
Ruang keluarga.
"Kak.." Angela mendekati Nata yang sedang bermain bersama tiga bocil
"Ada apa" Nata menengok pada Angela yang terlihat gelisah
Angela dan Aryan memilih pindah dari Istana Soedarjo. yang benar saja, Aryan bisa jadi gila jika satu rumah dengan Tuan Yuda.
"Kak.. aku dan suamiku.. akan pindah dari istana" Angela menunduk. matanya berkaca kaca. Aryan memegang tangan Angela
"Kakak ipar, kami akan pindah karna perusahaan dari istana memakan waktu yang cukup lama" Aryan langsung berbicara to the point
Mata Nata berkaca kaca tak kuasa menahan air matanya. Tiga bocil langsung menatap sengit Aryan, karna membuat ibu mereka menangis.
"Sayang.. ada apa!" Tuan Yuda langsung memeluk Nata, menghapus air mata Nata yang menggenang.
"Ibuu jangan menangisss" Kenzi langsung memeluk kaki Nata. bocah kecil itu juga menangis mendengar sang aunty harus ikut uncle Aryan
Nata menggendong Kenzi yang menangis memeluk kakinya. "Aunty Anjell jahat!! Aunty mau tinggalinn Kenjii" Kenzi menangis kencang memeluk Nata erat, wajah Kenzi terbenam di dada Nata
Tuan Yuda memandang Angela dan Aryan dengan tajam. "Apa kalian mau meninggalkan istana!" tanya Tuan Yuda dingin
Angela semakin memegang erat tangan Aryan. Aryan menatap tajam Tuan Yuda. "Maaf Tuan, kami harus keluar dari Istana karna perusahaan saya jauh dari Istana" Aryan mencoba menenangkan Angela
Tuan Yuda memandang Nata yang sedang menggendong Kenzi. Nata menganggukkan kepalanya, pertanda Aryan dan Angela bisa keluar Istana. "Kamu bisa pergi dari Istana, tapi jangan lupa untuk sering berkunjung kemari" Tuan Yuda menghela nafas berat
__ADS_1
"Aku titip Angela" Ucap Tuan Yuda tulus. "Mulai sekarang kamu yang akan menjaga Angela untuk menggantikan saya, karna kamu suaminya" Angela tertegun mendengarkan ucapan sang kakak. Angela melepaskan gengaman tangan Aryan. berlari memeluk Tuan Yuda
"Terimakasih kakak sudah mau menjaga Angela"
"Kami pamit kakak" ucap Aryan menggandeng Angela, berjalan keluar Istana
"Aunty... huwaaaaaaaaaaaaaaaaa" Kenzi memberontak dari gendongan Nata, setelah turun dari gendongan Nata. Kenzi langsung berlari keluar Istana di ikuti Kenza dan Kenzo
Kenzi memeluk kaki Angela dengan erat. "Aduh.. ponakan gembul aunty..." Angela menggendong bocah perempuan gembul itu. "Kenzi.. Aunty.. nanti sering main ke sini, jangan nangis dong, ih.. mukanya kayak badut"
Kenzi menghapus air matanya. "Udah kayak plincess belomm" Kenzi mulai tersenyum memeluk sang Aunty dengan erat
Kenzi turun dari gendongan Angela. "Janji? aunty akan seling ke sini" ucap Kenzi dengan mata berbinar
"Aunty janji sayang" Angela berjongkok memeluk tiga bocil nya, pasti akan sepi sekali jika mereka tidak ada.
"Thank you jagoan" ucap Aryan berbisik. Kenzo hanya mengedipkan sebelah matanya pada sang uncle. Kenza melirik tidak suka pada Kenzo dan Uncle nya. dia tau betapa liciknya sang adik
"Aunty pamit yah sayang sayang, Aunty" Angela beranjak pergi munuju parkiran mobil.
"Dadah.. aunty"
"Dahh." Mobil Angela dan Aryan telah pergi meninggalkan Istana. Kenzi memeluk Nata dengan erat, mungkin saja Kenzi masih bersedih karna jarang bertemu dengan sang aunty
Nata hendak ke dapur untuk menyiapkan makanan, namun tetap saja Kenzi nemplok tidak mau di tinggal sang ibu. rupanya Kenzi menjadi manja pada Nata. "Sayang.. turun dulu. Ibu mau ke dapur" bujuk Nata
__ADS_1
"Ndaaa mauuu" Kenzi menemplok terus pada Nata. Nata memberi isyarat pada Tuan Yuda.
"Ayok.. sama Ayah" ucap Tuan Yuda bersiap menggendong Kenzi.
"Ndaa mauuu" Kenzi langsung mewek memeluk Nata dengan erat. bahkan lebih erat dari sebelumnya. "Nak.. ibu sesak sayang" Nata mengelus puncak kepala Kenzi. "Sudah.. Kenzi ikut ibu ke dapur saja" Nata beranjak berjalan ke dapur bersama Kenzi
Tuan Yuda menggeleng gelengkan kepalanya melihat putri kesayangan nya sangat manja pada Nata. Sementara Kenza dan Kenzo langsung kembali ke kamarnya masing masing untuk tidur
"Mass.. jangan berisik" ucap Nata menimang Kenzi yang semakin gembul.
"Wah.. rupanya tidur.. lihat hidungnya memerah" ucap Tuan Yuda terkekeh
"Mas.. tolong tidurkan Kenzi di kamar, dia semakin berat saja" Nata hendak memberi Kenzi pada Tuan Yuda, tetapi Kenzi langsung merengek dalam tidurnya, dia memeluk erat sang ibu
"Kajol.." Nata memanggil Kajol, kepala pelayan wanita. sedangkan Felix adalah kepala pelayan perempuan.
"Ya Nona." saut Kajol
"Kajol, aku tidak jadi masak bersama karna Kenzi sedang manja begini, tolong kamu lanjutkan masaknya" ucap Nata tersenyum
"Bai Nona"
Di lantai atas.
"Mas.. kamu tidur sendiri yah, nanti Kenzi marah kalo tidur di kamar kita" bisik Nata pada Tuan Yuda
__ADS_1
"Hmm" Tuan Yuda mendengus kesal. namun apa daya Kenzi sedang sangat manja pada sang ibu, Nata.