"


"Tuan Yuda seenaknya saja"


"Tuan Yuda Pemaksa!"


"Sebal! mesum"


"Sudah puas memaki ku?"


Tuan Yuda membuka matanya terganggu karna goncangan kasur saat Nata terbangun. dia mengamati sang istri yang sedang menggerutu kesal.


Deg


Dia.. bangun...


Wajah Nata langsung memucat melihat Tuan Yuda yang sudah terbangun membuka matanya.


Dengan cepat Nata langsung bangun dari tempat tidur. "Tuan.. lepaskan aku!" Tuan Yuda menggenggam erat tangan Nata


"Enak saja! setelah memaki ku tanpa izin kamu harus di beri hukuman" ucap Tuan Yuda menarik Nata agar jatuh dalam pangkuan nya


Cup cup cup


"Sudah" Nata hendak turun dari pangkuan Tuan Yuda.


"Enak saja.. belum.. berapa kata kau memaki ku!" ucap Tuan Yuda bersiap mendaratkan bibirnya


"Hanya 3 kata" Dusta Nata. mukanya memerah saat mengatakan itu


"Begitu rupanya" Tuan Yuda langsung membanting Nata pelan ke ranjang. menyeringai seperti mendapatkan mangsa


"Iya.. sudahlah.. aku mau mandi, sudah pagi" ucap Nata mencoba lepas dari kungkuhan Tuan Yuda


"Please" ucap Nata dengan muka memelas


"Haizzz kau selalu saja menggunakan wajah memelas itu" gunam Tuan Yuda dalam hati


Tuan Yuda langsung melepaskan kungkuhan nya pada Nata. Selamat.... Nata bersorak riang meninggalkan Tuan Yuda yang bermuka masam


"Awas saja jika anak ku sudah keluar dari perutmu!" ucap Tuan Yuda menggeram kesal. "Akan aku kurung seminggu di kamar agar tidak bisa berjalan" Tuan Yuda menyeringai senang memikirkan rencananya.


Tahan Yuda... oh.. 9 bulan.. cepatlah.. berkahir... Gunam Tuan Yuda dalam hati

__ADS_1


🎈🎈🎈🎈🎈


"Cepat katakan pada Tuan Yuda" ucap Jimy mengintrogasi pelaku


"Tuan.. demi keluargaku.. aku bersumpah berbicara yang sesungguhnya. aku dikirim oleh Tuan dan Nyonya untuk membunuh istri anda melalui racun yang di suntikan pada infus istri anda" ucap pelaku. wajahnya memucat karna bekas cambukan Jimy yang mulai mengering


"Berani beraninya kau memfitnah orang tua ku" ucap Tuan Yuda geram


"Aku bersumpah demi Tuhan. aku melakukan nya karna terlilit hutang pada Tuan dan Nyonya" ucap sang pelaku


"Aku mencoba melindungi keluarga ku"


"Heh.. melindungi keluarga mu dengan cara mencelakai orang lain!! begitu maksud mu!" teriak Tuan Yuda


"Apa yang ku perbuat memang salah Tuan! tapi aku harus mengambil konsekuensi! jika aku yang tertangkap oleh mu, mungkin anda hanya menghabisiku. tapi jika aku tak melakukan itu.. seluruh keluargaku menjadi taruhan nya.. bahkan kedua orang tuaku juga. aku menyesal berhutang kepada manusia seperti mereka yang tak punya hati" ucap sang pelaku


"Memang kedua orang tuaku selalu saja menyingkirkan semua yang aku cintai" ucap Tuan Yuda. "Tapi.. ada hal aneh.. jika di tanya mengapa?? mereka bungkam"


"Tuan.. mungkin ini menyakitkan.. tapi inilah yang sesungguhnya terjadi" ucap sang pelaku menghela nafas dalam. "Kau bisa membunuhku jika ucapan ku omong kosong belaka"


"Apa maksud mu! jelaskan!!!" ucap Tuan Yuda keras


"Mungkin ini kenyataan pahit untukmu. tapi aku akan jelaskan Tuan"


"Sebenarnya, anda bukan anak dari Nyonya Anjani" ucap sang pelaku dengan berat hati


Deg


"Kau!! kau berbohong!!! tidak mungkin!!" ucap Tuan Yuda syok


"Jangan bercanda!!!" teriak Jimy kesal


"Benar Tuan.. aku adalah satpam di Istana Soedarjo dulu" ucap sang pelaku menunduk. "Namaku Riswan, satpam yang dulu di usir karna di tuduh selingkuh dengan ibu kandung anda" Pak Riswan langsung menangis mengenang apa yang terjadi di dalam istana pada saat ia bertugas sebagai satpam istana. "Demi Tuhan! aku tidak pernah berselingkuh dengan Nyonya Raniah.. mereka menuduh nyonya Raniah dengan sangat kejam! bahkan saya di pecat hingga anak anak saya tidak bisa makan"


"Apa maksudmu! ibuku itu Anjani" ucap Tuan Yuda tak terima


"Dia ibunya Angela! Angela adalah anak Anjani! dia hamil dengan Tuan Anjas" ucap pak Riswan


"Jika tidak percaya! anda bisa langsung memanggil Tuan Anjas! dan kematian Nyonya Raniah.. mungkin saja ulah nyonya Anjani" ucap Pak Riswan marah


"Baik Tuan" ucap Jimy tegas. Jimy langsung keluar ruangan bawah tanah dengan cepat, untuk membawa Tuan Anjas dan Nyonya Anjani


Jimy sampai ke kamar Tamu tempat dimana Orang Tua, Tuan Yuda berada


Tok tok tok


"Permisi Tuan.."


"Ya ada apa?"


"Anda dan Nyonya di panggil Tuan Yuda" ucap Jimy tersenyum paksa


"Baiklah.. ayo.. Anjani" ucap Tuan Anjas mengikuti Jimy


"Kita akan kemana Jim?" tanya Nyonya Anjani


"Ke suatu tempat Nyonya" ucap Jimy dingin


"Mengapa sangat gelap dan panjang lorongnya" gunam Tuan Anjas


"Mari Tuan" ucap Jimy


Ceklek


"Yuda... siapa dia???" ucap Anjas


"Apakah Papih tidak ingat? atau pura pura tidak ingat!!!" geram Tuan Yuda


Anjani sudah pucat melihat Riswan.


"Halo Nyonya Anjani.. kita bertemu lagi" ucap Riswan menyeringai


"Siapa dia? aku tidak kenal Mas.." ucap Anjani gugup

__ADS_1


"Oh.. Mamih tidak kenal??" tanya Tuan Yuda santai tapi dalam hati muak nauzubillah liat Anjani


"Tttidak Nak.."


"Pih.. dimana makam ibuku" ucap Tuan Yuda. air mata Tuan Yuda menetes melihat ke arah sang papih


Deg


Hati Anjas memanas, dia pun ikut meneteskan air mata. rahasia yang dia tutup rapat rapat bersama Anjani 28 tahun yang lalu terkuak sekarang. "Ibumu.. Raniah..." gunam Anjas


"Dimana makamnya" Tuan Yuda meneteskan air matanya kembali.


"Hanya Anjani yang tau.. dia.." ucap Tuan Anjas terbata


Anjani semakin memucat melihat ekspresi Tuan Yuda. "Aku tidak tau" ucap Nyonya Anjani ketus


"Setidaknya makam ibuku! dimana dia!!!" bentak Tuan Yuda. "Dimana ibuku bibi" ucap Tuan Yuda keras


"Seharusnya kau yang berada di liang kubur! bukan ibuku! dasar wanita ular" teriak Tuan Yuda keras menjambak Nyonya Anjani


"Sejak dulu aku merasakan kau bukan ibuku! namun kau selalu bersikap seolah olah baik padaku. bahkan Ayah pun seperti itu. teganya kau kepadaku Pih!!!" teriak Tuan Yuda keras. air matanya menetes membasahi wajahnya


"Papih.."


"Papih apa???? Apa Nyonya Anjani hamil anak mu! jadi itu sebabnya kau membiarkan ibuku mati!!!!!!!!!!" Tuan Yuda semakin geram melihat Tuan Anjas dan Nyonya Anjani


"Siksa dia sampai kurus kering" Tunjuk Tuan Yuda pada Nyonya Anjani


"Kakak... ampuni Mamih..." Angela menyerobot masuk ke dalam ruang bawah tanah sambil menangis menyaksikan apa yang Mamihnya perbuat


"Ampuni Mamih kak" ucap Angela bersimpuh di kaki Tuan Yuda


" Penjarakan dia! jika dia telah bebas! maka Asing kan dia di pedalaman!" perintah mutlak Tuan Yuda


Angela terduduk lemas mendengar ucap sang kakak. Angela pun Syok mendengar bahwa sang Mamih membunuh sahabatnya sendiri lalu hamil Angela.


"Untuk Papih... tolong papih kembali keluar Negri.. jangan menginjakkan kaki di Istana lagi Pih" ucap Tuan Yuda menggeram menghapus jejak air matanya.


Nenek Asih yang sedang bersembunyi langsung menampakan dirinya. "Anjas.. dimana Raniah???"


"Ibu.. aku benar benar tidak tau" ucap Anjas


"Lalu dimana Raniah..???"


"Raniah.. sudah meninggal ibu.. tapi aku tidak tau dimana dia di kuburkan" ucap Anjas meneteskan air mata


"Apa bagus nya Anjani sampai sampai kau meninggalkan Raniah. ku kira selama ini kamu tidak menikahi Raniah.. Raniah.. anak sahabat ibu sendiri Anjas" Nenek Asih merasa bersalah kepada mendiang sahabatnya


Plakkk


"Pergi dari sini! kau sangat mengecewakan Anjas!!!" teriak Nenek Asih sambil menangis mengingat Raniah yang baik hati dan murah senyum.


"Yuda.. ibumu.. Raniah.. berada di pemakaman keluarga Soedarjo.." Anjani mengakui perbuatan nya. ia langsung di bawa ke kantor polisi atas pembunuhan berencana


"Yuda maafkan papih" 3 kata Tuan Anjas sebelum ia kembali keluar Negri


Nata langsung memeluk Tuan Yuda dari belakang. "Tenang lah.. ayok kita ke makam ibumu"


Tuan Yuda menangis membenamkan wajahmu dalam pelukan hangat Nata.


"Jangan menangis.. Tuan Yuda ku yang Pemaksa tidak pernah serapuh ini" ucap Nata berusaha membuat Tuan Yuda bangkit dan tidak menangis lagi.


Tuan Yuda semakin terisak. "Baiklah.. menangislah sepuasnya.. jika sudah lega.. maka jangan ada tangisan lagi kecuali tangis haru di keluarga kecil kita" Nata meneteskan air matanya. sedari tadi matanya berkaca kaca melihat kebenaran menyakitkan bagi suaminya itu


Bersambung.


Like nya semakin turun😣😣😣


author jadi sedih, bingung mau lanjut atau tidak.


Mungkin pada bosan dan ceritanya kurang menarik. aku bingung jadinya mau lanjut atau tamat ajaπŸ™πŸ™πŸ€—


Mari saling dukung.

__ADS_1


Tolong beri masukan untuk authorπŸ˜₯


__ADS_2